Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Panduan Lengkap Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP Beserta Prosedur Alternatifnya

Jumat, 25 September 2026 06:00 WIB

15 Ribu Warga Bandung Alami Kenaikan Desil? Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya

Jumat, 25 September 2026 05:00 WIB

Surga Pencinta Donat! 5 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba

Jumat, 25 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panduan Lengkap Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP Beserta Prosedur Alternatifnya
  • 15 Ribu Warga Bandung Alami Kenaikan Desil? Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya
  • Surga Pencinta Donat! 5 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba
  • 3 Reformasi JKN Mulai Diuji Coba di Bandung, Layanan Kesehatan Bakal Berubah?
  • Menjelajah Kelezatan Kuliner Malam di Cirebon: 8 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris Paling Dicari
  • 10 Destinasi Wisata Hits di Cirebon, dari Spot Estetik hingga Wisata Sejarah
  • HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya
  • Dramatis! Indonesia Tumbangkan China 3-2, Emas Pertama Asian Games 2026 Akhirnya Datang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 25 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kecewa dengan Pemilu 2024, Roy Suryo Sesalkan Teknologi Digunakan untuk Kecurangan

By Putra JuangSabtu, 2 Maret 2024 11:11 WIB3 Mins Read
Pakar Telematika, Roy Suryo. (Foto: Dok. Kemenpora)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pakar Telematika, Roy Suryo meminta, Wakil Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Gusti Ayu Putri Saptawati yang diduga terlibat dalam pembuatan sistem Sirekap yang digunakan KPU pada Pemilu 2024 untuk buka suara.

Hal itu disampaikan Roy Suryo disela-sela acara Pernyataan Sikap 100 Tokoh Menolak penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (21/2/2024).

“Dengan segala hormat saya, saya mengajak kepada salah satu kampus ternama di Bandung untuk buka suara. Karena dibalik Sirekap sebenarnya ada kampus di Bandung itu yang menemukan atau membuat Sirekap itu 4 tahun yang lalu pada 2020 ketika digunakan di Pilkada,” kata Roy dikutip dari Channel YT Hersubeno Point.

“Salah satu tokoh penemunya sekarang menjadi wakil rektor. Ayo bicara jangan diam saja,” tambahnya.

Roy mengaku, dirinya sangat kecewa dengan jalannya Pemilu 2024 ini. Sebab, perkembangan teknologi yang ada, hanya dimanfaatkan untuk berbuat kecurangan.

Baca Juga:  Ajak ASN Tolak Perintah Atasan untuk Tidak Netral, Anies: Jangan Langgar Sumpah Kalian

“Mulai dari awal pemilu ini, saya sangat menyesalkan sebagai seorang pemerhati teknologi telah banyak digunakan teknologi untuk berbuat curang bahkan jahat pada pemilu kali ini,” ungkapnya.

Roy mengungkapkan, salah teknologi yang dipakai untuk berbuat kecurangan tersebut dipakai oleh salah satu paslon saat debat capres-cawapres.

“Jadi ketika saat itu saya menyebut ada salah satu cawapres yang menggunakan alat bantu, kita harus mulai dari situ karena itu sudah dimulai teknologi digunakan berbuat curang. Ironisnya, semakin jahatnya, fakta yang saya sampaikan pada saat itu telah dibuat laporan ke kepolisian,” tuturnya.

Bukan hanya itu, kecurangan lainnya yakni ada pada aplikasi Sirekap. Padahal menurutnya, teknologi yang digunakan Sirekap tersebut bukanlah teknologi terkini, namun sudah digunakan sejak 110 tahun yang lalu.

Baca Juga:  Bawaslu Jabar Super Fast: Bentuk Komitmen Pemilih dan Peserta untuk Cegah Kecurangan Pemilu

“Sekarang sudah mulai perhitungan suara dan salah satu teknologi yang dipakai adalah yang namanya OMR atau OCR. Seolah-olah temen-temen media juga dibuat takjub oleh teknologi itu, padahal itu teknologi kuno. Sudah diciptakan sejak 110 tahun yang lalu,” katanya.

Tapi kenapa sangat konyol ketika dipakai sekarang? Kalau tidak ada unsur tertentu di dalamnya. Artinya, teknologi yang dipakai OMR atau OCR itu biasa, itu dipakai untuk memindai dan ini sebenarnya simple kalau ada kesalahan. Kalau ada 1 dibaca 4 dibaca 7 itu normal, tapi disini terjadi sebuah algoritma otomatis yang bisa membuat atau menambah, 48 menjadi 748,” sambungnya.

Di sisi lain, Roy juga menolak keras pernyataan salah satu komisioner KPU yang menyebutkan jika semua data yang ada di KPU berada di dalam negeri.

“Saya menolak keras itu. Sistem IP KPU sekarang didaftarkan terletak di Singapura, datanya itu ada cloud. Data di cloud itu tidak di Indonesia dan itu melanggar UU PDP nomor 27 tahun 2022,” tandasnya.

Baca Juga:  Ubah Format, KPU Hapus Debat Khusus Cawapres dan Perbanyak Porsi Bicara Capres

Sementara itu, wakil rektor ITB juga dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan keterlibatannya dalam pembuatan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Laporan tersebut dibuat oleh Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI). Koordinator TPDI, Petrus Selestinus mengatakan, pihaknya tak hanya melaporkan wakil rektor ITB, namun juga Ketua dan Komisioner KPU.

“Kita melihat Polri belum mengambil langkah-langkah untuk menyelidiki pro-kontra masyarakat tentang hasil pemilu itu sendiri. Sehingga, kami mengambil langkah datang ke sini untuk mendapatkan kepastian supaya masyarakat jangan dibiarkan pro dan kontra,” kata Petrus saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2024).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KPU Pemilu 2024 Sirekap
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

15 Ribu Warga Bandung Alami Kenaikan Desil? Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya

3 Reformasi JKN Mulai Diuji Coba di Bandung, Layanan Kesehatan Bakal Berubah?

HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya

Geger Video Biduan Joget di Teras Masjid Tasikmalaya Pasca Maulid Nabi, Begini Fakta Sebenarnya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek PKH September 2026 Sekarang, Hanya Modal NIK KTP Bisa Tahu Status Bansos

Bikin Geram! Mutawif Umrah Nyinyirin Jemaah Lansia, Kena Skakmat Telak Satu Indonesia

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.