bukamata.id – Jagat media sosial dihebohkan oleh aksi emosional seorang suami yang meluapkan kemarahan hebat di hadapan istri serta anak balitanya. Rekaman video mengerikan itu menjadi perbincangan hangat usai diunggah langsung oleh sang istri yang merasa terancam dan trauma atas perlakukan kasar pasangannya.
Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut terkonfirmasi terjadi di sebuah kamar kos di kawasan Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, pada Minggu (11/10/2026). Aparat kepolisian setempat kini sudah turun tangan menangani kasus tersebut.
Dalam potongan video yang viral, pria tersebut tampak mengacak-acak lemari dan melemparkan pakaian dengan penuh amarah. Puncaknya, ia mendaratkan pukulan keras ke pintu lemari plastik yang dilapisi cermin. Benturan itu membuat cermin hancur berkeping-keping, hingga pecahan kacanya mengenai dan melukai wajah anaknya yang masih kecil.
Unggahan dari akun Instagram @mompahh_ membeberkan bahwa emosi membabi buta sang suami dipicu oleh ketergantungan akut pada judi online yang membuatnya kerap bersikap temperamental.
Jajaran kepolisian bergerak cepat menelusuri lokasi kejadian begitu video tersebut ramai di jagat maya.
“Ya kami sudah mengetahui informasi tersebut, anggota Polsek Margaasih juga sudah mendatangi rumah yang bersangkutan,” kata Kapolsek Margaasih, Kompol Kartono Gumilar saat ditemui di Mapolsek Margaasih, Selasa (13/10/2026).
Kartono menjelaskan, pertengkaran berdarah ini bermula dari teguran jujur sang istri yang meminta suaminya menghentikan kebiasaan buruk bermain judi online. Naas, peringatan itu justru menyulut amarah pelaku hingga nekat merusak fasilitas rumah dan mengorbankan buah hatinya sendiri.
“Ditambah lagi setelah kejadian itu videonya viral. Memang ada luka pada anaknya karena perusakan barang yang dilakukan suaminya,” kata Kartono.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu korban untuk merampungkan laporan polisi resmi. Meski pelaku diketahui telah melarikan diri dari kontrakan usai kejadian, polisi memastikan melacak keberadaannya.
“Kebetulan di kos-kosan itu sekarang hanya ada istrinya saja. Tapi kami akan tindaklanjuti karena identitas suaminya dan keberadaannya dimana sudah kami dapatkan,” kata Kartono.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









