Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dibikin Kaget DJ No 1 Dunia! Aksi Musisi Lokal Kendari Pake Keyboard Ini Bikin Lil Jon Ajak Colab?

Kamis, 8 Oktober 2026 10:24 WIB
Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Cek Daftar Lengkapnya

Kamis, 8 Oktober 2026 09:58 WIB

Wisata Kuliner di Kota Intan: 10 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris di Garut

Kamis, 8 Oktober 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dibikin Kaget DJ No 1 Dunia! Aksi Musisi Lokal Kendari Pake Keyboard Ini Bikin Lil Jon Ajak Colab?
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Cek Daftar Lengkapnya
  • Wisata Kuliner di Kota Intan: 10 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris di Garut
  • 6 Destinasi Wisata Alam Hits di Garut, Cocok Buat Healing Bareng Bestie!
  • Wajib Tahu! Penerima Lama Bansos PKH dan BPNT Terancam Dicoret Jika Lewatkan Hal Ini
  • Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur
  • Justin Hubner Jadi Musuh Bersama Publik Thailand Usai Ulah Provokatif di Final Piala ASEAN 2026
  • Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Keracunan Massal MBG di Papua, Kepala BGN Ungkap Masak Terlalu Dini Jadi Pemicu Utama

By Aga GustianaJumat, 7 Agustus 2026 08:30 WIB3 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan pelajar di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, akhirnya mendapat sorotan langsung dari pemerintah pusat. Insiden yang terjadi usai para siswa menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini disinyalir kuat berkaitan dengan pelanggaran prosedur operasional standar keamanan pangan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membeberkan bahwa investigasi awal menunjukkan adanya indikasi kelalaian dari pihak dapur penyedia atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Makanan dilaporkan diolah jauh lebih awal dari batas waktu aman yang seharusnya.

“Jadi memang memulai masaknya terlalu cepat, kalau nggak salah pukul 19.00 atau 19.30 di hari sebelumnya untuk diberi makan pada hari berikutnya di pukul 11.00, jadi itu sudah melanggar, termasuk yang di Semarang, Jawa Tengah, juga sama, dia mulai masak jam 21.00. Ini kan masalah kedisiplinan. Nah, ini kita lagi cari formula (untuk mengawasi SPPG yang melanggar),” ungkap Sudaryono pada Kamis (6/8/2026).

Akibat kejadian tersebut, pihak BGN kini tengah menggodok format pengawasan yang jauh lebih ketat guna memastikan seluruh dapur penyedia patuh terhadap protokol higienitas dan standar waktu penyajian.

Baca Juga:  SPPG Berguguran, Ribuan Siswa di Jabar Terdampak Mandeknya Anggaran MBG

Tegaskan Sanksi Hukum Tanpa Kompromi

Menghadapi rentetan evaluasi ini, Sudaryono tidak menutup ruang penegakan hukum. Ia memastikan lembaganya tidak akan menoleransi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berat, sabotase, ataupun unsur kesengajaan dalam penyediaan menu bagi anak-anak sekolah.

Kendati demikian, proses investigasi tetap harus berjalan objektif dengan mengedepankan asas keadilan serta praduga tak bersalah sebelum mengambil keputusan final terhadap pihak pengelola dapur terkait.

“Memang kalau ada ya kita serahkan semua, bukan kemudian kita tutup-tutupi atau kemudian kita bela, karena kalau salah, ngapain dibela. Jadi, cuma kan kita mesti juga ada asas praduga tak bersalah,” tegasnya.

Baca Juga:  63 Siswa di Bandung Barat Keracunan Usai Santap MBG

Faktor Lain di Luar Dapur: Makanan Dibawa Pulang

Di sisi lain, temuan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua kasus gangguan kesehatan pasca-konsumsi MBG murni bersumber dari kelalaian saat proses memasak di dapur pusat. Ada kalanya insiden dipicu oleh kebiasaan penerima manfaat yang membawa pulang jatah makanan tersebut untuk dikonsumsi di luar jam yang dianjurkan.

Kondisi makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang tanpa penyimpanan yang memadai kerap memicu penurunan kualitas gizi dan kebersihan, sehingga rentan memicu reaksi keracunan saat disantap bersama anggota keluarga lainnya di rumah.

“Misalnya dia sudah benar semua dapurnya, kemudian sudah diberikan ke siswanya di waktu yang juga masih sesuai, jam 9 atau 10 pagi, tetapi kemudian dia bungkus, dibawa pulang, dan dikonsumsi bersama keluarga yang lain, sehingga yang keracunan bukan hanya siswanya, melainkan termasuk anggota keluarga yang mengonsumsi makanan itu. Ini bagian dari PR kami, bagaimana mengedukasi,” jelas Sudaryono.

Baca Juga:  131 Siswa Keracunan, Pemkab Garut Tetapkan Status KLB

Sebagai langkah pencegahan ke depan, BGN berkomitmen untuk menggencarkan program edukasi kepada para siswa dan orang tua. Sosialisasi ini akan menitikberatkan pada pentingnya mengonsumsi hidangan MBG tepat waktu sesuai jadwal distribusi serta menghindari kebiasaan menyimpan atau menunda konsumsi makanan tersebut.

Perkembangan Kondisi Korban di Papua

Sebagai pengingat, insiden di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, yang terjadi pada Rabu (5/8) lalu sempat melibatkan lebih dari 200 siswa yang mengalami gejala keracunan hingga sebagian di antaranya harus mendapatkan penanganan intensif di RSUP Jayapura.

Berdasarkan laporan terkini, kondisi para korban dilaporkan berangsur pulih dan menunjukkan tren positif. Sebagian besar pasien sudah melewati masa kritis, bahkan sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang untuk kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BGN Makan Bergizi Gratis MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule

Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai

Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah

Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.