Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka

Minggu, 28 Juni 2026 15:15 WIB

Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk

Minggu, 28 Juni 2026 14:11 WIB

Daftar Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap, Ini Jadwal Pertandingannya

Minggu, 28 Juni 2026 13:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
  • Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk
  • Daftar Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap, Ini Jadwal Pertandingannya
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
  • Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi
  • Talenta Muda Persib Dilepas Sementara, Zulkifli Lukmansyah Punya Misi Baru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Efisiensi Dedi Mulyadi Dinilai Hambat Pemulihan Ekonomi Jawa Barat

By Aga GustianaSenin, 30 Juni 2025 14:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah langkah kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, belakangan ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat, sejumlah keputusan yang dianggap simbolis justru dinilai kontraproduktif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.

Salah satu kebijakan yang menjadi polemik adalah pelarangan kegiatan study tour bagi pelajar di seluruh sekolah di Jawa Barat. Aturan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra, bagian dari program “9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya”.

Tak hanya itu, Gubernur Dedi juga menegaskan larangan pelaksanaan rapat dinas di hotel, meskipun Kementerian Dalam Negeri telah memperbolehkannya kembali. Ia beralasan bahwa kebijakan ini untuk penghematan anggaran dan pemerataan fiskal bagi daerah-daerah dengan keterbatasan dana.

“Kantor yang ada sudah cukup untuk rapat. Seluruh keputusan pun banyak yang diambil di ruang kerja, bukan di rapat,” ujar Dedi dalam unggahan videonya di Instagram, Kamis (12/6/2025).

Baca Juga:  Dilantik Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Minta Benih Padi Bukan Karangan Bunga

Namun, dampak dari kebijakan tersebut mulai dirasakan oleh pelaku sektor pariwisata dan perhotelan. Penurunan okupansi hotel, sepinya agenda MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan berkurangnya kegiatan wisata edukatif telah menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Sejumlah pengusaha bahkan melaporkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat hilangnya pendapatan.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai bahwa kebijakan ini secara teori bertujuan untuk efisiensi anggaran, namun pelaksanaannya justru menciptakan efek lanjutan yang merugikan ekonomi lokal.

“Okupansi hotel menurun drastis, banyak UMKM yang bergantung pada kegiatan MICE dan biro perjalanan terpaksa gulung tikar. Bahkan PHRI mendesak agar larangan tersebut dicabut karena merusak PAD dan berpotensi memicu krisis ekonomi jangka panjang,” jelas Kristian kepada bukamata.id, Senin (30/6/2025).

Baca Juga:  Pemprov Jabar Gandeng 751 Sekolah Swasta, Siapkan Bantuan bagi Puluhan Ribu Siswa yang Tak Tertampung di Negeri

“Alih-alih menjadi solusi, kebijakan ini menciptakan beban baru, pengusaha bus memproyeksikan gelombang PHK, sementara hilangnya kunjungan pelajar memutus rantai suplai bagi hotel, restoran, dan destinasi wisata,” lanjutnya.

Sementara itu, wacana pemekaran wilayah Jawa Barat yang kembali digulirkan oleh Pemprov Jabar turut dinilai sebagai langkah politis semata. Hingga kini, belum ada kajian akademis, studi kelayakan, ataupun perencanaan anggaran yang konkret untuk mendukung realisasi kebijakan tersebut.

“Untuk bergerak ke arah yang lebih konstruktif, sebaiknya pemerintah provinsi menerapkan kajian biaya–manfaat yang terukur sebelum mengeluarkan aturan baru—termasuk studi dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan sosial bagi pelajar—serta menyusun mitigasi (misalnya subsidi atau kerja sama dengan industri),” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Gunakan UU Tipikor untuk Berantas Penambang Ilegal

Kristian menyarankan agar Pemprov Jabar lebih mengedepankan pendekatan berbasis data dan partisipasi publik sebelum menerbitkan kebijakan baru. Kajian dampak ekonomi, sosial, dan psikologis sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, disertai dengan mitigasi—misalnya subsidi sektor wisata atau pemanfaatan ruang publik untuk rapat dinas.

“Untuk anggaran kegiatan pemerintahan, terapkan tender terbuka dan audit transparan, atau manfaatkan fasilitas publik desa/kelurahan sebagai alternatif ruang rapat agar industri perhotelan tetap hidup,” kata Kristian.

Dengan langkah yang lebih dialogis dan terukur, kebijakan Pemprov tak hanya akan lebih diterima publik, tapi juga efektif dalam menanggulangi persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi warga Jawa Barat hari ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi ekonomi jawa barat Jam Malam Pelajar kebijakan gubernur jabar pariwisata jabar pemekaran provinsi study tour UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.