Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan

Jumat, 4 September 2026 21:25 WIB

Astra Resmi Diperkenalkan OpenAI, Punya Kemampuan Coding dan Keamanan Siber Mengerikan

Jumat, 4 September 2026 21:10 WIB

Kabar Saddil Ramdani Hengkang Bikin Umuh Muchtar Kaget, Ini yang Terjadi di Persib

Jumat, 4 September 2026 20:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan
  • Astra Resmi Diperkenalkan OpenAI, Punya Kemampuan Coding dan Keamanan Siber Mengerikan
  • Kabar Saddil Ramdani Hengkang Bikin Umuh Muchtar Kaget, Ini yang Terjadi di Persib
  • Cara Cek BPNT September 2026 Lewat HP, Masukkan NIK KTP dan Lihat Statusnya
  • Hampir 6 Tahun Menikah, Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie: ‘Mungkin Ini Foto Terakhir’
  • Indonesia U20 vs Australia Jadi Penentu! Ini Syarat Garuda Muda Lolos ke Piala Asia 2027
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
  • Netizen +62 Dukung Demo Malaysia! Tolong Bikin Malu Pejabat Kami, Cik!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 4 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hapus PPDB Jika Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi: Pemimpin Mengistimewakan Rakyatnya

By Putra JuangSenin, 9 September 2024 20:45 WIB3 Mins Read
Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2024, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2024, Dedi Mulyadi berencana akan menghapus program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jika nantinya terpilih memimpin Jabar.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat ditemui usai berdiskusi dengan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Islam (Persis) Jabar di Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (9/9/2024).

“PPDB akan saya hapus, kemudian nanti ketika dia kelas 2 SMP dia harus sudah punya kursi dan meja di SMA ini,” ucap Dedi.

Dedi mengakatan, penghapusan PPDB ini merupakan bagian dari tagline yang dirinya bawa bersama Erwan Setiawan yakni Jabar Istimewa.

“Bagaimana pemimpin mengistimewakan rakyatnya yakni sekolahnya terintegrasi dari mulai TK, SD, SMP, SMA. Bila perlu sampai perguruan tinggi walaupun lintas kelembagaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Alasan Gugat ke PTUN, BMPS: Sekolah Swasta Terpinggirkan, Dedi Mulyadi Harus Tanggung Jawab

Menurutnya, dengan terintegrasinya sekolah ini maka anak-anak di Jabar tidak perlu khawatir lagi soal aturan zonasi sekolah.

“Sehingga tidak ada lagi di Jabar Istimewa nanti ada anak yang sudah masuk SMA, sudah duduk disuruh keluar lagi gara-gara kurang tiga langkah karena zonasinya tidak memenuhi syarat nah ini jadi ruang kelasnya harus sama, jumlah kursinya harus,” katanya.

Selain pendidikan, kata Dedi, Jabar Istimewa juga akan membuat layanan kesehatan dibuat terintegrasi. Pihaknya berencana akan mengembangkan rumah sakit di kabupaten/kota yang ada di Jabar.

“Kemudian layanan kesehatannya itu memadai terintegrasi dari mulai SD sampai SMA dari mulai puskesmas sampai rumah sakit di provinsi,” ujarnya.

“Saya akan mengembangkan rumah sakit yang ada di setiap kabupaten kota. Dengan cara membuat ruang layanan di setiap kabupaten kota. Yang jantung, yang paru-paru, yang kanker, yang struk, bedah syaraf, bedah ortopedi,” sambungnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ingatkan Penggunaan APBD Harus Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Bukan hanya itu, Jabar Istimewa juga memastikan jika provinsi ini memiliki lingkungan yang baik, masyarakatnya memiliki rumah layak huni, dan fasilitas publik seperti jalan yang mulus.

“Itu istimewa. Yang disebut istimewa itu adalah masyarakatnya sudah tidak ada lagi ada yang BAB di depan rumah. Di saluran kecil semua punya sanitasi lingkungan yang memadai, tidak ada rumah roboh, tidak ada lagi rumah yang tidak ada listriknya, tidak ada lagi jalan bolong,” tuturnya.

“Kalau bahasa Kangdul, istimewa itu adalah jalannya mulus, sakolna aralus, rakyatna ka urus. Itu lah istimewa totalitas,” tambahnya.

Di sisi lain, Dedi memastikan kehadirannya di kantor DPW Persis Jabar ini bukan untuk meminta dukungan dalam Pilgub Jabar nanti.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen Hentikan Alih Fungsi Hutan dan Sawah

“Saya tidak minta dukungan. Saya tidak akan minta dukungan pada lembaga-lembaga keagamaan. Karena saya tidak mau menodai kesucian lembaga agama yang harus berpegang teguh pada amar ma’ruf nahi munkar,” katanya.

Sebagai mantan aktivis, kata Dedi, dirinya membahas terkait dengan pendidikan anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

“Saya tahun 90-an aktivis mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam. Jadi biasa membuat pelatihan-pelatihan dasar kepemimpinan bagi
anggota,” ungkapnya.

Dedi menilai, pengembangan pendidikan tidak hanya terbatas secara eksklusif di internal saja, namun juga terbuka untuk eksternal.

“Pada keluarga besar Persis harus mulai terbuka pada semua orang untuk bersekolah di sini dengan sistem yang memadai,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pilgub Jabar PPDB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT September 2026 Lewat HP, Masukkan NIK KTP dan Lihat Statusnya

Netizen +62 Dukung Demo Malaysia! Tolong Bikin Malu Pejabat Kami, Cik!

Bansos

Bansos September 2026 Cair? Cek PKH, BPNT, PIP hingga PBI-JK dan Nominalnya

Timses Diangkat Jadi Dirut, PT MUJ Didemo dan Didesak Mundur

Warga Indramayu Geger, Kolam Surut Ungkap Keberadaan Dua Ikan Raksasa

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.