Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hadapi Dewa United, Persib Kejar Momentum di Tengah Jadwal Pertandingan yang Padat

Sabtu, 10 Oktober 2026 01:00 WIB
Pria Menonton Sendirian di Kamar

Daftar Lengkap Film Bioskop Terbaru Oktober 2026: Dari Lokal hingga Mancanegara

Jumat, 9 Oktober 2026 21:30 WIB

Cek Bansos 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP! Begini Cara Mengetahui Status Penerima

Jumat, 9 Oktober 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hadapi Dewa United, Persib Kejar Momentum di Tengah Jadwal Pertandingan yang Padat
  • Daftar Lengkap Film Bioskop Terbaru Oktober 2026: Dari Lokal hingga Mancanegara
  • Cek Bansos 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP! Begini Cara Mengetahui Status Penerima
  • Benteng Bandung Zoo Jebol Dihantam Minibus, Ternyata Ini Penyebabnya
  • Baru Hajar Port FC, Persib Langsung Dihadang Dewa United! Kondisi Maung Bandung Jadi Sorotan
  • Blak-blakan! Terseret Korupsi PT BDS Rp128 Miliar, Bupati Dadang Supriatna Buka-bukaan di Depan Dedi Mulyadi
  • Gang Saritem Disisir Polisi, Sabu Ditemukan dan Puluhan Orang Jalani Tes Urine
  • Saldo KKS Bansos Oktober 2026: Cek Nominal PKH Tahap 4 dan BPNT, Ini Caranya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jalani Hidup Komprehensif, UAH Tekankan Pentingnya Pahami Struktur Beragama

By Putra JuangJumat, 22 November 2024 16:00 WIB2 Mins Read
Ustadz Adi Hidayat. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan kajian mendalam tentang Islam sebagai agama yang mencakup semua aspek kehidupan dalam Pengajian Muhammadiyah di Jakarta.

UAH menekankan pentingnya memahami struktur beragama yang benar agar umat Islam dapat menjalani hidup secara komprehensif sesuai tuntunan agama.

“Beragama itu ada akidah, setelah itu pembuktian akidah pada ibadah, implementasi ibadah pada muamalah, dan hiasannya disebut akhlak. Inilah yang disebut ad-din al-mutakamil, agama yang sempurna,” ucap UAH dikutip laman Muhammadiyah, Jumat (22/11/2024).

Ustadz Adi menyoroti bagaimana konsep Islam berakar pada kata “aslama” yang bermakna tunduk dan patuh kepada Allah. Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang memasuki Islam, ia terikat oleh konsekuensi untuk mematuhi segala aturan Allah.

Baca Juga:  Wajib Tahu! Ustadz Adi Hidayat Spill Ada Rebahan yang Dianjurkan Nabi

“Ketika Allah memperkenalkan kata al-Islam, itu diiringkan dengan kata ad-din. Konsekuensi pertamanya adalah tunduk pada setiap ketentuan dalam bingkai Islam,” jelasnya sambil merujuk pada surah Ali Imran ayat 19.

Lebih lanjut, UAH menekankan bahwa identitas seorang Muslim dibuktikan melalui pelaksanaan pedoman hidup yang disebut asilmu. Pedoman ini memberikan ketenangan sebagai hasil nyata dari keimanan yang kokoh.

“Hasil dari keislaman kita yang menunaikan semua petunjuk dalam Islam itu disebut jaminannya salam,” ujarnya.

Baca Juga:  Peran Mulia Perempuan dalam Islam, Ustadz Adi Hidayat Spill 3 Keistimewaannya

Dalam penjelasannya, Ustaz Adi menyebutkan bahwa ketenangan merupakan hadiah pertama bagi mereka yang benar-benar menjalankan Islam.

“Kalau salat yang didapatkan pertama itu ketenangan, bukan BMW. Dalam rumah tangga juga, kalau benar, yang dikasih pertama kali adalah sakinah sebelum mawaddah,” terangnya.

Dalam konteks berislam, Ustaz Adi menekankan pentingnya mengevaluasi diri. Menurutnya, jika seorang Muslim tidak menemukan kedamaian atau kebahagiaan, maka hal pertama yang harus diperiksa adalah sejauh mana ia telah memaksimalkan pedoman keislamannya.

“Kalau tidak ada perbedaan dalam kehidupan kita dengan yang belum berislam, maka perlu dicek optimalisasi penunaian pedoman keislaman kita,” tegasnya.

Baca Juga:  Taubat Kemudian Maksiat Lagi, Apakah Diampuni oleh Allah? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Ia juga mengaitkan keberhasilan umat Islam masa lalu dengan kedalaman akidah dan praktik keislaman mereka.

“Zaman Utsman bin Affan tidak ada Google, tidak ada YouTube, tetapi hasilnya luar biasa. Mengapa dengan fasilitas serba lengkap sekarang kita tidak bisa menghasilkan sesuatu yang melampaui zaman?” imbuhnya.

Kajian tersebut diakhiri dengan ajakan untuk memperkuat ikatan keimanan agar nilai ketuhanan benar-benar terinternalisasi dalam hati.

“Latihan kita untuk terus mengikat iman itu dalam jiwa disebut akidah, yang menjadi dasar kehidupan seorang Muslim,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Islam Ustadz Adi Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria Menonton Sendirian di Kamar

Daftar Lengkap Film Bioskop Terbaru Oktober 2026: Dari Lokal hingga Mancanegara

Transformasi Mengagumkan Syahrini! Dari Diva Glamor Jadi Istri Paling Patuh

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal, dan Cara Ceknya

Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok Rp15.000, Cek Daftar Lengkap Hari Ini

Bunga Lokal di Tanah Eropa! Gak Nyangka, Begini Cara Anggun C Sasmi Wariskan Darah Nusantara ke Anaknya di Paris

Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.