bukamata.id – Warga Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di wilayah Kecamatan Bojonggambir, baru-baru ini dihebohkan dengan kemunculan rekaman audio visual berdurasi 34 detik yang memperlihatkan aksi panggung hiburan di lingkungan tempat ibadah.
Insiden yang mendadak viral di berbagai platform media sosial ini memperlihatkan dua biduan perempuan tengah bernyanyi di atas panggung. Suasana semakin disorot warganet lantaran adanya aksi saweran serta kehadiran seorang pria yang ikut berjoget, bahkan salah satu pengisi acara terlihat berada di dekat area teras masjid.
Berdasarkan penelusuran, peristiwa tersebut berlokasi di Kampung Cikawung, Desa Girimukti, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan itu berlangsung pascalewatnya rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada malam Senin (20/9/2026).
Keberadaan panggung hiburan yang dinilai kurang selaras dengan kesucian rumah ibadah ini langsung memancing reaksi publik. Gelombang kritik mengalir deras di dunia maya, salah satunya dilontarkan oleh akun Instagram @Sohibul_Maliq Na dengan komentar bernada kekecewaan, “Asa aya lieuran.”
Langkah Cepat Muspika dan Klarifikasi Resmi
Menyikapi keresahan yang kian meluas di tengah masyarakat, jajaran Polsek Bojonggambir bersama unsur Muspika langsung bergerak cepat dengan menggelar sesi klarifikasi pada Rabu (23/9/2026) siang.
Tidak berhenti di situ, aparat kepolisian, pemerintah kecamatan setempat, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) memanggil seluruh panitia penyelenggara beserta perwakilan pengisi acara guna meredam situasi. Dari hasil pertemuan tersebut, dipastikan bahwa panggung hiburan itu murni inisiatif setelah acara keagamaan selesai dan bukan merupakan bagian dari inti perayaan Maulid Nabi.
Panitia dan Grup Musik Akui Khilaf
Menyadari polemik yang ditimbulkan, pihak penyelenggara akhirnya memilih jalan berdamai dengan mengakui kesalahan serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik luas.
Dadan Murdani selaku perwakilan panitia kegiatan menyatakan penyesalannya yang mendalam. Ia berjanji insiden serupa tidak akan terulang kembali di kemudian hari.
“Kami atas nama seluruh panitia meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat di Bojonggambir dan Kabupaten Tasikmalaya,” ucap Dadan.
Ia turut mengakui bahwa kelalaian tersebut telah memicu kegaduhan dan keresahan di tengah warga.
“Kami mohon maaf dengan beredarnya video yang tidak pantas sehingga meresahkan seluruh masyarakat,” ujarnya menambahkan.
Permintaan maaf serupa juga dilayangkan oleh manajemen grup musik yang mengisi acara, yakni Antasalam. Melalui perwakilannya, Soleh Efendi, pihak grup musik menyampaikan kekhilafan atas aksi panggung yang memicu kontroversi tersebut.
“Saya meminta maaf kepada seluruh warga Kecamatan Bojonggambir atas beredarnya video yang tidak pantas dalam acara tersebut. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ungkap Soleh.
Sementara itu, Ketua MUI Desa Girimukti, Miftah Parid, turut angkat bicara dan memohon maaf kepada seluruh elemen masyarakat serta jajaran aparat pemerintah maupun keamanan yang merasa dirugikan atau terganggu atas kejadian tersebut.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, terutama kepada aparatur pemerintah, keamanan, atau siapa pun yang merasa terganggu dengan kejadian itu. Insyaallah ke depannya kami tidak akan mengulangi hal seperti ini,” pungkas Miftah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








