Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Selasa, 22 September 2026 19:14 WIB

Jersey Supporter Edition Persib ACL Two 2026/27 Resmi Tersedia Dengan Harga Rp249 Ribu

Selasa, 22 September 2026 18:45 WIB

Detik-detik Penutupan Bursa Transfer, Persib Pilih Tutup Buku atau Bikin Kejutan di Ujung Waktu?

Selasa, 22 September 2026 18:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi
  • Jersey Supporter Edition Persib ACL Two 2026/27 Resmi Tersedia Dengan Harga Rp249 Ribu
  • Detik-detik Penutupan Bursa Transfer, Persib Pilih Tutup Buku atau Bikin Kejutan di Ujung Waktu?
  • Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit
  • Usai 12 Tahun Menikah, Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya
  • Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci
  • Usai Kalah dari Persija, Persib Langsung Bangkit! Eliano Reijnders Ungkap Rahasianya di Jepara
  • Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

By Aga GustianaSelasa, 22 September 2026 18:37 WIB2 Mins Read
Ilustrasi minuman keras. (Foto: Michelle Bryant dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Niat berkumpul seusai melayat berujung pada petaka maut di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pesta minuman keras (miras) racikan sendiri yang dikonsumsi sekelompok pemuda dan remaja di Kecamatan Cibeber merenggut empat korban jiwa, sementara dua orang lainnya masih berjuang melawan maut di rumah sakit.

Insiden nahas ini bermula pada Kamis, 17 September 2026. Bermula saat dua orang pria berinisial DTA (29) dan R (24) bertamu ke rumah rekan mereka, SA (20), yang terletak di Desa Cibadak, Cibeber, seusai melakukan perjalanan dari Bandung. Tanpa disangka, pertemuan tersebut diisi dengan aktivitas menenggak minuman beralkohol racikan yang telah dipersiapkan oleh DTA dan R.

Tidak lama berselang, situasi kian parah setelah tiga orang remaja perempuan masing-masing berinisial F (16), V (16), dan Z (16) ikut bergabung dalam lingkaran kelompok tersebut dan turut menenggak minuman haram itu.

“Minuman tersebut dibawa oleh DTA dan R. Setelah menenggak minuman tersebut, keduanya pulang ke Bogor. Sedangkan empat korban lainnya melanjutkan meminum miras yang dibawa DTA dan R,” ujar Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi pada Selasa, 22 September 2026.

Baca Juga:  Arus Balik di Jabar: Puncak Bogor Lancar, Tasik dan Cianjur Arah Bandung Macet

Dampak fatal dari zat berbahaya tersebut tidak langsung dirasakan seketika. Gejala keracunan baru menghantam para korban dua hari kemudian. Mereka mendadak mengeluhkan pusing hebat, mual akut, rasa nyeri di bagian tubuh, hingga mengalami kejang-kejang yang mengkhawatirkan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Percepat Penanganan Bencana, 58 Titik Longsor Selesai Dibersihkan

Gelombang kematian pertama tercatat pada Sabtu, 19 September 2026, ketika SA dan R dinyatakan meninggal dunia. Tragedi kian mendalam sehari berikutnya tatkala DTA dan remaja perempuan berinisial F menyusul mengembuskan napas terakhir akibat komplikasi parah.

“Total korban meninggal akibat miras oplosan tersebut ada empat orang. Salah satunya perempuan yang masih remaja,” kata Alexander mempertegas situasi.

Sementara itu, dua korban selamat yakni Z dan V kini masih mendapatkan penanganan intensif dari tim medis rumah sakit setempat guna memulihkan kondisi fisik mereka yang naik turun.

Baca Juga:  Darurat Kekerasan Seksual Anak di Cianjur: 17 Kasus dalam 4 Bulan

“Untuk dua korban lainnya berhasil selamat, tapi kondisinya kerap menurun sehingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit,” tambahnya.

Hingga saat ini, jajaran kepolisian masih terus bekerja keras untuk menguak asal-usul serta komposisi zat kimia di balik minuman maut tersebut. Kendati demikian, penyidik di lapangan sempat menemui hambatan karena figur kunci yang membawa minuman tersebut telah lebih dulu tewas.

“Kami masih dalami apa jenis minuman keras yang dikonsumsi, termasuk kandungan di dalamnya. Sebab dua orang yang pertama membawa minuman tersebut meninggal dunia, sedangkan korban selamat juga tidak mengetahui asal minuman tersebut,” pungkas Alexander.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur miras oplosan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Waspadai ‘Super Flu’, Wali Kota Bandung Minta Anak Bergejala Tak Sekolah

Viral Pool Party di Sukabumi, Ternyata Digelar Tanpa Izin Resmi!

zonasi

Anak Disabilitas Tak Bisa Diperlakukan Sama, Ledia Hanifa Dorong Asesmen Masuk RUU Sisdiknas

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.