Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan

Jumat, 4 September 2026 21:25 WIB

Astra Resmi Diperkenalkan OpenAI, Punya Kemampuan Coding dan Keamanan Siber Mengerikan

Jumat, 4 September 2026 21:10 WIB

Kabar Saddil Ramdani Hengkang Bikin Umuh Muchtar Kaget, Ini yang Terjadi di Persib

Jumat, 4 September 2026 20:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan
  • Astra Resmi Diperkenalkan OpenAI, Punya Kemampuan Coding dan Keamanan Siber Mengerikan
  • Kabar Saddil Ramdani Hengkang Bikin Umuh Muchtar Kaget, Ini yang Terjadi di Persib
  • Cara Cek BPNT September 2026 Lewat HP, Masukkan NIK KTP dan Lihat Statusnya
  • Hampir 6 Tahun Menikah, Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie: ‘Mungkin Ini Foto Terakhir’
  • Indonesia U20 vs Australia Jadi Penentu! Ini Syarat Garuda Muda Lolos ke Piala Asia 2027
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
  • Netizen +62 Dukung Demo Malaysia! Tolong Bikin Malu Pejabat Kami, Cik!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 4 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kelompok Wanita Tani Punya Peran Penting Bangun Ketahanan Pangan di Jabar

By Putra JuangSenin, 22 Juli 2024 14:44 WIB2 Mins Read
Acara BEJA (Bewara Jawa Barat) bertajuk 'Kontes Ternak dan Expo Pangan Tingkat Jawa Barat Tahun 2024'. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) dinilai memiliki peranan penting dalam meningkatkan sektor pertanian, membantu ketahanan pangan dan membantu perekonomian keluarga khusus di Jawa Barat.

Begitu disampaikan Ketua KWT Binangkit Lestari, Yulinda dalam acara BEJA (Bewara Jawa Barat) bertajuk ‘Kontes Ternak dan Expo Pangan Tingkat Jawa Barat Tahun 2024’, di Gedung Sate Bandung, Senin (22/7/2024).

“Kelompok Wanita Tani itu bisa kita jadikan wadah untuk memberdayakan kelompok juga memberdayakan masyarakat di sekitar KWT, terutama kaum ibu-ibu, karena apa? Karena seorang ibu rumah tangga itu menjadi sumber pengadaan pangan dan juga kebutuhan gizi bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” kata Yulinda.

Yulinda mengatakan, selain mengedukasi kelompok, pihaknya juga turut mengikutsertakan masyarakat untuk terjun langsung di dalam pelaksanaan pertanian dari mulai pembibitan, penanaman, kemudian panen dan pengolahan beberapa hasil panen menjadi barang olahan.

Baca Juga:  Apresiasi Keberhasilan Jabar Hattrick, Bey Targetkan Prestasi Internasional

“Kami berusaha memberikan edukasi dan keterampilan kepada anggota juga masyarakat supaya mereka juga mau melaksanakannya di rumah, di pekarangan mereka masing-masing,” ungkapnya.

Dari hasil panen di pekarangan rumah masing-masing itu, kata Yulinda, sedikitnya bisa menekan pengeluaran para ibu rumah tangga.

“Yang tadinya sedikit-sedikit kita beli, kalau sudah ada hasil panen kan jadi tidak beli, jadi mengurangi pengeluaran,” ujarnya.

Yulinda mengaku, pihaknya mendapatkan banyak manfaat dari adanya kegiatan Anggota Pekarangan Sehat Pekarangan Lestari (ASRI) yang digulirkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar.

Baca Juga:  Meski Tak Miliki Potensi, Pemprov Jabar Terima Konsultasi Ormas Keagamaan soal Kelola Tambang

“Yang kami rasakan itu sebelumnya kami cuman bergelut di menanam sayuran dan buah-buahan. Dan kemudian setelah ada ASRI ini disitu juga ada toge, ada juga ayam bertelur,” katanya.

“Kami diberikan ayam bertelur itu 10 ekor, nah jadi kami punya keterampilan baru nih mengurus ayam,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris DKPP Jabar, Indriantari mengatakan, kegiatan ASRI ini digelar sebagai upaya membiasakan pola konsumsi masyarakat untuk bisa menurunkan angka stunting.

Baca Juga:  Kebohongan Lisa Dibongkar Teman Sendiri, Tes USG Buktikan Bukan Anak Ridwan Kamil

“Sebetulnya stunting itu pola konsumsi kita yang belum kita sebut dengan B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman). Masyarakat kita belum membiasakan untuk mengkonsumsi isi piring itu lengkap dengan tadi, ada proteinnya, ada karbohidratnya, kemudian ada sayur, ada buah dan sebagainya,” bebernya.

Oleh karena itu, KWT ini berperan mengedukasi masyarakat khususnya para ibu hamil untuk mulai membiasakan pola makan yang sehat.

“Makanya kita ada ASRi itu di KWT itu, supaya di level pekarangan masyarakat itu, terutama yang dikelola oleh ibu-ibu KWT itu tersedia sayuran, ada buah-buahan, bahkan ada protein hewani, bisa,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jabar jawa barat Ketahanan Pangan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT September 2026 Lewat HP, Masukkan NIK KTP dan Lihat Statusnya

Netizen +62 Dukung Demo Malaysia! Tolong Bikin Malu Pejabat Kami, Cik!

Bansos

Bansos September 2026 Cair? Cek PKH, BPNT, PIP hingga PBI-JK dan Nominalnya

Timses Diangkat Jadi Dirut, PT MUJ Didemo dan Didesak Mundur

Warga Indramayu Geger, Kolam Surut Ungkap Keberadaan Dua Ikan Raksasa

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.