bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam membantu masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.
Menurutnya, mengubah hidup seseorang tidaklah mudah, karena banyak orang yang diberikan kesempatan, namun kesulitan untuk melawan ego dalam dirinya sendiri.
Salah satu contoh yang disampaikan Dedi adalah kasus di Kota Depok, ketika dia berjanji untuk membantu seorang warga dengan membelikan rumah setelah menerima saweran sebesar 40 juta rupiah.
Namun, uang tersebut sudah dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan. Dedi memberikan kesempatan bagi warga tersebut untuk menggabungkan dana yang disediakan sebesar 100 juta rupiah dengan uang yang masih tersisa.
“Dari uang yang dibelanjakan itu, tetap saya memberi ruang toleransi untuk menggabungkan uang yang kami sediakan 100 juta dengan uang yang dimilikinya yang masih tersisa, sehingga nanti ada pembelian rumah,” jelas Dedi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Kamis (30/1/2025).
Namun, meskipun kesempatan telah diberikan, informasi dari DPRD Depok menyebutkan bahwa warga tersebut memilih untuk terus menyewa rumah (ngontrak) daripada menggunakan uang yang masih ada untuk membeli rumah.
“Karena ibu dan bapak itu pilihannya, pilih ngontrak daripada melepas uang yang dipegang ibu bapak, ya sudah gapapa itu pilihan ibu dan alokasi dananya akan saya alihkan kepada yang membutuhkan yang lain,” tandasnya.
Dedi Mulyadi menekankan bahwa meskipun niat baik sudah diberikan, keputusan akhir tetap berada di tangan individu tersebut, dan alokasi dana akhirnya akan dialihkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










