Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 17:32 WIB

Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC

Kamis, 15 Oktober 2026 17:24 WIB

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 16:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
  • Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC
  • Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga
  • Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI
  • Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje
  • Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!
  • Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jurus Jitu Kang DS Dongkrak Omzet UMKM: ASN Kabupaten Bandung Kini Jadi ‘Marketing’ Produk Lokal

By Aga GustianaSenin, 23 Februari 2026 19:13 WIB2 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. (Foto: dok Pemkab Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lesunya daya beli dan sulitnya pemasaran yang dihadapi pelaku IKM (Industri Kecil Menengah) serta pedagang pasar di Kabupaten Bandung memicu langkah nyata dari orang nomor satu di Bumi Penanjung. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, resmi menerbitkan instruksi khusus yang menyasar seluruh jajaran pegawai pemerintah untuk menjadi “motor penggerak” ekonomi lokal.

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor: 500./006/0375/DISPERDAGIN tertanggal 23 Februari 2026, pria yang akrab disapa Kang DS ini meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah, BUMD, hingga RSUD untuk mengubah pola belanja institusi maupun pribadi.

Surat Edaran Sebagai Bentuk Kehadiran Negara

Kebijakan ini lahir sebagai respon atas kondisi ekonomi yang menantang, di mana banyak pelaku usaha kecil mengeluhkan sepinya pembeli. Kang DS menegaskan bahwa optimalisasi produk lokal memerlukan dukungan nyata dari birokrasi, bukan sekadar imbauan lisan.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) diimbau untuk mengutamakan produk/jasa IKM/UMKM lokal dalam setiap pelaksanaan kegiatan,” tegas Kang DS dalam keterangannya.

Instruksi ini mencakup penggunaan barang dan jasa lokal dalam setiap agenda kedinasan, selama standar harga, kualitas, dan ketersediaannya terpenuhi.

Dari Konsumsi Rapat Hingga Kebutuhan Dapur

Tak hanya untuk urusan kantor, Bupati Bandung juga mendorong adanya perubahan gaya hidup bagi para ASN. Berikut adalah poin-poin utama dalam instruksi tersebut:

  • Prioritas Pengadaan Kecil: Acara konsumsi rapat, pengadaan suvenir, hingga perlengkapan pelatihan wajib mengutamakan produk IKM/UMKM sesuai aturan perundangan.
  • Budaya Belanja Rakyat: Para pegawai diminta menghidupkan kembali keramaian di pasar-pasar tradisional.
  • “Membudayakan berbelanja di pasar rakyat, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” harap Kang DS.

Bupati menekankan agar setiap pimpinan perangkat daerah mampu menggerakkan bawahannya untuk melaksanakan aturan ini dengan penuh tanggung jawab demi menjaga napas ekonomi rakyat kecil.

Dorongan dari Disperdagin

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, menyebut bahwa sosialisasi masif terus dilakukan agar ASN terbiasa mengonsumsi produk lokal.

“Dengan adanya Surat Edaran ini membuktikan bahwa pemerintah hadir dan Pak Bupati Bandung peduli untuk membantu memasarkan dan menggunakan produk IKM/UMKM Kabupaten Bandung, juga mendorong ASN untuk belanja di pasar rakyat di tengah kondisi pasar dan IKM omsetnya menurun dan sepi,” ungkap Dicky.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kembali omzet para perajin dan pedagang pasar yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI

Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje

Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!

Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.