Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung

Sabtu, 31 Oktober 2026 06:56 WIB
Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Sabtu, 31 Oktober 2026 05:00 WIB

Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota

Sabtu, 31 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung
  • Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4
  • Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota
  • Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda
  • Ajak Si Kecil ke Sini, 5 Kafe Ramah Anak di Bandung Ini Punya Area Bermain Seru
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini
  • Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory
  • Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kemenag Apresiasi Sertifikasi Hipnoterapi 78 Penyuluh Agama Baznas Jabar

By Putra JuangRabu, 30 Agustus 2023 12:25 WIB3 Mins Read
Bazna Jabar gelar pelatihan bersertifikasi BNSP bagi penyuluh agama. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat turut berkomitmen untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pelatihan bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi 78 penyuluh agama.

Ketua Baznas Jabar, Anang Jauharuddin menilai, penyuluh agama dinilai memiliki peranan strategis untuk menjadi salah satu garda terdepan untuk menjadi mediator persoalan di masyarakat. Salah satu fungsi yang dapat dijalankan oleh penyuluh agama bersertifikasi ini adalah turut menekan angka perceraian di masyarakat.

“Data BPS, perceraian di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebanyak 113.643 kasus perceraian terjadi di Jabar. Tingginya angka perceraian ini sebaiknya menjadi perhatian bersama karena keluarga adalah unit terkecil utama yang akan berperan penting dalam membetuk masyarakat, peradaban, dan mewujudkan generasi emas,” kata Anang beberapa waktu lalu.

Anang mengungkapkan, pelatihan dan sertifikasi hypnotherapy pertama di Indonesia untuk penyuluh agama Islam ini menjadi fasilitas bagi para penyuluh agama yang memiliki fungsi “konsultatif” untuk mengingkatkan kapasitas dalam memecahkan permasalah yang dihadapi masyarakat, baik secara pribadi, keluarga, maupun anggota masyarakat.

Baca Juga:  Gempa Dahsyat Maroko, Jokowi: Saya Turut Berbela Sungkawa

“Pelatihan dan sertifikasi hypnotherapy untuk penyuluh agama islam ini merupakan yang pertama di Indonesia. Mari manfaatkan sebaik-baiknya fasilitas ini untuk meningkatkan kapasitas penyuluh agama agar mampu menjadi kosultan yang mampu memecahkan permasalahan masyarakat baik secara pribadi, keluarga, maupun anggota masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Jabar, Rachmat Ari Kusamanto menegaskan, bahwa pelatihan dan sertifikasi hipnoterapi ini merupakan yang pertama di Indonesia.

“Insyaallah Baznas Jawa Barat menginisiasi pertama di Indonesia sebuah pelatihan bersertifikasi BNSP untuk hypnotherapy bagi 78 penyuluh agama. Ini pertama di Indonesia karena belum ada penyuluh agama yang bersertifikat BNSP dilatih seperti ini,” ucap Rachmat.

Rachmat menjelaskan, setelah pelatihan selama 4 hari ke depan, penyuluh agama tersebut akan diberikan target-target untuk sebagai salah satu indikator capaian pelatihan hipnoterapi

“Jadi para penyuluh agama nanti setelah empat hari selesai ada KPI. Satu, menurunkan tingkat KDRT, kedua menurunkan tingkat perceraian, ketiga membentuk keluarga yang sakinah, dan keempat literasi zakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Umat Muslim Diimbau Cek Arah Kiblat saat Matahari di Atas Ka'bah pada 15-16 Juli 2024

“Jadi kita lihat di daerahnya kenaikan zakatnya tinggi tidak. Empat KPI itu yang akan kita pantau selama 6 sampai 12 bulan,” tambahnya.

Rachmat berharap, pelatihan hipnoterapi bersertifikasi BNSP bagi penyuluh agama ini bisa berkontribusi baik penyelesaian persoalan di masyarakat.

“Sekali lagi ini adalah inisiasi program pertama di Indonesia, kami dukung program pemerintah yang revolusi mental dengan cara ayo penyuluh agama ini berkali ilmu ‘yang bisa membantu untuk revolusi mental itu sendiri. Jadi ketika anak yang bermasalah bukan hanya ada anak yang bermasalah tetapi orang tuanya bermasalah. Dan di sini lah fungsi penyuluh agama bagaimana orang tuanya dinetralkan supaya anak bisa ke depannya menjadi anak yang baik,” paparnya.

Pelatihan bersertifikasi BNSP dari Baznas Jabar itu diapresiasi langsung oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Agama (Kemenag). Direktur pada Direktorat Penerangan Agama Islam Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Ahmad Zayadi mengatakan, bahwa kegiatan Baznas Jabar tersebut dinilai bisa memberikan nilai tambah untuk penyuluh agama Islam.

Baca Juga:  Wisata Kuliner Legendaris di Bogor, Nasi Goreng Guan Tjo Berumur 60 Tahun

“Kami sangat berterimakasih atas inisiatif Baznas Jawa Barat dengan cara semacam ini memberikan tambahan pengetahuan baru, cara-cara baru, supaya punya kompetensi dan sertifikasi di bidang ini sehingga menjadi nilai tambah sebagai penyuluh agama,” kata pria yang kerap disapa Zayadi, Rabu (30/8/2023).

Zayadi berpesan untuk penyuluh agama bisa beradaptasi dengan tuntunan zaman yang berkembang, sehingga perlu adanya cara-cara baru dengan mempertimbangkan aspek masa depan asal tetap sesuai dengan jati diri sebagai bangsa indonesia dan orang Islam.

“Kita harus bisa membiasakan beradaptasi dengan cara-cara baru untuk kemudian kita akansesuai dengan tantangan dan dinamika zaman yang akan kita hadapi, kendati harus beradaptasi jangan lupa kita juga punya jati diri. Jati diri bangsa Indonesia dan jati diri orang Islam,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Baznas Jabar Featured Kemenag
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.