Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Minggu, 2 Agustus 2026 14:30 WIB

3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 14:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
  • Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI
  • Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Konten Promosi Wisata Borobudur Viral, Dituding Singgung Ibadah Umrah

By Aga GustianaSabtu, 7 Juni 2025 13:52 WIB3 Mins Read
Promosi wisata Candi Borobudur viral. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video promosi destinasi wisata religi Buddha menuai kontroversi di media sosial setelah dianggap menyinggung praktik ibadah umat Islam, khususnya umrah. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok Ngobrol Syariat Indonesia dan dengan cepat menjadi viral sejak awal Juni 2025.

Dalam tayangan video, beberapa perempuan muda tampil menyampaikan ajakan berwisata ke sejumlah situs keagamaan Buddha, seperti Candi Borobudur, Candi Cetho, dan Candi Sukuh. Namun, yang menjadi sorotan adalah narasi yang menggunakan istilah “umrah” dalam konteks wisata tersebut.

“Minimal umrah ke Pringgodani, Gunung Lawu, Candi Cetho, Candi Sukuh, Candi Borobudur, tanah suci para leluhur,” ujar seorang model dalam video itu.

Penggunaan istilah “umrah” dalam konteks selain Islam menuai respons negatif dari berbagai kalangan. Istilah tersebut secara eksklusif merujuk pada ibadah ziarah ke Tanah Suci di Mekah dalam ajaran Islam. Narasi dalam video juga membandingkan biaya umrah dengan wisata lokal, menyebutkan bahwa umrah harus antre dan menelan biaya puluhan juta rupiah, sementara wisata religi di dalam negeri lebih terjangkau.

Reaksi Tokoh Agama dan Masyarakat

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D, angkat bicara terkait kontroversi ini. Ia menyesalkan pemakaian istilah yang dianggap menyindir syariat agama lain.

“Ini kok istilahnya umrah ya, yang disuruh ngomong anak-anak,” tulis KH Cholil Nafis melalui akun media sosial X miliknya, Sabtu (7/6/2025).

Ia menegaskan bahwa Indonesia menjunjung tinggi kebebasan beragama, namun penggunaan istilah dan narasi yang menyentuh sensitivitas agama lain seharusnya dihindari.

“Mau wisata ke Borobudur atau ke sungai silakan saja, tapi jangan nyenggol agama lain. Yang umrah atau haji juga suka-suka, tidak perlu dibanding-bandingkan,” ujarnya.

Perdebatan Warganet: AI atau Propaganda?

Seiring viralnya video tersebut, perdebatan juga muncul di kalangan netizen. Sebagian warganet menduga konten tersebut dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mereka menilai bahwa wajah model dan suara dalam video tampak tidak alami.

Namun, sejumlah komentar lain justru menekankan bahwa substansi pesanlah yang seharusnya dipermasalahkan, bukan sekadar teknologi yang digunakan.

“Masalahnya bukan AI-nya, tapi narasinya yang provokatif. Bisa menimbulkan gesekan antarumat beragama,” tulis akun @KusumaJ403***.

“Pesan yang disampaikan seolah menyindir ibadah umat lain. Ini bisa merusak kerukunan,” tulis akun lainnya.

Etika Komunikasi Lintas Agama

Dalam konteks pluralisme agama di Indonesia, penggunaan istilah dan simbol agama tertentu harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Dalam Panduan Komunikasi Multikultural oleh Kemenkominfo (2022), disebutkan bahwa penggunaan narasi atau simbol keagamaan lintas agama perlu mempertimbangkan sensitivitas serta nilai-nilai harmoni sosial.

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA., CBE, dalam tulisannya di Jurnal Sosial Keagamaan Islamia (2021), menyatakan bahwa ruang publik yang sehat dalam negara demokrasi harus dijaga dari konten-konten yang bernuansa provokatif, apalagi yang dapat mengganggu toleransi antarumat.

“Kebebasan berekspresi tidak boleh digunakan untuk mendistorsi nilai agama lain. Negara harus hadir menjaga moderasi beragama,” tulis Prof. Azyumardi.

Penelusuran Lebih Lanjut Diperlukan

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak pembuat konten terkait tujuan dan proses produksi video tersebut. Namun, banyak pihak mendesak agar otoritas terkait, termasuk Kominfo dan aparat penegak hukum, menelusuri asal muasal konten dan motif di baliknya.

Pemerintah dan tokoh masyarakat juga diharapkan terus mengedukasi pentingnya etika komunikasi publik dalam menyampaikan pesan, terutama yang berkaitan dengan keagamaan dan kepercayaan.

Kesimpulan

Konten video promosi wisata religi Buddha yang viral baru-baru ini memicu kontroversi karena penggunaan istilah yang erat kaitannya dengan ibadah Islam. Meski Indonesia menjamin kebebasan beragama, penyampaian pesan publik harus mengedepankan etika dan tidak menyinggung keyakinan lain. Perlu ada langkah edukatif dan pengawasan terhadap konten digital agar tidak merusak kerukunan umat beragama yang selama ini terjaga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Candi Borobudur Konten Viral Promosi Wisata Borobudur umrah viral Wisata Religi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.