bukamata.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat meluas hingga mencakup 23 kabupaten dan kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat total luas lahan yang terbakar mencapai 833,78 hektare hingga Selasa (13/10/2026).
Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat luas kebakaran mencapai 719,03 hektare. Kenaikan ini menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan berkelanjutan di berbagai wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, tercatat sebanyak 451 kejadian karhutla yang tersebar di 177 kecamatan dan 331 desa atau kelurahan. Sebaran tersebut menggambarkan luasnya wilayah terdampak sekaligus tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam mengendalikan kebakaran.
Meski demikian, kondisi di sejumlah lokasi dilaporkan mulai membaik. Hujan yang turun di beberapa wilayah turut membantu proses penanganan dan meredakan kebakaran yang sebelumnya terjadi.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan karhutla di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sumedang dan Kuningan, relatif mulai teratasi.
“Karhutla yang sekarang relatif sudah teratasi. Kemarin ada di Sumedang, ada di Kuningan, di beberapa tempat sudah mulai, ditandai karena beberapa tempat sudah mulai hujan,” kata Herman.
Luas Karhutla Jawa Barat Naik Lebih dari 100 Hektare
Peningkatan luas lahan terbakar menjadi perhatian karena kebakaran masih terjadi di berbagai daerah. Jika dibandingkan dengan data pekan sebelumnya, luas karhutla bertambah sekitar 114,75 hektare, dari 719,03 hektare menjadi 833,78 hektare.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang masih berpotensi mengalami kebakaran selama masa peralihan musim.
Pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat diharapkan terus memperkuat pengawasan terhadap kawasan rawan karhutla. Penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul, tetapi juga perlu disertai langkah pencegahan untuk menekan risiko kebakaran berulang.
Aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api juga perlu mendapat perhatian. Dengan pengawasan yang konsisten dan koordinasi antarlembaga, potensi meluasnya kebakaran diharapkan dapat ditekan.
Hujan Bantu Penanganan Karhutla di Sumedang dan Kuningan
Di tengah peningkatan luas lahan terbakar secara keseluruhan, hujan yang mulai turun di beberapa wilayah memberikan perkembangan positif dalam penanganan karhutla.
Herman Suryatman menyebut kondisi kebakaran di Sumedang dan Kuningan relatif mulai terkendali. Meski begitu, perkembangan tersebut tidak berarti seluruh wilayah Jawa Barat telah terbebas dari ancaman kebakaran.
Pemerintah daerah tetap perlu memantau titik-titik rawan, memastikan kesiapan petugas, serta menjaga koordinasi dalam penanganan bencana. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru, terutama jika kondisi cuaca kembali mendukung terjadinya kebakaran.
Kewaspadaan juga perlu dipertahankan meskipun hujan telah membantu meredakan api di beberapa lokasi. Pemantauan berkala menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.
Kebakaran TPA di Bogor dan Kuningan Berhasil Ditangani
Selain karhutla, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menyoroti kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) yang terjadi di Bogor dan Kuningan.
Kedua kejadian tersebut dilaporkan telah berhasil ditangani. Meski demikian, insiden kebakaran TPA tetap menjadi perhatian karena membutuhkan kesiapsiagaan dan pengawasan agar tidak menimbulkan persoalan lanjutan.
Penanganan kebakaran di kawasan TPA memerlukan koordinasi antara pemerintah daerah dan petugas terkait. Sementara itu, pengawasan terhadap kondisi lingkungan dan potensi sumber api perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Meluasnya karhutla di 23 kabupaten dan kota serta munculnya kebakaran di sejumlah fasilitas pengelolaan sampah menunjukkan pentingnya kesiapan penanggulangan bencana di Jawa Barat.
Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota diharapkan terus memperkuat koordinasi, baik dalam pemadaman maupun pencegahan. Dengan demikian, penurunan intensitas kebakaran di sejumlah lokasi dapat diikuti upaya menjaga wilayah lain agar tidak mengalami kejadian serupa.
Hingga 13 Oktober 2026, luas karhutla di Jawa Barat tercatat mencapai 833,78 hektare. Meski hujan mulai membantu penanganan di beberapa daerah, kewaspadaan dan langkah pencegahan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










