Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Isu Jual Saham BIJB Kertajati Menguat, Dedi Mulyadi Ajukan Opsi Tak Terduga

By Aga GustianaSenin, 26 Januari 2026 11:16 WIB4 Mins Read
Bandara Husein
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Isu tersebut menyebutkan adanya rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melepas kepemilikan saham bandara. Dedi menegaskan, informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Menurut Dedi, tidak pernah ada rencana penjualan saham BIJB Kertajati. Pembahasan yang saat ini berlangsung justru berkaitan dengan opsi tukar guling aset (ruislag) antara Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat, sebagai solusi atas beban keuangan daerah yang terus meningkat.

“Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas. Pemerintah pusat, dalam hal ini Pak Presiden, melihat ada beban fiskal APBD provinsi yang berat karena setiap tahun harus mengeluarkan biaya operasional,” kata Dedi, Jumat (23/1/2026).

Beban APBD dan Operasional Bandara

Dedi menjelaskan, hingga kini BIJB Kertajati belum mampu menopang operasionalnya secara mandiri. Aktivitas penerbangan yang belum konsisten membuat bandara tersebut masih bergantung pada suntikan anggaran dari APBD Jawa Barat setiap tahun.

“Kepastian Kertajati bisa beroperasi dengan baik dan menghasilkan uang untuk operasional itu sampai sekarang belum terlihat,” ujarnya.

Baca Juga:  Berani Kritik Dedi Mulyadi, Remaja Cantik Ini Jadi Korban Bully di Medsos

Kondisi tersebut menjadi latar belakang perlunya pembahasan lebih serius dengan pemerintah pusat terkait arah dan masa depan pengelolaan BIJB Kertajati.

Transportasi Dinilai Belum Terintegrasi

Selain persoalan fiskal, Dedi juga menyinggung belum sinkronnya kebijakan transportasi nasional. Ia menilai upaya mendorong optimalisasi Kertajati tidak sejalan dengan realitas pilihan transportasi masyarakat.

“Ada sesuatu yang aneh. Satu sisi kita dorong ke Kertajati, tapi di sisi lain ada Whoosh, kemudian Halim tetap buka. Ya, orang pasti pilih Halim dibanding Kertajati,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Kertajati sulit berkembang maksimal jika tidak dibarengi penataan kebijakan transportasi secara menyeluruh.

Usulan Kertajati Jadi Kawasan Strategis Nasional

Melihat situasi tersebut, Dedi mengusulkan perubahan fungsi kawasan Kertajati agar memiliki peran strategis baru. Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Saya mengusulkan kawasan Kertajati menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Ini mendapat respons positif, sehingga Presiden memiliki harapan Kertajati menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara,” ungkap Dedi.

Baca Juga:  Banjir Bogor Makin Parah, Dedi Mulyadi Desak PTPN Stop Alih Fungsi Lahan

Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan nasional dan berpotensi mengoptimalkan kawasan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Komunikasi Intensif dengan Pemerintah Pusat

Dedi memastikan komunikasi dengan pemerintah pusat terus berjalan. Ia mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi negara untuk membahas opsi-opsi pengelolaan ke depan.

“Saya sudah bertemu Mensesneg, juga sudah berkoordinasi dengan Menhan, tinggal menunggu opsinya saja,” katanya.

Saat ini, Pemprov Jawa Barat masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat terkait arah kebijakan yang akan diambil.

Skema Tukar Guling Aset Jadi Opsi Utama

Dalam pembahasan tersebut, Pemprov Jawa Barat mengajukan skema tukar guling aset sebagai solusi. Melalui skema ini, BIJB Kertajati diusulkan menjadi aset pemerintah pusat.

Sebagai gantinya, Pemprov Jawa Barat mengajukan pengelolaan Bandara Husein Sastranegara, kawasan PT Dirgantara Indonesia (PT DI), serta wilayah sekitarnya.

“Opsi saya adalah tukar aset. Husein, PT DI, dan sekitarnya diserahkan ke Pemprov, sedangkan Kertajati diserahkan ke pemerintah pusat,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Husein Dinilai Lebih Siap Dikelola

Dedi menilai Bandara Husein Sastranegara memiliki keunggulan dari sisi kesiapan infrastruktur sehingga lebih cepat untuk dikembangkan kembali.

“Kita tinggal memperkuat dan memodernisasi Husein. Tidak butuh waktu lama untuk membenahinya. Misalnya, jika landasan pacu ditambah, dalam waktu singkat pasti ramai,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa wacana tersebut sama sekali bukan penjualan aset daerah.

“Bukan jual aset, tapi tukar. Jadi kita mengelola Husein, Kertajati diserahkan ke pusat,” tegasnya.

Terkait perbedaan nilai aset, Dedi menyebut persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme penilaian profesional.

“Tinggal dihitung saja, kan nilai aset di Bandung berbeda. Itu bisa dihitung lewat appraisal, gampang karena ini urusan sesama pemerintah,” ucapnya.

Menanti Keputusan Akhir

Hingga kini, Pemprov Jawa Barat masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait kelanjutan skema tersebut.

“Saya menunggu pusat. Namun dari Mensesneg sudah ada sinyal, saya sudah diminta bertemu dengan salah satu direktur di sana,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandara Kertajati BIJB Kertajati Dedi Mulyadi Pemprov Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.