Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026: Simak Jadwal Duel Krusial Timnas Indonesia Kontra Singapura

Jumat, 7 Agustus 2026 09:00 WIB
program MBG

Kasus Keracunan Massal MBG di Papua, Kepala BGN Ungkap Masak Terlalu Dini Jadi Pemicu Utama

Jumat, 7 Agustus 2026 08:30 WIB

Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?

Jumat, 7 Agustus 2026 08:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026: Simak Jadwal Duel Krusial Timnas Indonesia Kontra Singapura
  • Kasus Keracunan Massal MBG di Papua, Kepala BGN Ungkap Masak Terlalu Dini Jadi Pemicu Utama
  • Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?
  • Gagal Juarai Piala Presiden 2026 Lewat Adu Penalti, Persib Tetap Bungah Menatap Asia
  • Update Bansos BPNT Tahap 3: Dana Rp600 Ribu Cair, Begini Cara Cek Statusnya di HP
  • Perburuan Item Gratis, Cek Deretan Kode Redeem FF 7 Agustus 2026
  • Kapan PKH dan BPNT Cair Agustus 2026? Simak Jadwal Lengkap serta Cara Mengambilnya
  • Persib Dapat Start Berat! Ini Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 hingga Pekan Ke-34
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Keracunan Massal MBG di Papua, Kepala BGN Ungkap Masak Terlalu Dini Jadi Pemicu Utama

By Aga GustianaJumat, 7 Agustus 2026 08:30 WIB3 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, akhirnya mendapat sorotan langsung dari pemerintah pusat. Insiden yang terjadi usai para siswa menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini disinyalir kuat berkaitan dengan pelanggaran prosedur operasional standar keamanan pangan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membeberkan bahwa investigasi awal menunjukkan adanya indikasi kelalaian dari pihak dapur penyedia atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Makanan dilaporkan diolah jauh lebih awal dari batas waktu aman yang seharusnya.

“Jadi memang memulai masaknya terlalu cepat, kalau nggak salah pukul 19.00 atau 19.30 di hari sebelumnya untuk diberi makan pada hari berikutnya di pukul 11.00, jadi itu sudah melanggar, termasuk yang di Semarang, Jawa Tengah, juga sama, dia mulai masak jam 21.00. Ini kan masalah kedisiplinan. Nah, ini kita lagi cari formula (untuk mengawasi SPPG yang melanggar),” ungkap Sudaryono pada Kamis (6/8/2026).

Akibat kejadian tersebut, pihak BGN kini tengah menggodok format pengawasan yang jauh lebih ketat guna memastikan seluruh dapur penyedia patuh terhadap protokol higienitas dan standar waktu penyajian.

Tegaskan Sanksi Hukum Tanpa Kompromi

Menghadapi rentetan evaluasi ini, Sudaryono tidak menutup ruang penegakan hukum. Ia memastikan lembaganya tidak akan menoleransi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berat, sabotase, ataupun unsur kesengajaan dalam penyediaan menu bagi anak-anak sekolah.

Kendati demikian, proses investigasi tetap harus berjalan objektif dengan mengedepankan asas keadilan serta praduga tak bersalah sebelum mengambil keputusan final terhadap pihak pengelola dapur terkait.

“Memang kalau ada ya kita serahkan semua, bukan kemudian kita tutup-tutupi atau kemudian kita bela, karena kalau salah, ngapain dibela. Jadi, cuma kan kita mesti juga ada asas praduga tak bersalah,” tegasnya.

Faktor Lain di Luar Dapur: Makanan Dibawa Pulang

Di sisi lain, temuan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua kasus gangguan kesehatan pasca-konsumsi MBG murni bersumber dari kelalaian saat proses memasak di dapur pusat. Ada kalanya insiden dipicu oleh kebiasaan penerima manfaat yang membawa pulang jatah makanan tersebut untuk dikonsumsi di luar jam yang dianjurkan.

Kondisi makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang tanpa penyimpanan yang memadai kerap memicu penurunan kualitas gizi dan kebersihan, sehingga rentan memicu reaksi keracunan saat disantap bersama anggota keluarga lainnya di rumah.

“Misalnya dia sudah benar semua dapurnya, kemudian sudah diberikan ke siswanya di waktu yang juga masih sesuai, jam 9 atau 10 pagi, tetapi kemudian dia bungkus, dibawa pulang, dan dikonsumsi bersama keluarga yang lain, sehingga yang keracunan bukan hanya siswanya, melainkan termasuk anggota keluarga yang mengonsumsi makanan itu. Ini bagian dari PR kami, bagaimana mengedukasi,” jelas Sudaryono.

Sebagai langkah pencegahan ke depan, BGN berkomitmen untuk menggencarkan program edukasi kepada para siswa dan orang tua. Sosialisasi ini akan menitikberatkan pada pentingnya mengonsumsi hidangan MBG tepat waktu sesuai jadwal distribusi serta menghindari kebiasaan menyimpan atau menunda konsumsi makanan tersebut.

Perkembangan Kondisi Korban di Papua

Sebagai pengingat, insiden di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, yang terjadi pada Rabu (5/8) lalu sempat melibatkan lebih dari 200 siswa yang mengalami gejala keracunan hingga sebagian di antaranya harus mendapatkan penanganan intensif di RSUP Jayapura.

Berdasarkan laporan terkini, kondisi para korban dilaporkan berangsur pulih dan menunjukkan tren positif. Sebagian besar pasien sudah melewati masa kritis, bahkan sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang untuk kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BGN Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan PKH dan BPNT Cair Agustus 2026? Simak Jadwal Lengkap serta Cara Mengambilnya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Agustus 2026 Mulai Dicairkan! Ini Jadwal PKH, BPNT, Beras 30 Kg dan Cara Cek Penerima

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis

Polda Jabar Imbau Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib, Hindari Vandalisme dan Provokasi

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.