Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Garena Bagikan Kode Redeem FF Hari Ini, Survivor Bisa Dapat Bundle Eksklusif dan Senjata Gratis

Jumat, 31 Juli 2026 12:43 WIB

Bukan Gangguan Jiwa, Polisi Bongkar Alasan Ayah Aniaya Anak di Cipongkor Bandung Barat

Jumat, 31 Juli 2026 12:36 WIB

Persib Siapkan Kejutan Transfer Lagi: Shayne Pattynama dan Kiper Persis Masuk Radar?

Jumat, 31 Juli 2026 11:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Garena Bagikan Kode Redeem FF Hari Ini, Survivor Bisa Dapat Bundle Eksklusif dan Senjata Gratis
  • Bukan Gangguan Jiwa, Polisi Bongkar Alasan Ayah Aniaya Anak di Cipongkor Bandung Barat
  • Persib Siapkan Kejutan Transfer Lagi: Shayne Pattynama dan Kiper Persis Masuk Radar?
  • Peluncuran Ekosistem, Fokus Regional, dan Keamanan: Bidang-bidang Pengembangan Utama Bagi Platform Olahraga Internasional
  • Thom Haye Berpotensi Absen, 2 Bintang Muda Timnas Indonesia Siap Unjuk Gigi Lawan Timor Leste
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
  • Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian 31 Juli 2026
  • Tampines Rovers Datang dengan Mental Berani, Persib Siapkan Ujian Berat di Si Jalak Harupat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jejak Perjuangan yang Tertutup Cor: Kontroversi Akses Makam Habib Jakfar Alkaff di TPU Ploso

By Aga GustianaSelasa, 23 Desember 2025 10:13 WIB4 Mins Read
Viral makam pahlawan dicor demi akses jalan ke makam Habib Jakfar Alkaff. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah rimbun pepohonan dan sunyinya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ploso, Kabupaten Kudus, sebuah polemik mencuat ke permukaan. Bukan karena sengketa lahan atau perluasan area makam, melainkan karena dugaan bahwa sejumlah makam pahlawan kemerdekaan dicor beton demi membuka akses jalan menuju makam Habib Jakfar Alkaff. Peristiwa ini mencederai rasa keadilan publik dan menggugah pertanyaan mendasar: sejauh mana pembangunan boleh mengorbankan sejarah dan penghormatan terhadap para pejuang bangsa?

Polemik tersebut mencuat setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Video yang diunggah akun TikTok @lembuwilogodho itu memperlihatkan sejumlah makam di TPU Ploso yang tampak tertutup lapisan semen. Di atas makam-makam itu, kini terbentang permukaan beton yang disebut-sebut menjadi bagian dari akses jalan menuju makam Habib Jakfar Alkaff, sosok yang dikenal luas dan kerap diziarahi.

Rekaman singkat tersebut sontak menuai reaksi keras. Tidak hanya dari warganet, tetapi juga dari organisasi masyarakat Islam Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (WILS), yang secara terbuka menyatakan keprihatinannya.

Makam yang Hilang di Bawah Beton

Dalam video itu, kamera menyorot deretan nisan yang sebagian telah lenyap tertutup cor semen. Narasi yang menyertainya menyebut bahwa makam-makam tersebut bukan makam biasa. Mereka diklaim sebagai makam pejuang kemerdekaan, orang-orang yang pernah mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

Seorang anggota Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah yang muncul dalam video menyatakan bahwa identitas makam pahlawan tersebut dapat dikenali dari bentuk dan tulisan pada batu nisan.

“Pejuang kemerdekaan, terbukti dari batu nisannya. Kiranya makam seorang pejuang yang sudah berkontribusi terhadap bumi pertiwi ini, mengorbankan segalanya, makamnya justru dicor dan diinjak-injak,” ujarnya dengan suara bergetar menahan emosi dikutip Selasa (23/12/2025).

Ucapan tersebut menjadi potret kekecewaan atas dugaan perlakuan tidak adil terhadap makam para pejuang. Di mata mereka, pengecoran ini bukan sekadar soal pembangunan, melainkan simbol pengabaian terhadap jasa sejarah.

Demi Akses Menuju Makam Habib Jakfar

Isu menjadi semakin sensitif ketika disebut bahwa pengecoran makam dilakukan untuk membuka atau memperlebar akses jalan menuju makam Habib Jakfar Alkaff. Makam tersebut dikenal ramai diziarahi peziarah dari berbagai daerah, terutama pada hari-hari tertentu.

Bagi sebagian masyarakat, kemudahan akses bagi peziarah mungkin dipandang sebagai kebutuhan. Namun, bagi pihak yang menentang, alasan tersebut tidak bisa membenarkan tindakan yang dinilai mengorbankan makam pahlawan.

