Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 17:04 WIB

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Jumat, 2 Oktober 2026 16:51 WIB

Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan

Jumat, 2 Oktober 2026 16:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
  • Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
  • FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
  • Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi
  • GBLA Belum Siap, 3 Pertandingan Persib Oktober Digelar di Si Jalak Harupat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kalahkan AI! Kakek Ini Hafal Posisi Jutaan Pensil Warna Tanpa Bantuan Komputer!

By SusanaSelasa, 9 Juni 2026 10:23 WIB4 Mins Read
Toko pensil warna milik Mohammad Rafi di Teheran, Iran, viral. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membuat banyak pekerjaan bergantung pada komputer dan kecerdasan buatan, sebuah toko alat tulis sederhana di Teheran, Iran, justru menjadi bukti bahwa kemampuan manusia masih mampu menghadirkan keajaiban yang sulit ditandingi teknologi.

Toko kecil itu dari luar tampak seperti toko alat tulis pada umumnya. Namun begitu melangkah masuk, pengunjung akan disambut pemandangan yang menakjubkan. Ribuan pensil warna tersusun rapat memenuhi rak-rak kayu yang menjulang dari lantai hingga langit-langit. Aneka warna, merek, ukuran, dan gradasi berpadu menciptakan panorama yang menyerupai perpustakaan warna raksasa.

Di balik semua itu berdiri seorang pria bernama Mohammad Rafi. Selama puluhan tahun, ia mengabdikan hidupnya untuk mengelola toko yang kini dikenal sebagai salah satu toko pensil warna paling unik di Iran.

Yang membuat publik kagum bukan hanya jumlah koleksi pensil yang memenuhi setiap sudut toko, melainkan kemampuan luar biasa sang pemilik. Mohammad Rafi mampu mengingat lokasi setiap pensil yang tersimpan di rak-raknya tanpa bantuan komputer, katalog digital, maupun sistem pencatatan modern.

Ketika pelanggan datang mencari warna tertentu, bahkan gradasi warna yang sangat spesifik dan langka, Rafi tidak perlu membuka daftar inventaris. Ia cukup berjalan menuju rak tertentu, meraih sebuah pensil, lalu menyerahkannya kepada pelanggan dalam hitungan detik.

Bagi orang yang baru pertama kali melihatnya, kemampuan tersebut terasa hampir mustahil. Ribuan pensil tersusun rapat tanpa pola yang mudah dipahami oleh orang awam. Namun bagi Rafi, setiap warna memiliki tempatnya masing-masing.

Perpustakaan Warna di Tengah Kota Teheran

Banyak pengunjung menyebut toko itu lebih mirip museum seni dibandingkan toko alat tulis biasa. Dinding yang dipenuhi warna-warni pensil menciptakan suasana hangat sekaligus artistik.

Rak-rak kayu yang telah digunakan selama bertahun-tahun menjadi rumah bagi berbagai merek pensil dari sejumlah negara. Ada warna-warna standar yang biasa digunakan siswa sekolah, tetapi ada pula gradasi langka yang menjadi incaran para seniman profesional.

Tak heran jika toko tersebut menjadi destinasi favorit bagi ilustrator, pelukis, arsitek, hingga kolektor alat tulis. Sebagian bahkan datang bukan untuk berbelanja, melainkan sekadar menyaksikan langsung koleksi spektakuler yang dimiliki Mohammad Rafi.

Di era ketika banyak toko mengandalkan sistem inventaris digital, toko kecil ini justru bertahan dengan pendekatan yang sangat personal. Hubungan antara pemilik, produk, dan pelanggan menjadi nilai utama yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.

Kemampuan Memori yang Mengundang Kekaguman

Kehebatan Mohammad Rafi tidak hanya terletak pada kemampuannya mengingat lokasi barang. Ia juga memahami karakteristik hampir setiap pensil yang dimilikinya.

Setiap warna dianggap memiliki cerita tersendiri. Ia mengetahui perbedaan tekstur, kualitas pigmen, hingga karakter goresan dari berbagai merek yang tersimpan di tokonya.

Kemampuan memori spasial dan visual yang dimiliki pria asal Teheran itu membuat banyak orang bertanya-tanya. Bagaimana seseorang bisa mengingat ribuan benda yang tersusun di rak selama bertahun-tahun?

Bagi Rafi, jawabannya sederhana: kecintaan terhadap pekerjaan.

Dedikasi yang dibangun selama puluhan tahun membuat setiap sudut toko terekam kuat dalam ingatannya. Apa yang terlihat rumit bagi orang lain justru menjadi sesuatu yang sangat familiar baginya.

Viral di Media Sosial

Popularitas toko pensil warna milik Mohammad Rafi semakin meningkat setelah foto dan video aktivitasnya beredar luas di media sosial. Banyak pengguna internet terpukau melihat bagaimana sang pemilik mampu menemukan warna tertentu hanya dalam beberapa detik.

Video tersebut kemudian menuai ribuan komentar dari warganet yang kagum terhadap kemampuan dan dedikasi pria tersebut, seperti dikutip dari kolom komentar Instagram @zenwiill, Selasa (9/6/2026).

Salah satu komentar yang banyak mendapat perhatian datang dari akun Instagram @rsk***.

“Pasti tokonya wangi aroma kayu dr pensil, enak bat.”

Komentar itu menggambarkan imajinasi banyak orang tentang suasana toko yang dipenuhi ribuan pensil kayu dengan aroma khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Sementara akun @ari*** menyoroti kehidupan sang pemilik yang dikelilingi warna setiap hari.

“Hidup bapak ini pasti colorfull.”

Ada pula komentar yang mengaitkan kemampuan luar biasa Rafi dengan profesionalisme dalam bekerja.

“Beginilah jika memposisikan orang yang tepat. Nggak acak adut. Memang Rafi bukan sembarang Rafi,” tulis akun @eny***.

Sedangkan akun @gal*** mengungkapkan rasa takjub yang dirasakan banyak netizen.

“Manusia bisa luar biasa gini yakkk.”

Simbol Dedikasi di Era Digital

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kisah Mohammad Rafi menghadirkan pelajaran sederhana namun bermakna. Bahwa ketekunan, pengalaman, dan kecintaan terhadap profesi mampu melahirkan kemampuan yang luar biasa.

Toko pensil warna di Teheran itu kini bukan sekadar tempat menjual alat tulis. Ia telah menjelma menjadi simbol dedikasi, ketelitian, dan kecintaan terhadap seni yang terus hidup di tengah dunia yang bergerak semakin cepat.

Dari ribuan batang pensil yang memenuhi rak-rak kayu sederhana tersebut, tersimpan sebuah pesan bahwa passion yang ditekuni selama bertahun-tahun dapat mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.

Mohammad Rafi mungkin hanya seorang pemilik toko alat tulis. Namun melalui ingatannya yang tajam dan dedikasinya yang tak pernah pudar, ia berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa kemampuan manusia masih menyimpan banyak keajaiban yang belum tentu bisa digantikan oleh teknologi modern.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gaya Hidup Sekaligus Mesin Uang: Alasan Kuat Properti Kota Baru Parahyangan Diserbu Investor Urban

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Drama Rp10 Ribu Bikin Bali Panen Hujatan! Sisi Gelap Pariwisata Lokal yang Dibongkar Kasus Billy Syahputra

Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Masih Rp2,581 Juta, Ada Pecahan hingga 1 Kg

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Siap-siap! BSU 2026 Rp900 Ribu Segera Disalurkan, Cek Jadwal Pencairan dan Aturan Barunya

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.