Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Struktur batu megalitikum di situs Gunung Padang Cianjur

Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 17 Juni 2026 06:00 WIB

Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif

Rabu, 17 Juni 2026 05:00 WIB

Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas

Rabu, 17 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menawan dan Sejuk, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Hits di Cianjur yang Wajib Dikunjungi
  • Cara Memasukkan Kode Redeem FF Terbaru Juni 2026, Ini Strategi Klaim Hadiah Skin Gratis Paling Efektif
  • Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

IDI Jabar Siap Tindak Dokter Terduga Pelaku Pelecehan di RSHS, Tunggu Hasil Penyidikan Polisi

By Aga GustianaRabu, 9 April 2025 12:51 WIB2 Mins Read
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Foto: Dok. RSHS.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Barat akhirnya buka suara terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menggemparkan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kasus ini diduga melibatkan seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjajaran sebagai pelaku, dengan korban seorang penunggu pasien di rumah sakit ternama tersebut.

Ketua IDI Jawa Barat, dr. Moh Luthfi, menyatakan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk tidak mengambil langkah reaktif dan akan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian. Hal ini disampaikan dr. Luthfi kepada awak media di Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/4/2025).

“Terkait berita di atas, kami dari IDI Wilayah Jawa Barat, saya mendapatkan informasi bahwa kasusnya tampaknya kasus pidana dan sedang ditangani oleh kepolisian sehingga tampaknya kami menunggu dulu hasil penyelidikan dari kepolisian,” tegas dr. Luthfi.

Baca Juga:  Idaman Mahasiswa, Ini Dia Kuliner Masakan Sunda Murah Meriah di Bandung

Meski demikian, IDI Jawa Barat tidak akan tinggal diam jika terduga pelaku terbukti bersalah secara hukum. Dr. Luthfi memastikan bahwa aspek etik profesi kedokteran terhadap pelaku akan tetap diproses oleh Majelis Etika Kedokteran IDI Jawa Barat. Namun, proses etik ini akan dilakukan setelah penyelidikan awal oleh kepolisian rampung.

Baca Juga:  Nikmati Hidangan Laut Otentik dan Segar di Kurnia Seafood Bandung

“Terkait dengan profesi yang bersangkutan sebagai dokter, kami akan melakukan pembahasan di Majelis Etika Kedokteran IDI Jawa Barat, untuk dilakukan tindak lanjut terhadap masalah di atas, namun menunggu dulu proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” pungkas dr. Luthfi.

Sebelumnya, kabar mengenai penangkapan terduga pelaku pelecehan seksual di RSHS Bandung oleh Polda Jawa Barat telah beredar luas di media massa. Penangkapan tersebut dikabarkan terjadi sebelum perayaan Lebaran 2025.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, saat dikonfirmasi, belum memberikan detail lengkap terkait kasus sensitif ini. Namun, ia membenarkan bahwa seluruh proses penyelidikan telah berjalan secara komprehensif. Pihaknya juga mengungkapkan telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk obat bius dan kondom.

Baca Juga:  Rekomendasi Wisata di Pangalengan Bandung, Jalan di Atas Awan dan Hamparan Kebun Teh

Kombes Pol Surawan menjanjikan akan memberikan keterangan pers secara lebih detail dalam waktu dekat. Kasus ini mencuat ke publik setelah korban memberanikan diri menceritakan pengalaman pahitnya melalui media sosial, yang kemudian memicu perhatian luas dan tindakan cepat dari pihak kepolisian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Dokter pelecehan RSHS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • demo dprd jabar
    Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.