Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Sabtu, 2 Mei 2026 13:03 WIB

Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Sabtu, 2 Mei 2026 11:25 WIB

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK

Sabtu, 2 Mei 2026 10:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu
  • Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur
  • Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK
  • Surganya ‘Hidden Gem’! 8 Wisata Curug Hits di Bandung Raya untuk Healing Akhir Pekan
  • Borong Item Sultan! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 2 Mei 2026, Ada Skin M1887 & Diamond Gratis
  • Di Balik Layar Kemenangan Persib: Kemarahan Bojan Hodak Ubah Lesu Jadi Ledakan Gol di Markas Bhayangkara
  • MERINDING! Setelah Ramalan ‘Ular Besi’ Terbukti, Tirta Siregar Kini Beri Sinyal untuk Jawa Barat
  • Rumor Transfer Persib: 4 Winger Ganas dan 1 Kiper Tangguh Ini Jadi Buruan Utama Bobotoh, Siapa Saja?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hentikan Isu Sesat! Stop Adu Domba Prabowo dan Jokowi

By Aga GustianaRabu, 3 September 2025 08:34 WIB2 Mins Read
Prabowo dan Jokowi
Momen Kemesraan Prabowo dan Jokowi saat Upacara HUT ke-79 RI di IKN. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang aksi yang terjadi belakangan ini sejatinya merupakan bentuk ekspresi kekecewaan rakyat terhadap DPR RI dan pemerintah. Massa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka, bukan untuk mempermainkan isu politik elite.

Namun, sayangnya, di tengah gejolak tersebut, muncul narasi yang mencoba mengaitkan aksi protes dengan perseteruan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo. Framing semacam ini dinilai hanya memperkeruh suasana.

Sekretaris Jenderal Gibranku, Pangeran Mangkubumi, menegaskan bahwa narasi tersebut sengaja diarahkan untuk membenturkan dua figur besar.

“Kami mencermati adanya narasi-narasi yang sengaja dibentuk untuk menciptakan dikotomi antara Presiden Prabowo dan mantan Presiden Jokowi, seolah ada kepentingan tersembunyi yang dimainkan oleh Gibran maupun PSI. Ini bukan hanya absurd, tapi juga merupakan bentuk manipulasi yang merendahkan kecerdasan publik. Narasi-narasi itu harus dihentikan,” ujar Pangeran dalam keterangannya, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga:  Profil Djamari Chaniago, Jejak Militer dan Kontroversi Sosok Calon Menko Polkam

Tuduhan Peran Ganda Gibran Dinilai Tak Berdasar

Ia menilai, tuduhan bahwa Gibran atau PSI tengah menjalankan peran ganda hanyalah tafsir politik yang dibangun tanpa dasar objektif. Bahkan, Pangeran menuding ada skenario soft character assassination yang diarahkan untuk menggagalkan konsolidasi nasional yang sedang dibangun di level elite.

“Jika ada yang berfikir Gibran menjadi simbol oposisi dalam diam, tentu itu artinya mereka keliru dalam membaca peta. Gibran adalah bagian dari pemerintahan yang sah, tidak ada motif ganda, tidak ada agenda tersembunyi. Gibran merupakan bagian dari sistem, bukan bermain dibaliknya,” tegasnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Serukan Persatuan Negara Muslim di KTT D-8

Hubungan Prabowo–Jokowi Bukan Konflik, Melainkan Estafet

Pangeran juga mengingatkan bahwa hubungan antara Prabowo dan Jokowi tidak bisa dipandang sebagai persaingan tersembunyi, melainkan sebuah kesinambungan kepemimpinan bangsa.

“Kita sedang menyaksikan peralihan yang dewasa, pergantian tongkat estafet kepemimpinan antar dua negarawan, bukan pertarungan tersembunyi. Menempatkan mantan Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo dalam dua kutub yang saling meniadakan adalah kegagalan memahami arah sejarah bangsa,” ucapnya.

Baca Juga:  Pekerja Gagal Terima BSU Rp600 Ribu Oktober 2025, Ini Alasannya

Ajak Publik Tidak Terjebak Politik Ilusi

Ia kemudian mengajak publik untuk tidak larut dalam “politik ilusi” yang hanya menjual drama namun miskin realitas. Menurutnya, loyalitas barisan Jokowi terhadap kepemimpinan Prabowo adalah sesuatu yang mutlak dan tidak dapat digoyahkan oleh framing media sosial ataupun opini sesaat.

“Jangan biarkan emosi sesaat mengaburkan kepercayaan kita pada proses hukum dan kerja negara. Di tengah hiruk-pikuk opini dan narasi yang saling bersilang, kedewasaan kita sebagai warga negara diuji bukan untuk saling curiga, tetapi untuk tetap percaya bahwa kebenaran akan menemukan jalannya,” tutup Pangeran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo Rakyat isu politik Joko Widodo Politik Nasional Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.