Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
The Great Asia Africa 2.0

Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun

Sabtu, 21 Februari 2026 01:00 WIB

Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026

Jumat, 20 Februari 2026 21:25 WIB
knalpot brong

Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong

Jumat, 20 Februari 2026 21:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun
  • Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026
  • Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong
  • Bukan Pilih Kasih! Okie Agustina Bongkar Alasan Pilu di Balik ‘Insiden Kue’ Ultah Nasha Anaya
  • Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur
  • Link Video Botol Golda No Sensor Ramai Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran
  • Berani Banget! Bule Prancis di Lombok Tantang Warga hingga Polisi Gara-gara Suara Ngaji
  • Ketahuan ‘Goreng Saham’, Influencer Belvin Tannadi Didenda OJK Rp5,35 Miliar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Guru dan Dosen Disebut Beban Negara, Sri Mulyani Tuai Kritikan

By Aga GustianaSenin, 18 Agustus 2025 19:04 WIB2 Mins Read
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. (@smindrawati)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi perbincangan hangat publik setelah potongan videonya viral di media sosial. Dalam forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri ITB pada Kamis (7/8/2025), ia menyinggung isu kesejahteraan tenaga pendidik.

“Guru itu beban negara, dosen juga harus diukur kinerjanya. Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, oh menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar,” ujar Sri Mulyani.

Pernyataan tersebut segera menuai respons luas, karena dianggap menyentuh isu sensitif terkait penghargaan negara terhadap profesi guru dan dosen. Ia juga menyinggung soal peran masyarakat dalam mendukung kesejahteraan pendidik.

“Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara. Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi?” tambahnya.

Baca Juga:  Breaking News! Sri Mulyani Masuk Daftar Menteri Reshuffle Kabinet Prabowo

Respons Pakar Pendidikan

Ucapan Sri Mulyani memunculkan perdebatan mengenai arah kebijakan pendidikan nasional. Sri Lestari, pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), menilai pernyataan itu menunjukkan kesejahteraan guru dan dosen belum menjadi prioritas utama.

Ia juga menyoroti guyonan terkait “jenis-jenis dosen” yang disampaikan Sri Mulyani, karena berpotensi menciptakan kelas sosial baru di lingkungan akademik. Menurutnya, produktivitas riset tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran kinerja.

“Dosen di Indonesia tidak hanya menjalankan penelitian, tetapi juga pengajaran dan pengabdian masyarakat, ditambah beban administratif yang besar. Pertanyaannya, apakah indikator kinerja yang selama ini digunakan sudah adil, transparan, dan tidak memberatkan?” kata Tari, Jumat (15/8/2025), dikutip dari laman resmi UM.

Baca Juga:  Dihujat di Dalam Negeri, Dipuja Dunia: Rahasia Sri Mulyani Bisa Masuk Lingkaran Utama Bill Gates

Risiko Privatisasi Pendidikan

Lebih jauh, Tari menilai pernyataan Sri Mulyani bisa ditafsirkan sebagai pintu masuk menuju privatisasi pendidikan. Meski di beberapa negara swasta memang berperan dalam mendanai riset, di Indonesia hal ini berpotensi menimbulkan ketimpangan.

“Universitas besar akan lebih mudah memperoleh dukungan, sedangkan kampus di daerah bisa semakin tertinggal,” jelasnya.

Privatisasi, menurutnya, juga dapat meningkatkan biaya kuliah dan mempersempit akses masyarakat ke pendidikan tinggi. Ia mencontohkan kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), yang mendorong universitas menerima mahasiswa lebih banyak dari kapasitas ideal.

Baca Juga:  Mutu Pendidikan Indonesia Meningkat, PP Persis Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah 2026

Kondisi tersebut berimbas pada dosen yang makin terbebani pengajaran, sehingga waktu untuk penelitian dan pengabdian masyarakat menjadi berkurang.

Perlu Reformasi Menyeluruh

Tari menegaskan, gaji guru maupun dosen di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain, padahal beban kerja mereka cukup berat.

“Persoalan ini bukan hanya soal siapa yang membayar gaji, tetapi bagaimana menempatkan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia mendorong adanya reformasi menyeluruh terkait indikator penilaian dosen agar lebih berkualitas dan manusiawi.

“Penilaian tidak hanya berbasis kuantitas publikasi, tetapi juga pada kualitas, manfaat, serta dampaknya terhadap kesejahteraan dosen dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

beban negara gaji dosen gaji guru Pendidikan Indonesia Sri Mulyani
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026

knalpot brong

Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong

Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur

Berani Banget! Bule Prancis di Lombok Tantang Warga hingga Polisi Gara-gara Suara Ngaji

Ketahuan ‘Goreng Saham’, Influencer Belvin Tannadi Didenda OJK Rp5,35 Miliar

Sempat Diamankan Polisi, Kasus ART Aniaya Anak di Ujungberung Berakhir Mediasi

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.