Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 10:29 WIB

Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs The Cong-Viettel: Momentum Pangeran Biru Jaga Tren Positif Asia

Selasa, 13 Oktober 2026 10:26 WIB

Siapa yang Mulai? Menelusuri Akar Sejarah Dibalik Panasnya Rivalitas Persib vs Persija!

Selasa, 13 Oktober 2026 09:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026
  • Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs The Cong-Viettel: Momentum Pangeran Biru Jaga Tren Positif Asia
  • Siapa yang Mulai? Menelusuri Akar Sejarah Dibalik Panasnya Rivalitas Persib vs Persija!
  • Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa
  • Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni
  • Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau
  • Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Efisiensi Dedi Mulyadi Dinilai Hambat Pemulihan Ekonomi Jawa Barat

By Aga GustianaSenin, 30 Juni 2025 14:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki Razif/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah langkah kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, belakangan ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat, sejumlah keputusan yang dianggap simbolis justru dinilai kontraproduktif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.

Salah satu kebijakan yang menjadi polemik adalah pelarangan kegiatan study tour bagi pelajar di seluruh sekolah di Jawa Barat. Aturan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra, bagian dari program “9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya”.

Tak hanya itu, Gubernur Dedi juga menegaskan larangan pelaksanaan rapat dinas di hotel, meskipun Kementerian Dalam Negeri telah memperbolehkannya kembali. Ia beralasan bahwa kebijakan ini untuk penghematan anggaran dan pemerataan fiskal bagi daerah-daerah dengan keterbatasan dana.

“Kantor yang ada sudah cukup untuk rapat. Seluruh keputusan pun banyak yang diambil di ruang kerja, bukan di rapat,” ujar Dedi dalam unggahan videonya di Instagram, Kamis (12/6/2025).

Baca Juga:  Heboh! Warga Garut Diintimidasi Keluarga Kades, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Namun, dampak dari kebijakan tersebut mulai dirasakan oleh pelaku sektor pariwisata dan perhotelan. Penurunan okupansi hotel, sepinya agenda MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan berkurangnya kegiatan wisata edukatif telah menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Sejumlah pengusaha bahkan melaporkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat hilangnya pendapatan.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai bahwa kebijakan ini secara teori bertujuan untuk efisiensi anggaran, namun pelaksanaannya justru menciptakan efek lanjutan yang merugikan ekonomi lokal.

“Okupansi hotel menurun drastis, banyak UMKM yang bergantung pada kegiatan MICE dan biro perjalanan terpaksa gulung tikar. Bahkan PHRI mendesak agar larangan tersebut dicabut karena merusak PAD dan berpotensi memicu krisis ekonomi jangka panjang,” jelas Kristian kepada bukamata.id, Senin (30/6/2025).

Baca Juga:  KDM dan TNI AL Bersinergi Lindungi Ekosistem Sungai dan Laut Jabar

“Alih-alih menjadi solusi, kebijakan ini menciptakan beban baru, pengusaha bus memproyeksikan gelombang PHK, sementara hilangnya kunjungan pelajar memutus rantai suplai bagi hotel, restoran, dan destinasi wisata,” lanjutnya.

Sementara itu, wacana pemekaran wilayah Jawa Barat yang kembali digulirkan oleh Pemprov Jabar turut dinilai sebagai langkah politis semata. Hingga kini, belum ada kajian akademis, studi kelayakan, ataupun perencanaan anggaran yang konkret untuk mendukung realisasi kebijakan tersebut.

“Untuk bergerak ke arah yang lebih konstruktif, sebaiknya pemerintah provinsi menerapkan kajian biaya–manfaat yang terukur sebelum mengeluarkan aturan baru—termasuk studi dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan sosial bagi pelajar—serta menyusun mitigasi (misalnya subsidi atau kerja sama dengan industri),” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bakal Sewa Auditor Internasional untuk Audit BUMD

Kristian menyarankan agar Pemprov Jabar lebih mengedepankan pendekatan berbasis data dan partisipasi publik sebelum menerbitkan kebijakan baru. Kajian dampak ekonomi, sosial, dan psikologis sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, disertai dengan mitigasi—misalnya subsidi sektor wisata atau pemanfaatan ruang publik untuk rapat dinas.

“Untuk anggaran kegiatan pemerintahan, terapkan tender terbuka dan audit transparan, atau manfaatkan fasilitas publik desa/kelurahan sebagai alternatif ruang rapat agar industri perhotelan tetap hidup,” kata Kristian.

Dengan langkah yang lebih dialogis dan terukur, kebijakan Pemprov tak hanya akan lebih diterima publik, tapi juga efektif dalam menanggulangi persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi warga Jawa Barat hari ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi ekonomi jawa barat study tour UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.