Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Selasa, 15 September 2026 21:36 WIB

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Selasa, 15 September 2026 20:44 WIB

Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia

Selasa, 15 September 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
  • Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara
  • Persib Kontra FC Seoul di ACL Two, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live
  • Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kemenag Apresiasi Sertifikasi Hipnoterapi 78 Penyuluh Agama Baznas Jabar

By Putra JuangRabu, 30 Agustus 2023 12:25 WIB3 Mins Read
Bazna Jabar gelar pelatihan bersertifikasi BNSP bagi penyuluh agama. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat turut berkomitmen untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pelatihan bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi 78 penyuluh agama.

Ketua Baznas Jabar, Anang Jauharuddin menilai, penyuluh agama dinilai memiliki peranan strategis untuk menjadi salah satu garda terdepan untuk menjadi mediator persoalan di masyarakat. Salah satu fungsi yang dapat dijalankan oleh penyuluh agama bersertifikasi ini adalah turut menekan angka perceraian di masyarakat.

“Data BPS, perceraian di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebanyak 113.643 kasus perceraian terjadi di Jabar. Tingginya angka perceraian ini sebaiknya menjadi perhatian bersama karena keluarga adalah unit terkecil utama yang akan berperan penting dalam membetuk masyarakat, peradaban, dan mewujudkan generasi emas,” kata Anang beberapa waktu lalu.

Anang mengungkapkan, pelatihan dan sertifikasi hypnotherapy pertama di Indonesia untuk penyuluh agama Islam ini menjadi fasilitas bagi para penyuluh agama yang memiliki fungsi “konsultatif” untuk mengingkatkan kapasitas dalam memecahkan permasalah yang dihadapi masyarakat, baik secara pribadi, keluarga, maupun anggota masyarakat.

Baca Juga:  Polda Jabar Limpahkan Kasus Promosi Judi Online Emak Gila ke Kejaksaan

“Pelatihan dan sertifikasi hypnotherapy untuk penyuluh agama islam ini merupakan yang pertama di Indonesia. Mari manfaatkan sebaik-baiknya fasilitas ini untuk meningkatkan kapasitas penyuluh agama agar mampu menjadi kosultan yang mampu memecahkan permasalahan masyarakat baik secara pribadi, keluarga, maupun anggota masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Jabar, Rachmat Ari Kusamanto menegaskan, bahwa pelatihan dan sertifikasi hipnoterapi ini merupakan yang pertama di Indonesia.

“Insyaallah Baznas Jawa Barat menginisiasi pertama di Indonesia sebuah pelatihan bersertifikasi BNSP untuk hypnotherapy bagi 78 penyuluh agama. Ini pertama di Indonesia karena belum ada penyuluh agama yang bersertifikat BNSP dilatih seperti ini,” ucap Rachmat.

Rachmat menjelaskan, setelah pelatihan selama 4 hari ke depan, penyuluh agama tersebut akan diberikan target-target untuk sebagai salah satu indikator capaian pelatihan hipnoterapi

“Jadi para penyuluh agama nanti setelah empat hari selesai ada KPI. Satu, menurunkan tingkat KDRT, kedua menurunkan tingkat perceraian, ketiga membentuk keluarga yang sakinah, dan keempat literasi zakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pj Wali Kota Bandung Buka Opsi Perpanjang Masa Darurat Sampah

“Jadi kita lihat di daerahnya kenaikan zakatnya tinggi tidak. Empat KPI itu yang akan kita pantau selama 6 sampai 12 bulan,” tambahnya.

Rachmat berharap, pelatihan hipnoterapi bersertifikasi BNSP bagi penyuluh agama ini bisa berkontribusi baik penyelesaian persoalan di masyarakat.

“Sekali lagi ini adalah inisiasi program pertama di Indonesia, kami dukung program pemerintah yang revolusi mental dengan cara ayo penyuluh agama ini berkali ilmu ‘yang bisa membantu untuk revolusi mental itu sendiri. Jadi ketika anak yang bermasalah bukan hanya ada anak yang bermasalah tetapi orang tuanya bermasalah. Dan di sini lah fungsi penyuluh agama bagaimana orang tuanya dinetralkan supaya anak bisa ke depannya menjadi anak yang baik,” paparnya.

Pelatihan bersertifikasi BNSP dari Baznas Jabar itu diapresiasi langsung oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Agama (Kemenag). Direktur pada Direktorat Penerangan Agama Islam Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Ahmad Zayadi mengatakan, bahwa kegiatan Baznas Jabar tersebut dinilai bisa memberikan nilai tambah untuk penyuluh agama Islam.

Baca Juga:  Infrastruktur Meningkat, Jatigede Diyakini Jadi Wilayah Paling Maju di Sumedang

“Kami sangat berterimakasih atas inisiatif Baznas Jawa Barat dengan cara semacam ini memberikan tambahan pengetahuan baru, cara-cara baru, supaya punya kompetensi dan sertifikasi di bidang ini sehingga menjadi nilai tambah sebagai penyuluh agama,” kata pria yang kerap disapa Zayadi, Rabu (30/8/2023).

Zayadi berpesan untuk penyuluh agama bisa beradaptasi dengan tuntunan zaman yang berkembang, sehingga perlu adanya cara-cara baru dengan mempertimbangkan aspek masa depan asal tetap sesuai dengan jati diri sebagai bangsa indonesia dan orang Islam.

“Kita harus bisa membiasakan beradaptasi dengan cara-cara baru untuk kemudian kita akansesuai dengan tantangan dan dinamika zaman yang akan kita hadapi, kendati harus beradaptasi jangan lupa kita juga punya jati diri. Jati diri bangsa Indonesia dan jati diri orang Islam,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Baznas Jabar Featured Kemenag
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.