bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merencanakan terobosan besar untuk menata estetika sekaligus mengatasi persoalan lalu lintas di jantung Kota Bandung.
Kawasan Monumen Perjuangan (Monju) hingga Gedung Sate akan diintegrasikan menjadi satu koridor jalan umum yang ikonik.
Rencana ini mencakup pengintegrasian arus lalu lintas dari Jalan Dipati Ukur, Jalan Japati (Monumen Perjuangan), Jalan Surapati, hingga Jalan Diponegoro.
Saat meninjau langsung kawasan Monju, KDM menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi lahan yang selama ini tidak tertata.
“Daripada tiap hari dipakai parkir enggak karuan, mending dinormalkan untuk jalan, lalu lintas umum,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (24/4/2026).
Solusi Kemacetan dan Ikon Baru
KDM memproyeksikan bahwa pengintegrasian ruas jalan ini akan menjadi solusi efektif untuk memecah kepadatan kendaraan di beberapa titik krusial.
“Ini mengurai kemacetan di Pasteur, mengurai kemacetan di Dipati Ukur, Surapati, dan Diponegoro. Semuanya nanti terintegrasi,” jelasnya.
Selain fungsi transportasi, penataan ini juga mengedepankan aspek pariwisata. KDM ingin menciptakan kawasan yang mampu menyaingi keindahan Bundaran HI di Jakarta, lengkap dengan penambahan fasilitas air mancur untuk mempercantik pemandangan Monumen Perjuangan.
“Di Kota Bandung ada ikon baru ada sebuah kawasan ketika dilewati itu indah, tertata rapih melewati monumen tambah air mancur kaya bunderan HI dong nanti,” ungkapnya.
Sentuhan Arsitektur Khas
Dalam rencana desainnya, Dedi Mulyadi menekankan perubahan total pada infrastruktur pembatas. Ia menginstruksikan pembongkaran beberapa bangunan dan penggantian pagar besi dengan tembok bata yang lebih artistik.
“Yang pertama ini dibongkar (pos satpam). Yang kedua ini kasih gapura yang seperti di lembur pakuan nanti pemagarannya kaya di lembur pakuan, dibenteng tinggi ga pakai besi, benteng bata kaya di rumah saya 2,5 meter setengah,” terangnya
Selain itu, akses masuk dan keluar nantinya akan dilengkapi dengan Gapura Candi Bentar di setiap sudut kawasan.
“Ini (gerbang masuk) pakai gapura besar. Jadi begitu masuk ke sini ini jalan yang utuh, nanti keluarnya juga pakai gapura besar. Nanti bikin Gapura Candi Bentar itu di setiap sudut,” imbuhnya.
KDM menyebut, penataan ini dirancang agar halaman Gedung Sate terlihat menyatu dan utuh saat masyarakat melintasi jalan tersebut.
Diharapkan, proyek ini tidak hanya memperlancar arus logistik dan mobilitas warga, tetapi juga mengukuhkan identitas Kota Bandung sebagai kota yang rapi, indah, dan berbudaya.
“Jadi ini jalan yang utuh, dilewati dan menjadi jalan ikonik yang paling diingat di Kota Bandung. Nanti orang jalan itu, Gedung Sate kelihatan utuh,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










