Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kapan Debut Bersama Persib Bandung? Ini Pengakuan Jujur Sandy Walsh Usai Pulih dari Cedera

Senin, 28 September 2026 17:20 WIB

Marc Klok Bawa Mental Juara Persib ke Shopee Cup: Datang untuk Menang!

Senin, 28 September 2026 17:02 WIB

Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis

Senin, 28 September 2026 16:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kapan Debut Bersama Persib Bandung? Ini Pengakuan Jujur Sandy Walsh Usai Pulih dari Cedera
  • Marc Klok Bawa Mental Juara Persib ke Shopee Cup: Datang untuk Menang!
  • Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis
  • Resmi! Jadwal Persib vs Garudayaksa FC Dimajukan, Ini Tanggal dan Jam Terbarunya
  • Indonesia VS Malaysia Malam Ini! Cek Prediksi Starting XI Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Sadis! Anak Tiri Habisi Nyawa Ibu Pakai Stunt Gun dan Pisau Dapur, Diduga Dendam Masalah Rumah
  • Ngeri! Pajero Hilang Kendali di Tol Pasteur, Tabrak Kijang dan Gran Max hingga Ringsek
  • Jejak Aiswarya Rai Terulang? Gede Aiswarya Bikin Indonesia Gempar di Mister Internasional!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Thalassemia Terbanyak di Jabar, Pemerintah Gencarkan Edukasi dan Pencegahan Dini

By SusanaSelasa, 10 September 2024 17:20 WIB2 Mins Read
Pencegahan dini Thalassemia di Balai Kota Bandung, Selasa (10/9/2024). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Berdasarkan data Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI), Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan penyandang thalasemia terbanyak, dengan total sekitar lima ribu penyandang thalassemia di Jabar.

Thalassemia merupakan kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Ketua Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI), Ruswandi mengatakan, saat ini pemerintah tengah gencar melakukan program screening thalassemia secara rutin, salah satunya kegiatan “Edukasi dan Deteksi Dini Thalassemia” di Balai Kota Bandung.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Thalassemia Research Center STFI Bandung, YTI, POPT, serta Dinas Kesehatan Kota Bandung sebagai komitmen untuk bersama-sama mewujudkan visi zero thalassemi.

Baca Juga:  3.403 Rumah di Jabar Akan Dialiri Listrik Tahun Ini, Gunakan Skema APBD

Dalam kegiatan tersebut, seribu peserta terdiri dari aparatur sipil negara, mahasiswa, hingga siswa SMA dan SMK ikut melakukan screening dan diedukasi soal pentingnya pencegahan thalassemia melalui deteksi dini.

“Kami ingin melalui acara ini, masyarakat semakin paham bahwa thalassemia adalah penyakit genetik yang dapat dicegah jika kita melakukan deteksi dini,” ujar Ruswandi dalam kegiatan “Edukasi dan Deteksi Dini Thalassemia” di Balai Kota Bandung, Selasa (10/9/2024).

Ruswandi mengatakan, program screening ini penting dilaksanakan secara rutin agar dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Sebab, kata dia, di Jabar ada sekitar lima ribu penyandang thalassemia. Dari jumlah tersebut, 1.391 diantaranya berada dari Kota Bandung.

Baca Juga:  BPS Catat Ada 3,67 Juta Penduduk Miskin di Jabar

“Thalassemia bukan penyakit menular, tapi penyakit genetik yang bisa dicegah melalui kesadaran dan edukasi. Kami berharap masyarakat bisa lebih paham dan mendukung upaya pencegahan ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STFI, Adang Firmansyah mengatakan, kegiatan deteksi dini dan edukasi tentang thalasemia ini harus menjadi perhatian semua pihak.

“Thalasemia ini belum banyak yang ter skrining, ini bisa jadi gunung es sebetulnya karena yang ketahuan baru sedikit. Bahkan orang banyak yang tidak tahu, penderitaan hanya 12-20 ribu tapi habiskan BPJS Rp600 miliar, satu orang bisa habiskan Rp400 juta untuk transfusi darah,” ujar Adang.

Baca Juga:  Sah! 6 Pj Bupati dan Wali Kota di Jabar Dilantik Bey Machmudin

Kegiatan screening thalasemia yang digelar STFI ini, kata dia, diharapkan dapat terus dilakukan di wilayah lain di Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pencegahan thalassemia adalah prioritas penting bagi kesehatan masyarakat Bandung.

“Kami berkomitmen untuk terus memperluas program deteksi dini ini sehingga angka penderita thalassemia dapat ditekan, tidak hanya di Bandung tetapi di seluruh Indonesia,” kata Anhar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger! 2 Pemuda Ditemukan Tewas di Kontrakan Lembang, 1 Orang Kritis

PENUSUKAN

Sadis! Anak Tiri Habisi Nyawa Ibu Pakai Stunt Gun dan Pisau Dapur, Diduga Dendam Masalah Rumah

Ngeri! Pajero Hilang Kendali di Tol Pasteur, Tabrak Kijang dan Gran Max hingga Ringsek

Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.