Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung

Sabtu, 1 Agustus 2026 15:20 WIB

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 14:40 WIB

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Sabtu, 1 Agustus 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung
  • Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup
  • Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok
  • Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ini Alasan Ilmiah Kuntilanak Berjenis Kelamin Perempuan

By Aga GustianaMinggu, 12 Januari 2025 18:28 WIB3 Mins Read
Penampakan kuntilanak. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah-kisah mengenai kuntilanak tak cuma cerita dari mulut ke mulut, tapi digambarkan juga dalam film-film dan kisah horor lainnya.

Kuntilanak ini kerap digambarkan sebagai sosok perempuan yang mati penasaran dan rohnya bergentayangan untuk mencari keadilan.

Menurut pakar, kuntilanak kerap digambarkan sebagai perempuan karena perannya sebagai penghubung dunia nyata dengan ruh di era animisme.

Seperti dalam sebuah studi yang berjudul ‘Kuntilanak Ghost Narratives and Malay Modernity in Pontianak, Indoesia’ milik Timo Duile, antropolog dari Departemen Kajian Asia Tenggara di Bonn University, Jerman, menguak bahwa kehadiran cerita kuntilanak berkaitan dengan pendirian Kota Pontianak.

Dalam kajian tersebut dijelaskan pendirian Kota Pontianak bermula dari kedatangan bangsawan keturunan Arab bernama Syarif Abdurrahim pada 1771.

Syarif diberi tugas menjadikan kota ini sebagai benteng melawan para perompak (Hasanuddin 2014: 21-22).

Tantangan lainnya adalah kondisi Pontianak yang masih berupa rawa-rawa dan hutan lebat.

Maka, tidak heran ada yang mengklaim bahwa nama ‘Pontianak’ berasal dari bahasa Melayu ‘pon ti’ atau pohon tinggi (Asma 2013:xxxiii). Hal ini sejalan dengan interpretasi narasi kuntilanak; pohon tinggi sering diasosiasikan dengan arwah di pedesaaan Kalimantan Barat.

Senada, buku ‘Pontianak heritage dan beberapa yang berciri khas Pontianak’, nama Pontianak berasal dari hantu Kuntilanak, atau hantu perempuan, yang diklaim banyak di pertemuan Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak.

“Cerita bermula saat rombongan Syarif Abdurrahim tiba di kawasan itu. Mereka melihat banyak gangguan dan suara yang menakutkan. Gangguan tersebut dianggap sebagai hantu jahat, sebagai hantu kuntilanak dan membuat takut orang-orang di atas perahu,” dikutip dari buku tersebut.

“Keesokan harinya, mereka tidak melanjutkan perjalanan […]. Maka, sebagai alat pengusir hantu, Syarif Abdurrahim menembakkan meriam.

Selain itu, dalam sebuah tulisan berjudul Monsterisasi Perempuan dan Monoteisme: Sebuah Perspektif Longue Duree di Jurnal Perempuan mengungkap sosok perempuan menyeramkan itu tak lepas dari fenomena kepercayaan masa lalu. Tulisan itu ditulis oleh aktivis perempuan bernama Nadya Karima Melati.

Ia mengutip pendapat antropolog Jeannette Marie Maego dan Alan Howard dalam buku Spirits in Culture History and Mind (1996).

“Menurut mereka, kehadiran monoteisme tidak ingin menghilangkan sosok dan relasi masyarakat dengan roh [spirits] sebagai kepercayaan asli mereka secara total, namun mengubah peran roh dalam masyarakat dan menjadikannya monster/hantu,” tulis Nadya.

Ia menuturkan pada masa pra-agama monoteisme perempuan jadi penyambung komunikasi antara roh dan manusia.

“Dalam kepercayaan lokal sebelum kehadiran agama monoteis, roh hidup berdampingan dan saling berkomunikasi. Roh berbeda dengan dewa yang memiliki kekuatan. Roh pada umumnya memiliki berbagai sifat sebagaimana manusia pada umumnya: ada yang baik, ada yang jahat atau ada yang netral,” tuturnya.

“Untuk itu dibutuhkan perantara dari dunia manusia untuk bisa berkomunikasi dengan dunia roh. Perantara tersebut adalah sosok yang sakti seperti perempuan, sebab mereka menstruasi atau sosok dengan identitas harmonis seperti bissu (rohaniawan, red),” lanjut dia.

Ia menambahkan konsep ketuhanan dalam agama monoteisme seperti Islam dan Kristen merupakan konsep yang “maskulin, menggeser kemudian menghancurkan kepercayaan lokal yang berhubungan dengan roh dan alam.”

“Kehadiran monoteisme menolak adanya sosok spiritual lain selain Tuhan. Monoteisme mengganti peran dewa-dewi menjadi sosok panteon, santa atau manusia super. Sementara roh dengan posisi yang setara manusia bergeser menjadi hantu/monster,” jelas dia.

Monoteisme ikut menggeser makna upacara-upacara kepercayaan yang menggunakan metode komunikasi dengan roh seperti kegiatan yang berhubungan dengan proses transenden menjadi “kesurupan”.

Hasilnya, peran perempuan yang sebelumnya sebagai perantara roh berubah menjadi dukun atau penyihir. Pasalnya, perempuan “mampu berkomunikasi dan memerintahkan roh”.

“Perempuan dianggap sebagai sosok yang lemah dan mudah dirasuki oleh roh jahat, atau roh jahat itu berwujud seperti perempuan,” ujar Nadya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ilmiah kuntilanak perempuan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia

Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.