Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menang Telak 3-0! Persib Tampil Menggila Lawan Sabah FC di Dewata Challenge Series

Minggu, 16 Agustus 2026 07:30 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata & Bundle Gratis Hari Ini

Minggu, 16 Agustus 2026 06:00 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Kesempatan Klaim Hadiah Digital! Simak Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini 16 Agustus 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menang Telak 3-0! Persib Tampil Menggila Lawan Sabah FC di Dewata Challenge Series
  • Daftar Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata & Bundle Gratis Hari Ini
  • Kesempatan Klaim Hadiah Digital! Simak Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini 16 Agustus 2026
  • Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem FF 16 Agustus 2026 Sebelum Kuota Keburu Kehabisan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
  • Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi
  • Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami
  • Wujud Cinta Tanah Air, Ini Bacaan Doa 17 Agustus Lengkap dengan Teks Arab, Latin, dan Artinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Efisiensi Dedi Mulyadi Dinilai Hambat Pemulihan Ekonomi Jawa Barat

By Aga GustianaSenin, 30 Juni 2025 14:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah langkah kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, belakangan ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat, sejumlah keputusan yang dianggap simbolis justru dinilai kontraproduktif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.

Salah satu kebijakan yang menjadi polemik adalah pelarangan kegiatan study tour bagi pelajar di seluruh sekolah di Jawa Barat. Aturan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra, bagian dari program “9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya”.

Tak hanya itu, Gubernur Dedi juga menegaskan larangan pelaksanaan rapat dinas di hotel, meskipun Kementerian Dalam Negeri telah memperbolehkannya kembali. Ia beralasan bahwa kebijakan ini untuk penghematan anggaran dan pemerataan fiskal bagi daerah-daerah dengan keterbatasan dana.

“Kantor yang ada sudah cukup untuk rapat. Seluruh keputusan pun banyak yang diambil di ruang kerja, bukan di rapat,” ujar Dedi dalam unggahan videonya di Instagram, Kamis (12/6/2025).

Namun, dampak dari kebijakan tersebut mulai dirasakan oleh pelaku sektor pariwisata dan perhotelan. Penurunan okupansi hotel, sepinya agenda MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan berkurangnya kegiatan wisata edukatif telah menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Sejumlah pengusaha bahkan melaporkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat hilangnya pendapatan.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai bahwa kebijakan ini secara teori bertujuan untuk efisiensi anggaran, namun pelaksanaannya justru menciptakan efek lanjutan yang merugikan ekonomi lokal.

“Okupansi hotel menurun drastis, banyak UMKM yang bergantung pada kegiatan MICE dan biro perjalanan terpaksa gulung tikar. Bahkan PHRI mendesak agar larangan tersebut dicabut karena merusak PAD dan berpotensi memicu krisis ekonomi jangka panjang,” jelas Kristian kepada bukamata.id, Senin (30/6/2025).

“Alih-alih menjadi solusi, kebijakan ini menciptakan beban baru, pengusaha bus memproyeksikan gelombang PHK, sementara hilangnya kunjungan pelajar memutus rantai suplai bagi hotel, restoran, dan destinasi wisata,” lanjutnya.

Sementara itu, wacana pemekaran wilayah Jawa Barat yang kembali digulirkan oleh Pemprov Jabar turut dinilai sebagai langkah politis semata. Hingga kini, belum ada kajian akademis, studi kelayakan, ataupun perencanaan anggaran yang konkret untuk mendukung realisasi kebijakan tersebut.

“Untuk bergerak ke arah yang lebih konstruktif, sebaiknya pemerintah provinsi menerapkan kajian biaya–manfaat yang terukur sebelum mengeluarkan aturan baru—termasuk studi dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan sosial bagi pelajar—serta menyusun mitigasi (misalnya subsidi atau kerja sama dengan industri),” ujarnya.

Kristian menyarankan agar Pemprov Jabar lebih mengedepankan pendekatan berbasis data dan partisipasi publik sebelum menerbitkan kebijakan baru. Kajian dampak ekonomi, sosial, dan psikologis sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, disertai dengan mitigasi—misalnya subsidi sektor wisata atau pemanfaatan ruang publik untuk rapat dinas.

“Untuk anggaran kegiatan pemerintahan, terapkan tender terbuka dan audit transparan, atau manfaatkan fasilitas publik desa/kelurahan sebagai alternatif ruang rapat agar industri perhotelan tetap hidup,” kata Kristian.

Dengan langkah yang lebih dialogis dan terukur, kebijakan Pemprov tak hanya akan lebih diterima publik, tapi juga efektif dalam menanggulangi persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi warga Jawa Barat hari ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi ekonomi jawa barat Jam Malam Pelajar kebijakan gubernur jabar pariwisata jabar pemekaran provinsi study tour UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana

Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami

gempa

Update Gempa M 7,7 NTT: 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, BMKG Ingatkan Gempa Susulan

Terkuat di Balik Mediasi Kasus Penjahit Bali? Alasan Arya Wedakarna Mati-matian Gertak Hilda Pakai UU ITE!

Tembus 1 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan, Proyek PLTP Patuha Unit 2 Cetak Rekor Penting!

Panas! Iran Desak AS Akui Kekalahan, Tolak Klaim Donald Trump

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.