Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali

Senin, 3 Agustus 2026 03:00 WIB

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Senin, 3 Agustus 2026 01:00 WIB

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

FAM Terancam Rogoh Kocek Miliaran Jika Bawa Kasus Naturalisasi Malaysia ke CAS

By Aga GustianaJumat, 24 Oktober 2025 09:28 WIB4 Mins Read
Kantor FAM Malaysia.
Kantor FAM Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berpotensi mengeluarkan biaya fantastis jika bersikeras membawa kasus dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi pemain ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

Menurut pengacara olahraga lokal Zhafri Aminurashid, proses hukum di CAS bukan hanya memakan waktu, tetapi juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ia memperkirakan biaya yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar satu juta ringgit Malaysia, bahkan bisa lebih, tergantung kompleksitas kasusnya.

“Biayanya bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari angka itu, tergantung pada banyak faktor seperti biaya banding, biaya hukum, saksi ahli, serta pembayaran di muka,” ujar Zhafri seperti dikutip dari New Straits Times (NST).

Rincian Biaya Selangit di Pengadilan CAS

Zhafri menjelaskan bahwa untuk sekadar mengajukan banding ke CAS, pihak yang bersengketa wajib membayar biaya pendaftaran sebesar 1.000 franc Swiss (sekitar Rp20 juta). Biaya tersebut bersifat non-refundable alias tidak dapat dikembalikan, berapa pun hasil sidangnya nanti.

Selain itu, ada pula biaya hukum yang berkisar antara 100.000 hingga 200.000 ringgit Malaysia, tergantung pada lamanya proses dan tingkat kesulitannya. FAM juga perlu menyiapkan biaya untuk saksi ahli, yang nilainya bisa mencapai 10.000 hingga 50.000 ringgit per orang.

Tak berhenti di situ, biaya arbitrase yang menjadi syarat agar kasus dapat diproses di CAS juga harus dibayar di muka. Tanpa uang muka tersebut, sidang tidak akan dijadwalkan sama sekali.

“Untuk uang muka, jumlahnya bisa mencapai 50.000 franc Swiss atau sekitar 265.000 ringgit Malaysia—setara dengan lebih dari satu miliar rupiah,” papar Zhafri.

FIFA Tak Akan Tanggung Biaya

Biasanya, dalam sengketa olahraga internasional, biaya arbitrase di CAS dibagi dua antara pihak penggugat dan pihak yang digugat. Namun dalam kasus ini, kata Zhafri, FIFA kemungkinan besar tidak akan ikut menanggung biaya apapun.

“Biaya-biaya seperti ini umumnya ditanggung bersama, tetapi FIFA hampir tidak pernah mengeluarkan dana untuk kasus seperti ini,” tegasnya. “Artinya, FAM harus menanggung seluruh biaya di muka sendiri. Jika gagal membayar, banding otomatis akan ditolak.”

Dengan kata lain, apabila FAM tidak bisa melunasi seluruh biaya pendaftaran dan uang muka, maka sidang di CAS tidak akan digelar dan pengajuan banding akan dianggap gugur.

Harapan FAM pada TMJ

Meski jumlah dana yang harus disiapkan terdengar mengerikan, publik Malaysia menilai uang bukan masalah besar bagi FAM—selama masih mendapat dukungan dari Tunku Ismail Idris (TMJ), anak Sultan Johor yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh di sepak bola Negeri Jiran.

TMJ selama ini dikenal sebagai salah satu penyokong utama tim nasional Malaysia. Tak sedikit pihak yang menyebut FAM sering bergantung pada dukungannya, baik secara finansial maupun politis.

“Angka sebesar itu mungkin terlihat besar bagi federasi, tapi kecil saja bagi TMJ,” tulis salah satu pengamat sepak bola Malaysia di media lokal.

Namun di sisi lain, nama TMJ juga kerap dikaitkan dengan kontroversi naturalisasi pemain asing yang kini sedang diselidiki. Publik Malaysia pun menyoroti adanya upaya pemerintah menutup-nutupi keterlibatannya demi menghindari konsekuensi hukum yang lebih besar.

Menanti Putusan FIFA

Kini, mata publik Malaysia tertuju pada putusan FIFA yang dijadwalkan keluar pada 30 Oktober mendatang. Keputusan itu akan menentukan nasib Malaysia di tengah badai isu pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.

Banyak yang berharap FAM bisa lolos dari sanksi berat agar tim nasional tetap bisa tampil di kompetisi internasional. Namun, berdasarkan berbagai bukti yang sudah beredar, posisi Malaysia tampak sulit untuk keluar dari jeratan hukuman.

FAM sendiri sejauh ini belum memberikan penjelasan rinci mengenai langkah apa yang akan diambil, termasuk apakah benar-benar akan membawa kasus ini ke CAS atau tidak.

Yang jelas, jika mereka tetap nekat melanjutkan upaya banding ke tingkat internasional, maka biaya miliaran rupiah harus siap digelontorkan hanya untuk membuka pintu sidang.

Dilema FAM: Bertarung atau Mundur

Kasus ini menempatkan FAM dalam situasi dilematis. Jika mereka tidak melanjutkan banding, maka keputusan FIFA akan tetap berlaku dan Malaysia mungkin menghadapi sanksi berat. Namun jika tetap maju ke CAS, risiko finansial dan reputasi juga membayangi.

Publik Malaysia kini menunggu langkah selanjutnya dari federasi. Di tengah tekanan dan sorotan tajam media, keputusan FAM bukan sekadar soal uang, melainkan soal menyelamatkan nama baik sepak bola nasional.

Satu hal yang pasti, jika benar FAM ingin membawa kasus ini ke CAS, maka perjuangan mereka bukan hanya di ruang sidang—tapi juga di meja keuangan

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

CAS FAM FIFA Kasus Naturalisasi sepak bola Malaysia TMJ Tunku Ismail Idris
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI

Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini

Resmi! Persib vs Persija Panaskan Semifinal Piala Presiden 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.