“Bagaimana mungkin makam pejuang kemerdekaan harus dikalahkan demi akses menuju makam tokoh yang justru dibangun megah,” kata anggota WILS tersebut dalam video lanjutan.

Ia membandingkan kondisi makam-makam yang dicor dengan bangunan makam tokoh yang dinilai dibuat besar dan monumental. Perbandingan ini memperkuat narasi bahwa ada ketimpangan dalam cara penghormatan terhadap tokoh-tokoh sejarah.

Dipandang Tidak Menghormati Jasa Pahlawan

Dalam pernyataannya, anggota Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah bahkan menggunakan istilah yang keras untuk menggambarkan situasi tersebut.

“Bagaimana bangsa Indonesia menghormati pahlawannya, sementara makam wali palsu dibuat sedemikian mewahnya dan mengorbankan makam-makam pribumi termasuk makam pahlawan ini,” ucapnya.

Pernyataan tersebut mengandung kritik tajam terhadap prioritas penghormatan. Ia menilai bahwa jasa para pejuang kemerdekaan seharusnya berada di posisi teratas dalam hierarki penghormatan sejarah bangsa.

Lebih jauh, ia mempertanyakan sikap diam berbagai pihak atas dugaan ketidakadilan ini.

“Apakah kedzaliman ini akan dibiarkan terus-menerus hanya karena makam wali palsu itu,” tambahnya.

Ucapan tersebut menyulut perdebatan luas di media sosial. Sebagian warganet menyuarakan kemarahan dan kesedihan, merasa bahwa pengorbanan para pahlawan telah dilupakan. Sebagian lain meminta agar polemik ini disikapi dengan kepala dingin dan menunggu klarifikasi resmi.

Reaksi Publik: Antara Emosi dan Kehati-hatian

Kolom komentar di media sosial dipenuhi beragam pandangan. Banyak yang mengecam keras dugaan pengecoran makam pahlawan, menyebutnya sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan dan tidak beradab. Ada pula yang menyoroti pentingnya menjaga etika pembangunan di kawasan pemakaman, terlebih jika memiliki nilai sejarah nasional.

Namun, tidak sedikit pula yang meminta agar klaim tersebut diverifikasi secara menyeluruh. Mereka menilai bahwa perlu kejelasan mengenai status makam yang dicor, apakah benar makam pahlawan kemerdekaan, serta apakah pembangunan akses jalan menuju makam Habib Jakfar telah melalui prosedur hukum yang sah.

Antara Ziarah, Pembangunan, dan Ingatan Sejarah

Kasus di TPU Ploso Kudus ini menyingkap persoalan klasik: benturan antara kepentingan ziarah, pembangunan fasilitas, dan pelestarian sejarah. Makam pahlawan bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan ruang memori kolektif yang menyimpan kisah perjuangan bangsa.

Jika benar makam-makam tersebut adalah makam pejuang kemerdekaan, maka pengecorannya demi akses jalan menimbulkan pertanyaan etis yang serius. Apakah pembangunan, seberapa pun mulianya tujuannya, boleh menghapus jejak sejarah?

Menanti Klarifikasi dan Tanggung Jawab

Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pengelola TPU Ploso maupun pemerintah daerah setempat. Status makam yang dicor serta legalitas pembangunan akses jalan menuju makam Habib Jakfar Alkaff masih menjadi tanda tanya besar.

Publik kini menunggu klarifikasi yang transparan dan bertanggung jawab. Lebih dari sekadar menjawab polemik, kasus ini diharapkan menjadi momentum refleksi: bahwa pembangunan seharusnya berjalan seiring dengan penghormatan terhadap sejarah, bukan menginjaknya di bawah lapisan beton.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kudus makam Habib Jakfar makam pahlawan pengecoran makam polemik makam TPU Ploso ziarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Garena Bagikan Kode Redeem FF Hari Ini, Survivor Bisa Dapat Bundle Eksklusif dan Senjata Gratis

Peluncuran Ekosistem, Fokus Regional, dan Keamanan: Bidang-bidang Pengembangan Utama Bagi Platform Olahraga Internasional

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian 31 Juli 2026

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cara Cek Bansos PKH Tahap 3 2026: Jadwal Cair, Besaran, dan Link Resmi Kemensos

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Saldo DANA Gratis 31 Juli 2026: Dapatkan Cuan Langsung Cair Hari Ini!

5 Nasi Goreng Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada Bistik Crispy hingga Nasi Goreng Tinta Cumi

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Jakarta Lumpuh Total! Dihujat Warga, Acara Willie Salim dan Emak Gila Ternyata Ilegal!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.