Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos

Jumat, 23 Oktober 2026 22:03 WIB

Lebih Banyak Peluang tapi Kalah, Sandy Walsh Ungkap Penyebab Persib Tumbang

Jumat, 23 Oktober 2026 21:41 WIB

Sudah Ada Sejak 1986, Ini 5 Surabi Legendaris yang Masih Diburu di Bandung

Jumat, 23 Oktober 2026 21:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
  • Lebih Banyak Peluang tapi Kalah, Sandy Walsh Ungkap Penyebab Persib Tumbang
  • Sudah Ada Sejak 1986, Ini 5 Surabi Legendaris yang Masih Diburu di Bandung
  • Sempurna di Asia, Persib Siap Hadapi Raksasa Australia di Jalak Harupat
  • Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara
  • Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia
  • Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur
  • Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Ingatkan Masyarakat Jangan Salahgunakan Rumah Subsidi

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 19 September 2025 08:28 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan fasilitas rumah subsidi. Menurutnya, perilaku tersebut berpotensi memicu kecemburuan sosial dan merusak tujuan utama program perumahan rakyat.

Hal itu disampaikan Dedi saat berpidato dalam acara Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan “Imah Merendah, Hirup Tumaninah” di Gedung Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (18/9/2025).

Ia mencontohkan, masih ada warga yang mengubah rumah tipe 36 yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi bangunan mewah, bahkan hingga tiga lantai.

“Ketika dia ambil rumah subsidi, besoknya langsung dibangun tiga lantai, maka dia sudah mengambil hak orang lain. Akhirnya, muncul kecemburuan sosial,” ujar Dedi.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siap Bahas RPJMD 2025–2029, Fokus Kawal Program Dedi-Erwan

Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, rumah subsidi dirancang untuk menjawab persoalan hunian bagi kalangan menengah ke bawah. Jika disalahgunakan, tujuan program tersebut justru akan melenceng.

Dedi juga menaruh harapan besar pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan di Jawa Barat. Ia menargetkan, 30 persen dari total pembangunan rumah subsidi nasional bisa digarap di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:  MQ Iswara hingga Atalia Diisukan Jadi Pendamping Dedi Mulyadi yang Disiapkan Golkar

“Kalau Jawa Barat bisa menyerap 30 persen, maka implikasinya akan sangat besar. Multiplayer effect-nya akan menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ucapnya.

Menurut Dedi, pembangunan perumahan tidak hanya menyelesaikan masalah hunian, tetapi juga menghidupkan sektor usaha rakyat. Dari toko bangunan, sopir angkutan material, kuli, mandor, tukang kayu, hingga pemilik warung di sekitar proyek, semua ikut merasakan dampak positif.

Baca Juga:  PAN Buka Peluang Pasangkan Bima Arya dan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2024

Namun, ia mengingatkan agar alur pembayaran proyek tidak tersendat. Sebab, praktik tidak jujur dalam rantai kontraktor bisa memukul para pekerja kecil hingga pemilik usaha kecil di sekitar lokasi pembangunan.

“Yang paling korban itu tukang warung. Kontraktornya ngemplang, mandornya ikut ngemplang. Kuli tidak dibayar, warung akhirnya mati karena diutang. Jangan sampai ini terjadi,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.