bukamata.id – Lini serang Persib Bandung kembali menjadi pusat perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Jelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027, klub berjuluk Pangeran Biru tersebut santer dikabarkan tengah berburu penyerang impor baru untuk memperkuat kedalaman skuad.
Rumor perburuan bomber ini mencuat seiring derasnya desakan evaluasi terhadap legiun asing asal Brasil, Ramon de Andrade Souza alias Ramon Tanque. Performa sang pemain sepanjang laga persiapan pramusim dinilai sebagian pihak belum memenuhi harapan tinggi publik Bandung.
Skenario Peminjaman dan Isu Komposisi Skuad
Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa opsi paling realistis bagi manajemen saat ini adalah meminjamkan Ramon Tanque ke klub lain. Jika skenario tersebut terwujud, slot legiun asing di lini depan bakal kosong dan dapat diisi oleh amunisi baru.
Meski demikian, hingga saat ini manajemen Persib Bandung belum mengeluarkan rilis atau konfirmasi resmi terkait status keberlanjutan kontrak maupun rencana pelepasan sang striker.
Respons Pengamat: Faktor Sepak Bola Modern
Isu mengenai durasi kontrak dua tahun Ramon Tanque turut memicu tanggapan dari pengamat sepak bola Bandung, Eko Noer Kristiyanto (Eko Maung). Dalam dialog bersama akun Instagram @intersep_persib, ia menilai keputusan perekrutan pemain saat ini tidak melulu diukur dari performa teknis di atas lapangan semata.
Ia mencontohkan langkah strategis Persib di masa lalu saat mendatangkan nama-nama besar seperti Michael Essien, Layvin Kurzawa, hingga Carlton Cole.
“Jadi bukan saatnya lagi kita bilang benar atau salah, yang pertama itu bukan otoritas kita yang kedua udah kejadian dikontrak 2 tahun. Jadi kita coba memahami aja, di era sepakbola modern kalau kita ngontrak pemain kadang-kadang kita tuh enggak semata bicara tentang kontribusi buat tim aja,” jelas Eko Maung pada unggahan Jumat (7/8/2026).
Eko menambahkan bahwa elemen lain seperti daya tarik pemasaran (marketability), pengaruh media sosial (engagement), relasi antarklub, hingga insting taktis pelatih Igor Tolic menjadi bagian penting dari kalkulasi manajemen.
“Jadi mungkin ada kepercayaan lah, jadi pelatih itu kadang-kadang punya insting yang enggak dimiliki orang-orang awam ya, mungkin fase dia ngasih pembuktikan Igor Tolic masih bisa tunggu,” sambungnya.
Di samping itu, Eko sempat berseloroh mengenai kehidupan sang pemain jika nantinya benar-benar dipinjamkan namun tetap berdomisili di Bandung untuk menikmati fasilitas kota.
“Misalkan Ramon dipinjamkan ada untungnya? Saya yakin misalkan dipinjamkan, Pilates mau di mana atuh ada di Ciamis itu Pilates? Jadi perlu di Bandung, kamu di Bandung nikmatin aja, plesir lah, nge-gym, Pilates ibu-ibu, zumba-zumba kudu ikut kelas zumba si Ramon,” kelakar Eko.
Sorotan Bobotoh Pasca-Piala Presiden 2026
Gelombang kritik dari suporter kian nyaring usai Persib gagal membawa pulang trofi Piala Presiden 2026. Dalam laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026), Maung Bandung harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya lewat adu penalti dengan skor 5-6 setelah bermain imbang 1-1 hingga extra time.
Meskipun Ramon sukses mengeksekusi tugasnya sebagai penendang penalti, hal tersebut belum cukup meredam gelombang ketidakpuasan. Sejumlah unggahan di akun fans seperti @persibzone_id dibanjiri saran agar manajemen segera berbenah:
- Opsi Lepas: Menyarankan agar pemain dicari kesepakatan pemutusan kerja sama jika tidak ada grafik peningkatan.
- Opsi Pinjam: Mendorong skema peminjaman ke klub lain demi memberi ruang bagi juru gedor anyar yang lebih siap secara skema main.
Kebutuhan Tim Hadapi Agenda Padat
Penambahan striker berpengalaman menjadi krusial mengingat agenda padat yang menanti Pangeran Biru di musim 2026/2027. Selain mengarungi persaingan domestik Super League, Persib juga harus berlaga di fase play-off AFC Champions League Two.
Keputusan akhir terkait perombakan lini depan kini berada di tangan tim pelatih dan manajemen, yang hingga kini masih menyimpan rapat nama-nama incaran mereka.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









