Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2

Jumat, 18 September 2026 16:50 WIB

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Jumat, 18 September 2026 16:38 WIB

Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC

Jumat, 18 September 2026 16:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2
  • Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
  • Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
  • Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali
  • Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya
  • Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa
  • WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kaum Intelektual Diminta Cari Inovasi atasi Kebrutalan Politik Uang di Indonesia

By Putra JuangJumat, 26 Juli 2024 20:17 WIB3 Mins Read
Sekolah Demokrasi bertajuk "Tantangan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di era Prabowo- Gibran". (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) kembali menggelar Sekolah Demokrasi (Sekdem) tahun 2024. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Sekdem kali ini dilakukan bersama-sama dengan INDEF School of Political Economy.

Sekolah Demokrasi kali ini membahas terkait “Tantangan Ekonomi Politik Pemerintahan Baru: Menyambut Kabinet Prabowo – Gibran”.

Pendiri INDEF, Didik J Rachbini menilai, demokrasi Indonesia saat ini brutal dengan politik uang. Oleh karena itu, para kaum intelektual harus menemukan inovasi untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Demokrasi Indonesia yang sekarang ini brutal dengan politik uang, itu harusnya para intelektual menemukan inovasi. Jadi politik uang tuh harus dipotong, satu misalnya risetnya Prof. Ward Berenschot, diskusi dengan saya juga, saya bawa ke DPR,” ucap Didik.

Pihaknya juga mengkritik terkait adanya praktik uang mahar dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Baca Juga:  Trump Kenakan Tarif Impor 32% ke Indonesia, Lebih Tinggi dari Malaysia

“Itu uang mahar harusnya ga boleh ada, harus ditarik ke ranah ilegal, ranah kriminal. Jadi ada tukar menukar mahar untuk pencalonan itu seperti pelacuran, ga boleh ada di situ. Tapi partai kan tidak mau, karena partai dapatkan uang dari situ,” katanya.

Menurutnya, salah satu solusi untuk menghilang mahar politik ini adalah dengan cara funding partai dan inovasi.

“Solusinya funding partai harus dilakukan, kedua harus banyak inovasi, sebagai contoh walaupun merubah struktur politik, ga usah ada Pilkada. Jangan ada Pilkada, Pilkada langsung aja, misalnya di Madura atau di Mojokerto itu anggota DPRD terbanyak dari partai terbesar, langsung jadi bupati, kan tidak ada politik uang, hilang, jadi harus banyak inovasi,” bebernya.

Baca Juga:  Fakta Menarik Dibalik Aksi Damai Bela Palestina

“Jadi sekarang ini brutal sekali, harus banyak inovasi dan trackpol harus terlibat, kalau tidak saya kira ini sangat berat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Demokrasi LP3ES, Wijayanto mengatakan, bahwa tujuan diselenggarakannya Sekolah Demokrasi ini adalah untuk melahirkan generasi demokrat yang setia pada nilai-nilai demokrasi.

“Sekolah Demokrasi kali ini kita berharap akan melahirkan generasi demokrat yang setia pada nilai-nilai demokrasi, pada institusi demokrasi,” ucap Wijayanto dalam sambutannya, Jumat (26/7/2024).

“Kita juga berharap bahwa Sekolah Perkaderan kali ini juga bisa melahirkan para kader pemimpin muda yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks dengan berbagai permasalahannya,” tambahnya.

Wijayanto menilai, Sekolah Demokrasi kali ini juga penting untuk lahirnya pemimpin muda dengan gagasan baru dan praktik-praktik politik baru di tengah gelombang disinformasi yang melanda dunia.

Baca Juga:  Indonesia Lolos 16 Besar, STY: Berkat Kerja Keras Pemain

“Perubahan iklim, ancaman krisis ekonomi yang ada di dunia, penyalahgunaan AI, Cyber Crime, dan perang yang saat ini masih berlangsung tidak jauh dari sini antara Ukraina dan Rusia dan yang tetap bergejolak di Timur Tengah antara Israel dan Palestina, yang semuanya bisa mengancam masa depan umat manusia, jika kita tidak tangani dengan baik,” tuturnya.

Menurutnya, disinformasi dan hate speech inilah yang menjadi salah satu faktor membuat demokrasi mengalami kemunduran, melahirkan polarisasi politik, bahkan bisa berujung pada perang dan genosida seperti yang terjadi di Rwanda.

“UNESCO bahkan menyebut bawa disinformasi merupakan masalah yang lebih serius daripada perubahan iklim, karena gara-gara disinformasi inilah orang bisa tidak percaya pada perubahan iklim,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia politik uang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

peredaran narkoba

WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.