Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Senin, 3 Agustus 2026 09:00 WIB
Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Senin, 3 Agustus 2026 08:23 WIB

Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap

Senin, 3 Agustus 2026 08:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
  • Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN
  • Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap
  • Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal
  • Prediksi Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Momentum Skuad Garuda Jegal Langkah Golden Star Warriors
  • Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026
  • Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Isu Jual Saham BIJB Kertajati Menguat, Dedi Mulyadi Ajukan Opsi Tak Terduga

By Aga GustianaSenin, 26 Januari 2026 11:16 WIB4 Mins Read
Bandara Husein
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Isu tersebut menyebutkan adanya rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melepas kepemilikan saham bandara. Dedi menegaskan, informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Menurut Dedi, tidak pernah ada rencana penjualan saham BIJB Kertajati. Pembahasan yang saat ini berlangsung justru berkaitan dengan opsi tukar guling aset (ruislag) antara Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat, sebagai solusi atas beban keuangan daerah yang terus meningkat.

“Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas. Pemerintah pusat, dalam hal ini Pak Presiden, melihat ada beban fiskal APBD provinsi yang berat karena setiap tahun harus mengeluarkan biaya operasional,” kata Dedi, Jumat (23/1/2026).

Beban APBD dan Operasional Bandara

Dedi menjelaskan, hingga kini BIJB Kertajati belum mampu menopang operasionalnya secara mandiri. Aktivitas penerbangan yang belum konsisten membuat bandara tersebut masih bergantung pada suntikan anggaran dari APBD Jawa Barat setiap tahun.

“Kepastian Kertajati bisa beroperasi dengan baik dan menghasilkan uang untuk operasional itu sampai sekarang belum terlihat,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang perlunya pembahasan lebih serius dengan pemerintah pusat terkait arah dan masa depan pengelolaan BIJB Kertajati.

Transportasi Dinilai Belum Terintegrasi

Selain persoalan fiskal, Dedi juga menyinggung belum sinkronnya kebijakan transportasi nasional. Ia menilai upaya mendorong optimalisasi Kertajati tidak sejalan dengan realitas pilihan transportasi masyarakat.

“Ada sesuatu yang aneh. Satu sisi kita dorong ke Kertajati, tapi di sisi lain ada Whoosh, kemudian Halim tetap buka. Ya, orang pasti pilih Halim dibanding Kertajati,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Kertajati sulit berkembang maksimal jika tidak dibarengi penataan kebijakan transportasi secara menyeluruh.

Usulan Kertajati Jadi Kawasan Strategis Nasional

Melihat situasi tersebut, Dedi mengusulkan perubahan fungsi kawasan Kertajati agar memiliki peran strategis baru. Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Saya mengusulkan kawasan Kertajati menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Ini mendapat respons positif, sehingga Presiden memiliki harapan Kertajati menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara,” ungkap Dedi.

Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan nasional dan berpotensi mengoptimalkan kawasan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Komunikasi Intensif dengan Pemerintah Pusat

Dedi memastikan komunikasi dengan pemerintah pusat terus berjalan. Ia mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi negara untuk membahas opsi-opsi pengelolaan ke depan.

“Saya sudah bertemu Mensesneg, juga sudah berkoordinasi dengan Menhan, tinggal menunggu opsinya saja,” katanya.

Saat ini, Pemprov Jawa Barat masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat terkait arah kebijakan yang akan diambil.

Skema Tukar Guling Aset Jadi Opsi Utama

Dalam pembahasan tersebut, Pemprov Jawa Barat mengajukan skema tukar guling aset sebagai solusi. Melalui skema ini, BIJB Kertajati diusulkan menjadi aset pemerintah pusat.

Sebagai gantinya, Pemprov Jawa Barat mengajukan pengelolaan Bandara Husein Sastranegara, kawasan PT Dirgantara Indonesia (PT DI), serta wilayah sekitarnya.

“Opsi saya adalah tukar aset. Husein, PT DI, dan sekitarnya diserahkan ke Pemprov, sedangkan Kertajati diserahkan ke pemerintah pusat,” ujar Dedi.

Husein Dinilai Lebih Siap Dikelola

Dedi menilai Bandara Husein Sastranegara memiliki keunggulan dari sisi kesiapan infrastruktur sehingga lebih cepat untuk dikembangkan kembali.

“Kita tinggal memperkuat dan memodernisasi Husein. Tidak butuh waktu lama untuk membenahinya. Misalnya, jika landasan pacu ditambah, dalam waktu singkat pasti ramai,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa wacana tersebut sama sekali bukan penjualan aset daerah.

“Bukan jual aset, tapi tukar. Jadi kita mengelola Husein, Kertajati diserahkan ke pusat,” tegasnya.

Terkait perbedaan nilai aset, Dedi menyebut persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme penilaian profesional.

“Tinggal dihitung saja, kan nilai aset di Bandung berbeda. Itu bisa dihitung lewat appraisal, gampang karena ini urusan sesama pemerintah,” ucapnya.

Menanti Keputusan Akhir

Hingga kini, Pemprov Jawa Barat masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait kelanjutan skema tersebut.

“Saya menunggu pusat. Namun dari Mensesneg sudah ada sinyal, saya sudah diminta bertemu dengan salah satu direktur di sana,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandara Kertajati BIJB Kertajati Dedi Mulyadi Isu Jual Saham Pemprov Jawa Barat Tukar Aset
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.