Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan

Senin, 26 Oktober 2026 09:00 WIB

Kabar Duka! Bobotoh 16 Tahun Meninggal Usai Laga Persib di Pakansari

Senin, 26 Oktober 2026 08:51 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Desil Naik, PKH Bisa Hilang! Segera Cek Status Bansos Tahap 4 Kamu

Senin, 26 Oktober 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kabar Duka! Bobotoh 16 Tahun Meninggal Usai Laga Persib di Pakansari
  • Desil Naik, PKH Bisa Hilang! Segera Cek Status Bansos Tahap 4 Kamu
  • Bukan Cuma Soto Mie, Ini 5 Restoran Baru di Bogor yang Wajib Dicoba
  • Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair
  • Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jual Bayi dari Kandungan, Sindikat di Jabar Diringkus Usai Kirim ke Singapura

By SusanaSelasa, 15 Juli 2025 16:15 WIB2 Mins Read
Ilustrasi bayi. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat berhasil mengungkap sindikat penjualan bayi ke Singapura yang melibatkan 12 tersangka wanita.

Modus operandi sindikat ini cukup kejam: mereka membeli bayi sejak dalam kandungan, membiayai proses persalinan, lalu memalsukan dokumen untuk dijual ke luar negeri.

“Pelaku merayu ibu hamil dengan menawarkan biaya persalinan dan uang tunai. Setelah bayi lahir, dibuatkan identitas palsu lalu ditampung sebelum dikirim ke Singapura,” ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan, Selasa (15/7/2025).

Modus Penjualan Bayi: Dari Persalinan hingga Dokumen Palsu

Sindikat ini memanfaatkan kondisi ekonomi para ibu hamil. Setelah bayi lahir, mereka dibawa ke tempat penampungan di Pontianak, Kalimantan Barat, untuk dirawat hingga usia 3 bulan. Setelah itu, bayi dijual dengan modus adopsi kepada warga negara Singapura.

Harga jual satu bayi berkisar antara Rp11 juta hingga Rp16 juta. Dari pengakuan para tersangka, total 24 bayi asal Jawa Barat telah menjadi korban.

Sebanyak 18 bayi telah dijual, sementara 6 lainnya berhasil diselamatkan, lima bayi diamankan di Pontianak dan satu di Tangerang, dan kini dititipkan di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung.

Peran Para Tersangka dan Jalur Perdagangan Bayi

Menurut Kombes Surawan, setiap tersangka memiliki peran berbeda:

  • Perekrut: mencari ibu hamil dan menawarkan bantuan finansial.
  • Perawat: merawat bayi selama masa penampungan (hingga 3 bulan).
  • Pengurus dokumen: membuat identitas palsu.
  • Penjual utama: SH alias LSH, yang menjual bayi ke Singapura.

“SH menjual bayi ke luar negeri dengan alasan adopsi. Mereka membuat semua dokumen secara ilegal,” kata Surawan.

Polisi juga menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan bidan atau perawat profesional. Para perawat bayi hanyalah orang awam yang direkrut tanpa keahlian medis.

Kasus Masih Dikembangkan: Tersangka di Singapura dan Kemungkinan Orang Tua Terlibat

Polisi masih melacak satu tersangka yang berada di Singapura, dan tengah memproses penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO) serta red notice kepada Interpol.

Selain itu, pihak Ditreskrimum juga menyebut bahwa orang tua yang menjual bayinya bisa dijerat sebagai tersangka apabila terbukti ikut terlibat dalam transaksi penjualan.

“Kami akan usut hingga ke orang tua. Kalau terbukti terlibat, mereka juga bisa jadi tersangka,” tegas Surawan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan

Kabar Duka! Bobotoh 16 Tahun Meninggal Usai Laga Persib di Pakansari

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Desil Naik, PKH Bisa Hilang! Segera Cek Status Bansos Tahap 4 Kamu

Jangan Ketipu! BLT Kesra Rp900 Ribu Oktober 2026 Belum Ada Jadwal Cair

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

PENUSUKAN

Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.