Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Selasa, 27 Oktober 2026 17:21 WIB

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 17:13 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Selasa, 27 Oktober 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
  • Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hapus PPDB Jika Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi: Pemimpin Mengistimewakan Rakyatnya

By Putra JuangSenin, 9 September 2024 20:45 WIB3 Mins Read
Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2024, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bakal Calon Gubernur Jawa Barat 2024, Dedi Mulyadi berencana akan menghapus program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jika nantinya terpilih memimpin Jabar.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat ditemui usai berdiskusi dengan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Islam (Persis) Jabar di Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (9/9/2024).

“PPDB akan saya hapus, kemudian nanti ketika dia kelas 2 SMP dia harus sudah punya kursi dan meja di SMA ini,” ucap Dedi.

Dedi mengakatan, penghapusan PPDB ini merupakan bagian dari tagline yang dirinya bawa bersama Erwan Setiawan yakni Jabar Istimewa.

“Bagaimana pemimpin mengistimewakan rakyatnya yakni sekolahnya terintegrasi dari mulai TK, SD, SMP, SMA. Bila perlu sampai perguruan tinggi walaupun lintas kelembagaan,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan terintegrasinya sekolah ini maka anak-anak di Jabar tidak perlu khawatir lagi soal aturan zonasi sekolah.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Puasa Internal Demi Pesta Layanan Publik di Tahun 2026

“Sehingga tidak ada lagi di Jabar Istimewa nanti ada anak yang sudah masuk SMA, sudah duduk disuruh keluar lagi gara-gara kurang tiga langkah karena zonasinya tidak memenuhi syarat nah ini jadi ruang kelasnya harus sama, jumlah kursinya harus,” katanya.

Selain pendidikan, kata Dedi, Jabar Istimewa juga akan membuat layanan kesehatan dibuat terintegrasi. Pihaknya berencana akan mengembangkan rumah sakit di kabupaten/kota yang ada di Jabar.

“Kemudian layanan kesehatannya itu memadai terintegrasi dari mulai SD sampai SMA dari mulai puskesmas sampai rumah sakit di provinsi,” ujarnya.

“Saya akan mengembangkan rumah sakit yang ada di setiap kabupaten kota. Dengan cara membuat ruang layanan di setiap kabupaten kota. Yang jantung, yang paru-paru, yang kanker, yang struk, bedah syaraf, bedah ortopedi,” sambungnya.

Baca Juga:  Anne Ratna Mustika Ungkap Luka dan Fitnah di Balik Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Bukan hanya itu, Jabar Istimewa juga memastikan jika provinsi ini memiliki lingkungan yang baik, masyarakatnya memiliki rumah layak huni, dan fasilitas publik seperti jalan yang mulus.

“Itu istimewa. Yang disebut istimewa itu adalah masyarakatnya sudah tidak ada lagi ada yang BAB di depan rumah. Di saluran kecil semua punya sanitasi lingkungan yang memadai, tidak ada rumah roboh, tidak ada lagi rumah yang tidak ada listriknya, tidak ada lagi jalan bolong,” tuturnya.

“Kalau bahasa Kangdul, istimewa itu adalah jalannya mulus, sakolna aralus, rakyatna ka urus. Itu lah istimewa totalitas,” tambahnya.

Di sisi lain, Dedi memastikan kehadirannya di kantor DPW Persis Jabar ini bukan untuk meminta dukungan dalam Pilgub Jabar nanti.

Baca Juga:  Survei Ridwan Kamil Tinggi di Jabar, Golkar Tetap Siapkan Calon Lain Jika RK ke DKI

“Saya tidak minta dukungan. Saya tidak akan minta dukungan pada lembaga-lembaga keagamaan. Karena saya tidak mau menodai kesucian lembaga agama yang harus berpegang teguh pada amar ma’ruf nahi munkar,” katanya.

Sebagai mantan aktivis, kata Dedi, dirinya membahas terkait dengan pendidikan anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

“Saya tahun 90-an aktivis mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam. Jadi biasa membuat pelatihan-pelatihan dasar kepemimpinan bagi
anggota,” ungkapnya.

Dedi menilai, pengembangan pendidikan tidak hanya terbatas secara eksklusif di internal saja, namun juga terbuka untuk eksternal.

“Pada keluarga besar Persis harus mulai terbuka pada semua orang untuk bersekolah di sini dengan sistem yang memadai,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pilgub Jabar PPDB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.