Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Senin, 12 Oktober 2026 17:29 WIB

Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat

Senin, 12 Oktober 2026 17:02 WIB

Liburan ke Bandung Modal Minim? 5 Tempat Wisata Gratis Ini Punya Spot Foto Keren!

Senin, 12 Oktober 2026 16:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI
  • Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat
  • Liburan ke Bandung Modal Minim? 5 Tempat Wisata Gratis Ini Punya Spot Foto Keren!
  • Radja Nainggolan Curhat Soal Masa Lalu: Seharusnya Saya Pilih Timnas Indonesia
  • Panas Banget! Chat Rahasia Aa Juju dan Awkarin Bocor, Berujung Saling Serang Soal Karhutla!
  • Farhan Kecam Penyerangan Persib U-18 di Batang: Kita Siapkan Perlindungan Khusus!
  • Pengakuan Korban Pengeroyokan Bus Persib U-18: Disudutkan di Belakang Bus dan Dihujani Pukulan
  • Bikin Ketagihan! Ini 15 Spot Wisata Hits di Sukabumi buat Tempat ‘Pelarian’ Akhir Pekan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gara-Gara Tulisan Ini, Lembar Remedial Siswa SD Malah Bikin Orang Tua Terharu, Kok Bisa?

By SusanaMinggu, 31 Mei 2026 17:07 WIB5 Mins Read
Bu Putri viral di TikTok karena memberi catatan lucu dan motivasi pada tugas siswa. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya arus konten viral yang sering kali dipenuhi sensasi, muncul sebuah kisah sederhana yang justru berhasil menyentuh hati jutaan orang. Bukan tentang selebritas, bukan pula soal kontroversi, melainkan tentang seorang guru muda yang memilih menebarkan kebahagiaan melalui lembar tugas murid-muridnya.

Namanya Putu Putri Adelia Savitri. Murid-muridnya mengenal perempuan muda itu dengan panggilan sederhana namun penuh kehangatan: Bu Putri.

Guru Bahasa Bali di SDN 26 Dangin Puri, Denpasar, Bali, itu mendadak viral setelah membagikan cara uniknya memberikan penilaian kepada siswa melalui akun TikTok pribadi.

Alih-alih hanya memberi angka atau tanda silang merah, Bu Putri menambahkan gambar-gambar sederhana lengkap dengan catatan kecil yang lucu, menghibur, sekaligus memotivasi.

Tanpa disangka, unggahan tersebut meledak di media sosial. Video pertamanya menembus lebih dari satu juta penonton. Part kedua dan ketiga pun mengalami nasib serupa, berulang kali masuk FYP dan menuai ribuan komentar positif.

Guru Gen Z yang Mengubah Cara Anak Memandang Nilai

Di banyak sekolah, nilai rendah sering kali menjadi momok bagi siswa.

Tak sedikit anak yang merasa sedih, kecewa, bahkan takut pulang ke rumah karena khawatir dimarahi orang tua setelah menerima hasil ulangan.

Namun Bu Putri mencoba memandang situasi itu dari sudut yang berbeda.

Ia percaya bahwa angka bukan satu-satunya cara untuk mengukur semangat belajar anak.

Karena itulah, setiap lembar tugas yang diperiksa selalu disertai pesan-pesan personal yang disesuaikan dengan karakter masing-masing murid.

Ada yang mendapat tulisan:

“Malamnya pasti nggak baca buku ya?”

Ada pula yang menemukan catatan:

“Ini nilai apa nomor absen?”

Bahkan ketika seorang siswa memperoleh nilai rendah, Bu Putri masih menyisipkan humor:

“Sapu ijuk sapu lidi, selamat kamu remidi.”

Bagi sebagian orang, kalimat-kalimat sederhana itu mungkin terlihat biasa.

Namun bagi anak-anak sekolah dasar, perhatian kecil tersebut mampu mengubah perasaan kecewa menjadi senyum.

Berawal dari Pengalaman Masa Kecil

Menariknya, inspirasi itu ternyata lahir dari pengalaman pribadi Bu Putri sendiri.

Ia mengaku pernah menjadi siswa yang kesulitan dalam pelajaran berhitung. Nilai remedi menjadi pengalaman yang tidak asing baginya.

Saat pulang ke rumah, ia kerap menerima omelan panjang karena hasil belajarnya dianggap kurang memuaskan.

Pengalaman itulah yang membuatnya memahami bagaimana perasaan seorang anak ketika menerima nilai rendah.

Kini ketika menjadi guru, ia tidak ingin murid-muridnya merasakan tekanan yang sama.

Menurutnya, nilai memang penting. Namun menjaga rasa percaya diri anak jauh lebih penting.

