Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya

Kamis, 24 September 2026 21:53 WIB

Dramatis! Indonesia Tumbangkan China 3-2, Emas Pertama Asian Games 2026 Akhirnya Datang

Kamis, 24 September 2026 21:48 WIB

Tampil Beda di Kancah Asia Tenggara, Ini Filosofi dan Harga Resmi Jersey Anyar Persib

Kamis, 24 September 2026 20:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya
  • Dramatis! Indonesia Tumbangkan China 3-2, Emas Pertama Asian Games 2026 Akhirnya Datang
  • Tampil Beda di Kancah Asia Tenggara, Ini Filosofi dan Harga Resmi Jersey Anyar Persib
  • Geger Video Biduan Joget di Teras Masjid Tasikmalaya Pasca Maulid Nabi, Begini Fakta Sebenarnya
  • Kevin Diks hingga Emil Audero, Skuad Mewah Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup
  • 7 Laga Menanti Persib Usai Jeda Internasional, Igor Tolic Soroti Mental Pemain
  • Cek PKH September 2026 Sekarang, Hanya Modal NIK KTP Bisa Tahu Status Bansos
  • Bikin Geram! Mutawif Umrah Nyinyirin Jemaah Lansia, Kena Skakmat Telak Satu Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 25 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hentikan Isu Sesat! Stop Adu Domba Prabowo dan Jokowi

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 08:34 WIB2 Mins Read
Prabowo dan Jokowi
Momen Kemesraan Prabowo dan Jokowi saat Upacara HUT ke-79 RI di IKN. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang aksi yang terjadi belakangan ini sejatinya merupakan bentuk ekspresi kekecewaan rakyat terhadap DPR RI dan pemerintah. Massa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka, bukan untuk mempermainkan isu politik elite.

Namun, sayangnya, di tengah gejolak tersebut, muncul narasi yang mencoba mengaitkan aksi protes dengan perseteruan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo. Framing semacam ini dinilai hanya memperkeruh suasana.

Sekretaris Jenderal Gibranku, Pangeran Mangkubumi, menegaskan bahwa narasi tersebut sengaja diarahkan untuk membenturkan dua figur besar.

“Kami mencermati adanya narasi-narasi yang sengaja dibentuk untuk menciptakan dikotomi antara Presiden Prabowo dan mantan Presiden Jokowi, seolah ada kepentingan tersembunyi yang dimainkan oleh Gibran maupun PSI. Ini bukan hanya absurd, tapi juga merupakan bentuk manipulasi yang merendahkan kecerdasan publik. Narasi-narasi itu harus dihentikan,” ujar Pangeran dalam keterangannya, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga:  Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kalbar, Presiden Prabowo Perintahkan Mobilisasi 1.500 Pasukan dan Helikopter Boom

Tuduhan Peran Ganda Gibran Dinilai Tak Berdasar

Ia menilai, tuduhan bahwa Gibran atau PSI tengah menjalankan peran ganda hanyalah tafsir politik yang dibangun tanpa dasar objektif. Bahkan, Pangeran menuding ada skenario soft character assassination yang diarahkan untuk menggagalkan konsolidasi nasional yang sedang dibangun di level elite.

“Jika ada yang berfikir Gibran menjadi simbol oposisi dalam diam, tentu itu artinya mereka keliru dalam membaca peta. Gibran adalah bagian dari pemerintahan yang sah, tidak ada motif ganda, tidak ada agenda tersembunyi. Gibran merupakan bagian dari sistem, bukan bermain dibaliknya,” tegasnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dianugerahi Tanda Kehormatan Tertinggi dari Pemerintah Peru

Hubungan Prabowo–Jokowi Bukan Konflik, Melainkan Estafet

Pangeran juga mengingatkan bahwa hubungan antara Prabowo dan Jokowi tidak bisa dipandang sebagai persaingan tersembunyi, melainkan sebuah kesinambungan kepemimpinan bangsa.

“Kita sedang menyaksikan peralihan yang dewasa, pergantian tongkat estafet kepemimpinan antar dua negarawan, bukan pertarungan tersembunyi. Menempatkan mantan Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo dalam dua kutub yang saling meniadakan adalah kegagalan memahami arah sejarah bangsa,” ucapnya.

Ajak Publik Tidak Terjebak Politik Ilusi

Baca Juga:  Sinyal Kuat Dedi Mulyadi Maju di Pilgub Jabar, Prabowo Perintahkan Tingkatkan Elektabilitas

Ia kemudian mengajak publik untuk tidak larut dalam “politik ilusi” yang hanya menjual drama namun miskin realitas. Menurutnya, loyalitas barisan Jokowi terhadap kepemimpinan Prabowo adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat digoyahkan oleh framing media sosial ataupun opini sesaat.

“Jangan biarkan emosi sesaat mengaburkan kepercayaan kita pada proses hukum dan kerja negara. Di tengah hiruk-pikuk opini dan narasi yang saling bersilang, kedewasaan kita sebagai warga negara diuji bukan untuk saling curiga, tetapi untuk tetap percaya bahwa kebenaran akan menemukan jalannya,” tutup Pangeran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya

Geger Video Biduan Joget di Teras Masjid Tasikmalaya Pasca Maulid Nabi, Begini Fakta Sebenarnya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek PKH September 2026 Sekarang, Hanya Modal NIK KTP Bisa Tahu Status Bansos

Bikin Geram! Mutawif Umrah Nyinyirin Jemaah Lansia, Kena Skakmat Telak Satu Indonesia

Tanjakan Ekstrem Jembatan Bodogol Kembali Bikin Lalu Lintas Tersendat, Portal Belum Terpasang

Pengakuan Anggota Ombudsman Temukan ‘Klaster Mewah’ Berfasilitas Vila hingga Kulkas Berisi Miras di Lapas Cibinong

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.