Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dosen Ini Gunakan Trik untuk Bongkar 32 Mahasiswa yang Ketahuan Menyontek Pakai AI

Sabtu, 1 Agustus 2026 21:57 WIB

Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 21:15 WIB

Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap

Sabtu, 1 Agustus 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dosen Ini Gunakan Trik untuk Bongkar 32 Mahasiswa yang Ketahuan Menyontek Pakai AI
  • Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
  • Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap
  • Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!
  • Duka Bertubi-tubi Hantam Pas Band, Kehilangan Beruntun dari Istri Personel hingga Trisnoize
  • Rumor Jay Idzes Diincar PSG, Benarkah Ada Ketertarikan dari Raksasa Prancis?
  • Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung
  • Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hentikan Isu Sesat! Stop Adu Domba Prabowo dan Jokowi

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 08:34 WIB2 Mins Read
Prabowo dan Jokowi
Momen Kemesraan Prabowo dan Jokowi saat Upacara HUT ke-79 RI di IKN. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang aksi yang terjadi belakangan ini sejatinya merupakan bentuk ekspresi kekecewaan rakyat terhadap DPR RI dan pemerintah. Massa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka, bukan untuk mempermainkan isu politik elite.

Namun, sayangnya, di tengah gejolak tersebut, muncul narasi yang mencoba mengaitkan aksi protes dengan perseteruan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo. Framing semacam ini dinilai hanya memperkeruh suasana.

Sekretaris Jenderal Gibranku, Pangeran Mangkubumi, menegaskan bahwa narasi tersebut sengaja diarahkan untuk membenturkan dua figur besar.

“Kami mencermati adanya narasi-narasi yang sengaja dibentuk untuk menciptakan dikotomi antara Presiden Prabowo dan mantan Presiden Jokowi, seolah ada kepentingan tersembunyi yang dimainkan oleh Gibran maupun PSI. Ini bukan hanya absurd, tapi juga merupakan bentuk manipulasi yang merendahkan kecerdasan publik. Narasi-narasi itu harus dihentikan,” ujar Pangeran dalam keterangannya, Rabu (3/9/2025).

Tuduhan Peran Ganda Gibran Dinilai Tak Berdasar

Ia menilai, tuduhan bahwa Gibran atau PSI tengah menjalankan peran ganda hanyalah tafsir politik yang dibangun tanpa dasar objektif. Bahkan, Pangeran menuding ada skenario soft character assassination yang diarahkan untuk menggagalkan konsolidasi nasional yang sedang dibangun di level elite.

“Jika ada yang berfikir Gibran menjadi simbol oposisi dalam diam, tentu itu artinya mereka keliru dalam membaca peta. Gibran adalah bagian dari pemerintahan yang sah, tidak ada motif ganda, tidak ada agenda tersembunyi. Gibran merupakan bagian dari sistem, bukan bermain dibaliknya,” tegasnya.

Hubungan Prabowo–Jokowi Bukan Konflik, Melainkan Estafet

Pangeran juga mengingatkan bahwa hubungan antara Prabowo dan Jokowi tidak bisa dipandang sebagai persaingan tersembunyi, melainkan sebuah kesinambungan kepemimpinan bangsa.

“Kita sedang menyaksikan peralihan yang dewasa, pergantian tongkat estafet kepemimpinan antar dua negarawan, bukan pertarungan tersembunyi. Menempatkan mantan Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo dalam dua kutub yang saling meniadakan adalah kegagalan memahami arah sejarah bangsa,” ucapnya.

Ajak Publik Tidak Terjebak Politik Ilusi

Ia kemudian mengajak publik untuk tidak larut dalam “politik ilusi” yang hanya menjual drama namun miskin realitas. Menurutnya, loyalitas barisan Jokowi terhadap kepemimpinan Prabowo adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat digoyahkan oleh framing media sosial ataupun opini sesaat.

“Jangan biarkan emosi sesaat mengaburkan kepercayaan kita pada proses hukum dan kerja negara. Di tengah hiruk-pikuk opini dan narasi yang saling bersilang, kedewasaan kita sebagai warga negara diuji bukan untuk saling curiga, tetapi untuk tetap percaya bahwa kebenaran akan menemukan jalannya,” tutup Pangeran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo Rakyat isu politik Joko Widodo Politik Nasional Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.