“Saya rasa dengan gambar sederhana dan catatan kecil seperti itu bisa membuat anak-anak senang. Selain itu, mereka tidak terlalu sedih ketika mendapat nilai di bawah rata-rata,” ungkapnya, dikutip dari akun Instagram @iamdelsaavvtr.

Mengajar 12 Kelas, Tetap Menulis Pesan Satu per Satu

Apa yang dilakukan Bu Putri sebenarnya tidak sederhana.

Sebagai guru Bahasa Bali, ia mengajar siswa kelas 1 hingga kelas 6.

Total ada 12 kelas yang harus ia tangani setiap harinya.

Artinya, setiap kali tugas dikumpulkan, ada puluhan bahkan ratusan lembar yang harus diperiksa.

Namun di tengah kesibukan tersebut, ia tetap menyempatkan diri menulis catatan khusus untuk murid-muridnya.

Catatan itu tidak dibuat secara asal.

Setiap pesan disesuaikan dengan karakter, kebiasaan, dan kondisi siswa yang bersangkutan.

Karena itu, murid-murid merasa bahwa komentar tersebut benar-benar ditujukan secara personal.

“Semua kelas tahu saya mengajar dengan ceria dan tidak tegang. Walaupun capek, saya malah ketagihan menulis kata-kata kecil seperti itu,” tuturnya.

Ketika Orang Tua Ikut Bernostalgia

Yang menarik, viralnya video Bu Putri tidak hanya menyentuh siswa.

Banyak orang tua yang ikut memberikan komentar dan mengaku rindu dengan suasana sekolah yang menyenangkan seperti dulu.

Sebagian bahkan bercanda mengaku iri karena semasa kecil tidak pernah memiliki guru yang sekreatif Bu Putri.

Kolom komentar media sosial pun dipenuhi apresiasi, seperti dikutip dari kolom komentar Instagram @planetdenpasar.

“Guru keren yang akan sangat berkesan di ingatan siswanya,” tulis salah satu warganet.

“Keren gurunya kreatif. Anak-anak yang nilainya seperti nomor absen pasti tetap senyum-senyum,” komentar lainnya.

Ada pula yang menulis:

“Semangat Bu Putri, guru teladan. Jangan berubah ya.”

Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa masyarakat merindukan wajah pendidikan yang lebih manusiawi, hangat, dan dekat dengan dunia anak.

Sosok Putri Adelia Savitri

Di balik viralnya konten tersebut, Bu Putri adalah representasi generasi baru pendidik Indonesia.

Sebagai guru Gen Z, ia memahami bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan inspirasi.

Namun berbeda dengan tren viral pada umumnya, kontennya justru memperlihatkan sisi pendidikan yang jarang terekspos.

Profil Singkat:

Nama: Putu Putri Adelia Savitri

Nama Panggilan: Bu Putri

Profesi: Guru Bahasa Bali

Sekolah: SDN 26 Dangin Puri, Denpasar, Bali

Mengajar: Kelas 1 hingga kelas 6 (12 kelas)

Ciri Khas: Menulis catatan motivasi dan ilustrasi lucu pada lembar tugas siswa

Platform Viral: TikTok/Instagram @iamdelsaavvtr.

Lebih dari Sekadar Nilai

Kisah Bu Putri menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal angka rapor, ujian, atau peringkat kelas.

Di balik setiap nilai yang tertulis di atas kertas, ada perasaan seorang anak yang sedang tumbuh dan belajar memahami dirinya sendiri.

Apa yang dilakukan Bu Putri mungkin terlihat sederhana: menggambar, menulis catatan kecil, lalu membagikannya di media sosial.

Namun dari kesederhanaan itulah lahir sebuah pesan besar.

Bahwa seorang guru tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga membangun kepercayaan diri, menjaga semangat, dan meninggalkan kenangan yang akan terus hidup dalam ingatan murid-muridnya hingga dewasa nanti.

Di era ketika banyak orang berlomba menjadi viral, Bu Putri membuktikan bahwa ketulusan masih menjadi konten paling berharga yang bisa menyentuh hati banyak orang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat

Farhan Kecam Penyerangan Persib U-18 di Batang: Kita Siapkan Perlindungan Khusus!

Nasib 77 PKL Kiaracondong Usai Lapak Dibongkar: Tetap Bisa Berdagang Tapi Dilarang Bikin Bangunan

Badai PHK Hantam Jawa Barat: Industri Padat Karya Tertekan, Bekasi dan Karawang Jadi Paling Terdampak

Heboh Video Bullying Mahasiswa Tel-U, Kampus Jatuhkan Sanksi dan Polisi Siap Usut

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.