Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 10:59 WIB

Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini

Sabtu, 18 Juli 2026 10:00 WIB

Perpisahan Pahit, Ini Alasan Haru Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung!

Sabtu, 18 Juli 2026 09:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
  • Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini
  • Perpisahan Pahit, Ini Alasan Haru Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung!
  • Jadwal Cair Bansos PKH Tahap 3 Juli 2026: Segera Cek Bansos Anda Sekarang!
  • Update Kode Redeem Free Fire 18 Juli 2026: Klaim Skin & Item Gratis Sekarang!
  • Skema Baru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT, Bakal Lewat Koperasi Desa?
  • BPNT Juli 2026 Rp600 Ribu Segera Cair, Apakah Nama Anda Masuk Daftar Penerima?
  • Persib Dapat Kabar dari Gabriel Mutombo, Igor Tolic Tak Mau Ambil Risiko
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 18 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kelompok Wanita Tani Punya Peran Penting Bangun Ketahanan Pangan di Jabar

By Putra JuangSenin, 22 Juli 2024 14:44 WIB2 Mins Read
Acara BEJA (Bewara Jawa Barat) bertajuk 'Kontes Ternak dan Expo Pangan Tingkat Jawa Barat Tahun 2024'. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) dinilai memiliki peranan penting dalam meningkatkan sektor pertanian, membantu ketahanan pangan dan membantu perekonomian keluarga khusus di Jawa Barat.

Begitu disampaikan Ketua KWT Binangkit Lestari, Yulinda dalam acara BEJA (Bewara Jawa Barat) bertajuk ‘Kontes Ternak dan Expo Pangan Tingkat Jawa Barat Tahun 2024’, di Gedung Sate Bandung, Senin (22/7/2024).

“Kelompok Wanita Tani itu bisa kita jadikan wadah untuk memberdayakan kelompok juga memberdayakan masyarakat di sekitar KWT, terutama kaum ibu-ibu, karena apa? Karena seorang ibu rumah tangga itu menjadi sumber pengadaan pangan dan juga kebutuhan gizi bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” kata Yulinda.

Yulinda mengatakan, selain mengedukasi kelompok, pihaknya juga turut mengikutsertakan masyarakat untuk terjun langsung di dalam pelaksanaan pertanian dari mulai pembibitan, penanaman, kemudian panen dan pengolahan beberapa hasil panen menjadi barang olahan.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan Publik, Jabar Belajar Best Practice Tata Kelola Pemerintahan dari DIY

“Kami berusaha memberikan edukasi dan keterampilan kepada anggota juga masyarakat supaya mereka juga mau melaksanakannya di rumah, di pekarangan mereka masing-masing,” ungkapnya.

Dari hasil panen di pekarangan rumah masing-masing itu, kata Yulinda, sedikitnya bisa menekan pengeluaran para ibu rumah tangga.

“Yang tadinya sedikit-sedikit kita beli, kalau sudah ada hasil panen kan jadi tidak beli, jadi mengurangi pengeluaran,” ujarnya.

Yulinda mengaku, pihaknya mendapatkan banyak manfaat dari adanya kegiatan Anggota Pekarangan Sehat Pekarangan Lestari (ASRI) yang digulirkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar.

Baca Juga:  700 Ribu Kursi Tersedia, Jabar Buka Empat Jalur PPDB 2024 untuk Jenjang SMA-SLB

“Yang kami rasakan itu sebelumnya kami cuman bergelut di menanam sayuran dan buah-buahan. Dan kemudian setelah ada ASRI ini disitu juga ada toge, ada juga ayam bertelur,” katanya.

“Kami diberikan ayam bertelur itu 10 ekor, nah jadi kami punya keterampilan baru nih mengurus ayam,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris DKPP Jabar, Indriantari mengatakan, kegiatan ASRI ini digelar sebagai upaya membiasakan pola konsumsi masyarakat untuk bisa menurunkan angka stunting.

Baca Juga:  Hutan di Jabar Rontok Dibabat, Dedi Mulyadi: Atuh Habis Odah!

“Sebetulnya stunting itu pola konsumsi kita yang belum kita sebut dengan B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman). Masyarakat kita belum membiasakan untuk mengkonsumsi isi piring itu lengkap dengan tadi, ada proteinnya, ada karbohidratnya, kemudian ada sayur, ada buah dan sebagainya,” bebernya.

Oleh karena itu, KWT ini berperan mengedukasi masyarakat khususnya para ibu hamil untuk mulai membiasakan pola makan yang sehat.

“Makanya kita ada ASRi itu di KWT itu, supaya di level pekarangan masyarakat itu, terutama yang dikelola oleh ibu-ibu KWT itu tersedia sayuran, ada buah-buahan, bahkan ada protein hewani, bisa,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jabar jawa barat Kelompok Wanita Tani Ketahanan Pangan KWT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Juli 2026 Rp600 Ribu Segera Cair, Apakah Nama Anda Masuk Daftar Penerima?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Juli 2026 Cair 20 Juli, Cek Penerima Bansos Rp600 Ribu Lewat NIK KTP

Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!

Bansos

Bansos BPNT Tahap 3 Segera Cair, Cek Apakah Anda Penerima Rp600.000 Juli 2026

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum
  • Macan Tutul
    Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.