Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 21:50 WIB

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kelompok Wanita Tani Punya Peran Penting Bangun Ketahanan Pangan di Jabar

By Putra JuangSenin, 22 Juli 2024 14:44 WIB2 Mins Read
Acara BEJA (Bewara Jawa Barat) bertajuk 'Kontes Ternak dan Expo Pangan Tingkat Jawa Barat Tahun 2024'. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) dinilai memiliki peranan penting dalam meningkatkan sektor pertanian, membantu ketahanan pangan dan membantu perekonomian keluarga khusus di Jawa Barat.

Begitu disampaikan Ketua KWT Binangkit Lestari, Yulinda dalam acara BEJA (Bewara Jawa Barat) bertajuk ‘Kontes Ternak dan Expo Pangan Tingkat Jawa Barat Tahun 2024’, di Gedung Sate Bandung, Senin (22/7/2024).

“Kelompok Wanita Tani itu bisa kita jadikan wadah untuk memberdayakan kelompok juga memberdayakan masyarakat di sekitar KWT, terutama kaum ibu-ibu, karena apa? Karena seorang ibu rumah tangga itu menjadi sumber pengadaan pangan dan juga kebutuhan gizi bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” kata Yulinda.

Yulinda mengatakan, selain mengedukasi kelompok, pihaknya juga turut mengikutsertakan masyarakat untuk terjun langsung di dalam pelaksanaan pertanian dari mulai pembibitan, penanaman, kemudian panen dan pengolahan beberapa hasil panen menjadi barang olahan.

Baca Juga:  Targetkan Jabar Swasembada Pangan, Bey Harap Tata Kelola dan Niaga Pertanian Diperbaiki

“Kami berusaha memberikan edukasi dan keterampilan kepada anggota juga masyarakat supaya mereka juga mau melaksanakannya di rumah, di pekarangan mereka masing-masing,” ungkapnya.

Dari hasil panen di pekarangan rumah masing-masing itu, kata Yulinda, sedikitnya bisa menekan pengeluaran para ibu rumah tangga.

“Yang tadinya sedikit-sedikit kita beli, kalau sudah ada hasil panen kan jadi tidak beli, jadi mengurangi pengeluaran,” ujarnya.

Yulinda mengaku, pihaknya mendapatkan banyak manfaat dari adanya kegiatan Anggota Pekarangan Sehat Pekarangan Lestari (ASRI) yang digulirkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar.

Baca Juga:  Disparbud Jabar Genjot Wisata di Ciayumajakuning Jelang Libur Akhir Tahun

“Yang kami rasakan itu sebelumnya kami cuman bergelut di menanam sayuran dan buah-buahan. Dan kemudian setelah ada ASRI ini disitu juga ada toge, ada juga ayam bertelur,” katanya.

“Kami diberikan ayam bertelur itu 10 ekor, nah jadi kami punya keterampilan baru nih mengurus ayam,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris DKPP Jabar, Indriantari mengatakan, kegiatan ASRI ini digelar sebagai upaya membiasakan pola konsumsi masyarakat untuk bisa menurunkan angka stunting.

Baca Juga:  Indramayu Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak

“Sebetulnya stunting itu pola konsumsi kita yang belum kita sebut dengan B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman). Masyarakat kita belum membiasakan untuk mengkonsumsi isi piring itu lengkap dengan tadi, ada proteinnya, ada karbohidratnya, kemudian ada sayur, ada buah dan sebagainya,” bebernya.

Oleh karena itu, KWT ini berperan mengedukasi masyarakat khususnya para ibu hamil untuk mulai membiasakan pola makan yang sehat.

“Makanya kita ada ASRi itu di KWT itu, supaya di level pekarangan masyarakat itu, terutama yang dikelola oleh ibu-ibu KWT itu tersedia sayuran, ada buah-buahan, bahkan ada protein hewani, bisa,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Jabar jawa barat Ketahanan Pangan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.