Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Dikabarkan Kunci Kesepakatan dengan Striker Tajam Asal Brasil

Sabtu, 2 Mei 2026 16:50 WIB

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Sabtu, 2 Mei 2026 15:41 WIB

Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC

Sabtu, 2 Mei 2026 15:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Dikabarkan Kunci Kesepakatan dengan Striker Tajam Asal Brasil
  • Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’
  • Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC
  • Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru
  • Bikin Haru! Aksi Teller Bank bjb Fasih Bahasa Isyarat Layani Nasabah Spesial, Warganet Angkat Jempol
  • Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu
  • Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur
  • Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Bullying SMPN 40 Bandung Ungkap Keterbatasan Penanganan Siswa Inklusi di Sekolah Negeri

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 21 Januari 2026 21:34 WIB2 Mins Read
Ilustrasi perundungan. (Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa di SMPN 40 Bandung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bandung. Korban dilaporkan mengalami trauma hingga menolak kembali bersekolah.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melalui unggahan di akun Instagram resminya. Farhan menegaskan bahwa keamanan anak di lingkungan sekolah merupakan hak mutlak yang tidak bisa ditawar.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung, Asep Gufron, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama tim psikolog sekolah telah melakukan asesmen terhadap korban.

“Hasil asesmen tenaga psikolog merekomendasikan anak itu dipindah ke sekolah berkebutuhan khusus. Karena memang di tingkat SMP (umum), kami belum memiliki tenaga pengajar khusus untuk menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),” ujar Asep, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga:  ‎Pengakuan Pilu Dika Bocah Banjaran: Trauma Bullying hingga Putus Sekolah

Asep menjelaskan, korban yang kini duduk di bangku kelas VII memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya perundungan di lingkungan sekolah sejak sekitar tiga bulan lalu.

“Anak itu kalau mengobrol agak terbata-bata, komunikasinya susah. Mungkin saat berinteraksi, teman-temannya bercanda (hereuy), lalu anak ini merasa tersinggung. Dari sana muncul masalah tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Viral! Video Bullying di Antapani Bandung, Siswa SMP Jadi Korban

Ia juga mengungkapkan bahwa korban merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara yang seluruhnya memiliki kebutuhan khusus. Dua kakaknya menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB), sementara korban sebelumnya dimasukkan ke sekolah umum.

Disdik Kota Bandung mengakui bahwa sekolah negeri, baik SD maupun SMP, masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus untuk menangani siswa inklusi atau ABK.

Menanggapi isu yang berkembang di media sosial, Asep menegaskan bahwa pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan tidak lepas tangan. Hingga kini, komunikasi intensif terus dilakukan dengan orang tua korban untuk mencari solusi terbaik.

Baca Juga:  Kepsek SMPN 40 Bandung Klarifikasi Kasus Bullying, Fokus pada Hak dan Pendidikan Korban

“Kami masih terus membujuk dan meyakinkan orang tuanya. Jujur saja, di SMP 40 tidak ada tenaga pengajarnya. Kami khawatir jika dipaksakan, pola pembelajarannya tidak akan maksimal bagi si anak. Kami ingin ada keberlanjutan pendidikan yang tepat sesuai hasil asesmen,” katanya.

Asep menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Bandung memastikan akan memfasilitasi proses pemindahan sekolah agar korban tetap memperoleh hak pendidikannya di lingkungan yang lebih aman, suportif, dan sesuai dengan kebutuhan emosional maupun akademiknya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak berkebutuhan khusus bullying Dinas Pendidikan Bandung inklusi pendidikan keamanan sekolah SMPN 40 Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.