bukamata.id – Badai jadwal padat yang melanda Persib Bandung sepanjang Oktober 2026 mulai memakan korban fisik para pemainnya. Gelandang andalan Maung Bandung, Thom Haye, melontarkan kritik terbuka terkait terbatasnya jeda pemulihan di tengah partisipasi tim pada berbagai ajang, termasuk turnamen anyar ASEAN Shopee Cup.
Agenda Pangeran Biru pada bulan ini memang sangat menguras stamina. Skuad asuhan Bojan Hodak itu dipaksa melakoni tujuh pertandingan sengit yang terbagi di tiga panggung berbeda: Super League, AFC Champions League Two (ACL Two), serta ASEAN Shopee Cup. Marathon laga ini diawali dari lawatan ke markas Port FC di Thailand pada 8 Oktober 2026.
Hanya berselang tiga hari usai laga tandang tersebut, Persib langsung menjamu Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat pada 11 Oktober. Pada laga tersebut, Pangeran Biru berhasil memaksakan skor imbang 2-2 usai tertinggal dua gol terlebih dahulu.
Tekanan belum reda karena hanya dalam jeda tiga hari berikutnya, Persib kembali harus merumput di Si Jalak Harupat untuk melayani tantangan klub asal Vietnam, The Cong-Viettel FC, pada matchday kedua Grup E ACL Two, 14 Oktober.
Thom Haye memahami bahwa tuntutan tampil di banyak ajang merupakan risiko kompetisi profesional. Kendati begitu, ia menyayangkan hadirnya turnamen tambahan yang tidak diimbangi dengan pembenahan fasilitas pendukung untuk menjaga stamina pemain.
“Begini, masalahnya, kami tahu apa yang harus kami hadapi sebagai pemain. Musim lalu, kami mencetak sejarah di Asia, kami sangat senang sebagai sebuah grup. Apakah kami benar-benar mendapat penghargaan untuk itu? Jadi, kami hanya benar-benar bangga,” ujar Thom, Senin (12/10/2026).
Soroti Fasilitas Klub dan Recovery Mandiri
Thom menyoroti perbedaan situasi musim ini. Selain mempertahankan konsistensi di kompetisi domestik dan Asia, masuknya Shopee Cup menambah beban perjalanan serta porsi tanding dengan jeda waktu yang kian berhimpitan.
“Dan kemudian musim ini, Shopee Cup ada ditambahkan bagi kami. Namun bagi kami sebagai satu grup, tidak ada yang berubah. Tidak ada fasilitas yang berubah. Kami tidak bermain di stadion kami sendiri. Kami bepergian kemana-mana,” katanya.
Eks gelandang Liga Belanda itu menegaskan bahwa kebugaran pemain kini berada di titik kritis. Jeda antarpertandingan yang terlalu singkat membuat upaya mengembalikan kondisi fisik ideal menjadi misi yang sangat sulit.
“Satu-satunya hal yang kami lakukan sekarang adalah berusaha untuk bugar di setiap pertandingan, dan itu hampir tidak mungkin. Hari ini, Anda lihat, para pemain yang berjuang, mereka harus keluar lagi, dalam tiga hari kami bermain lagi,” tutur Thom.
Bahkan secara blak-blakan, Thom mengaku lebih memilih menjalani terapi pemulihan secara pribadi di luar daripada mengandalkan sarana yang ada di dalam klub.
“Jika saya ingin pergi (untuk) latihan pemulihan, bagi saya lebih baik pergi ke tempat-tempat pribadi, daripada pergi ke klub, karena di klub saya tidak bisa menjalani pemulihan,” ucapnya.
Tujuh Laga dalam Rentang Tiga Pekan
Usai duel menghadapi The Cong-Viettel, ujian fisik Maung Bandung berlanjut tanpa henti. Pada 18 Oktober, Persib kembali mentas di Super League menjamu Persik Kediri. Empat hari berselang, 22 Oktober, mereka harus bertandang ke markas Madura United, sebelum meladeni tantangan Garudayaksa FC pada 26 Oktober.
Rangkaian agenda padat bulan Oktober bakal ditutup oleh bentrokan ACL Two melawan klub Australia, Melbourne Victory, pada 28 Oktober. Rata-rata jeda tanding yang hanya berkisar tiga hingga empat hari membuat rotasi pemain menjadi sangat krusial.
Bagi Thom, situasi marathon ini telah menggeser fokus analisis taktik menjadi sekadar memantau siapa saja amunisi yang tersisa dalam kondisi bugar.
“Jika Anda ingin menambahkan ajang seperti Shopee Cup, itu harusnya lebih baik, karena sekarang rasanya, untuk di pertandingan berikutnya kami tidak melihat bagaimana memainkan tim terbaik, tapi kami melihat siapa yang sehat,” kata Thom.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










