Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Head to Head Inggris vs Argentina: Duel Penuh Dendam, Siapa Raja Sebenarnya di Piala Dunia?

Rabu, 15 Juli 2026 22:07 WIB

Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya

Rabu, 15 Juli 2026 21:45 WIB

Viral! Baso Lima Saudara Bandung Punya Kuah Misdasem Racik Sendiri, Sekali Coba Langsung Nagih

Rabu, 15 Juli 2026 21:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Head to Head Inggris vs Argentina: Duel Penuh Dendam, Siapa Raja Sebenarnya di Piala Dunia?
  • Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya
  • Viral! Baso Lima Saudara Bandung Punya Kuah Misdasem Racik Sendiri, Sekali Coba Langsung Nagih
  • Hadiah Naik Rp6 Miliar! Piala Presiden Elite 2026 Siap Sajikan Duel Sengit Klub Indonesia dan Asia
  • Jangan Berikan NIK dan OTP! Modus Penipuan Baru di Cimahi Mengatasnamakan Aktivasi IKD
  • Dimas Drajad Tinggalkan Persib, Ini Alasan Maung Bandung Tak Perpanjang Kontraknya
  • Link Live Streaming Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Messi dan Harry Kane Menuju Final
  • Klaim Saldo DANA Kaget Rp75.000 Hari Ini: Simak Panduan Lengkap dan Cara Cepat Menangnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hapus PPDB Jika Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi: Pemimpin Mengistimewakan Rakyatnya

By Putra JuangSenin, 9 September 2024 20:45 WIB3 Mins Read
Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2024, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2024, Dedi Mulyadi berencana akan menghapus program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jika nantinya terpilih memimpin Jabar.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat ditemui usai berdiskusi dengan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Islam (Persis) Jabar di Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (9/9/2024).

“PPDB akan saya hapus, kemudian nanti ketika dia kelas 2 SMP dia harus sudah punya kursi dan meja di SMA ini,” ucap Dedi.

Dedi mengakatan, penghapusan PPDB ini merupakan bagian dari tagline yang dirinya bawa bersama Erwan Setiawan yakni Jabar Istimewa.

“Bagaimana pemimpin mengistimewakan rakyatnya yakni sekolahnya terintegrasi dari mulai TK, SD, SMP, SMA. Bila perlu sampai perguruan tinggi walaupun lintas kelembagaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pastikan Ijazah Tertahan Dibagikan, Dedi Mulyadi: Negara Bertanggung Jawab atas Pendidikan Rakyat

Menurutnya, dengan terintegrasinya sekolah ini maka anak-anak di Jabar tidak perlu khawatir lagi soal aturan zonasi sekolah.

“Sehingga tidak ada lagi di Jabar Istimewa nanti ada anak yang sudah masuk SMA, sudah duduk disuruh keluar lagi gara-gara kurang tiga langkah karena zonasinya tidak memenuhi syarat nah ini jadi ruang kelasnya harus sama, jumlah kursinya harus,” katanya.

Selain pendidikan, kata Dedi, Jabar Istimewa juga akan membuat layanan kesehatan dibuat terintegrasi. Pihaknya berencana akan mengembangkan rumah sakit di kabupaten/kota yang ada di Jabar.

“Kemudian layanan kesehatannya itu memadai terintegrasi dari mulai SD sampai SMA dari mulai puskesmas sampai rumah sakit di provinsi,” ujarnya.

“Saya akan mengembangkan rumah sakit yang ada di setiap kabupaten kota. Dengan cara membuat ruang layanan di setiap kabupaten kota. Yang jantung, yang paru-paru, yang kanker, yang struk, bedah syaraf, bedah ortopedi,” sambungnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Tahu Ada Pesta Rakyat di Syukuran Pernikahan Maula-Putri

Bukan hanya itu, Jabar Istimewa juga memastikan jika provinsi ini memiliki lingkungan yang baik, masyarakatnya memiliki rumah layak huni, dan fasilitas publik seperti jalan yang mulus.

“Itu istimewa. Yang disebut istimewa itu adalah masyarakatnya sudah tidak ada lagi ada yang BAB di depan rumah. Di saluran kecil semua punya sanitasi lingkungan yang memadai, tidak ada rumah roboh, tidak ada lagi rumah yang tidak ada listriknya, tidak ada lagi jalan bolong,” tuturnya.

“Kalau bahasa Kangdul, istimewa itu adalah jalannya mulus, sakolna aralus, rakyatna ka urus. Itu lah istimewa totalitas,” tambahnya.

Di sisi lain, Dedi memastikan kehadirannya di kantor DPW Persis Jabar ini bukan untuk meminta dukungan dalam Pilgub Jabar nanti.

Baca Juga:  Ketok Palu! DPRD Jabar Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Jadi Acuan Kebijakan Strategis Dedi Mulyadi

“Saya tidak minta dukungan. Saya tidak akan minta dukungan pada lembaga-lembaga keagamaan. Karena saya tidak mau menodai kesucian lembaga agama yang harus berpegang teguh pada amar ma’ruf nahi munkar,” katanya.

Sebagai mantan aktivis, kata Dedi, dirinya membahas terkait dengan pendidikan anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

“Saya tahun 90-an aktivis mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam. Jadi biasa membuat pelatihan-pelatihan dasar kepemimpinan bagi
anggota,” ungkapnya.

Dedi menilai, pengembangan pendidikan tidak hanya terbatas secara eksklusif di internal saja, namun juga terbuka untuk eksternal.

“Pada keluarga besar Persis harus mulai terbuka pada semua orang untuk bersekolah di sini dengan sistem yang memadai,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Jabar Istimewa Pilgub Jabar PPDB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya

Jangan Berikan NIK dan OTP! Modus Penipuan Baru di Cimahi Mengatasnamakan Aktivasi IKD

Bongkar Isi Proposal Pernikahan Rozan yang Viral, Pantas Saja Mertua Langsung Luluh

Pemkot Bandung Siapkan Sistem Parkir Jelang Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi

Fakta Sebenarnya Video Macan Gunung Papandayan yang Heboh di WhatsApp, Polisi Beri Penjelasan

Kecelakaan Maut di Arcamanik Bandung, Lansia Tewas saat Hendak ke Pasar Cicaheum

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.