Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga

Jumat, 18 September 2026 06:00 WIB

Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul

Jumat, 18 September 2026 05:00 WIB

Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972

Jumat, 18 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
  • Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972
  • Shin Tae-yong Buka Suara Jelang Persija vs Java United FC di Bali
  • Redmi Note 17 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 10.000 mAh
  • Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Canggih One UI 9 di Jajaran Galaxy S26 Series Beserta Cara Instalasinya
  • Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini
  • Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ketua KPPS di Ujungberung Bandung Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di Rumah Sakit

By Putra JuangSabtu, 17 Februari 2024 18:25 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Meninggal Dunia
Ilustrasi Meninggal Dunia. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kota Bandung meninggal dunia usai menjalankan tugas Pemilu 2024, Jumat (16/2/2024). Diketahui, korban bernama Jajang Safaat yang merupakan Ketua KPPS 18 Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung.

Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Wenti Frihadianti. Meski begitu, KPU Kota Bandung belum dapat memastikan penyebab Jajang Safaat meninggal dunia.

“Iya betul (meninggal dunia),” ucap Wenti, Jumat (16/2/2024).

Wenti mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendatangi rumah duka. Karena itu, KPU Kota Bandung belum dapat memastikan penyebab almarhum meninggal dunia.

Di sisi lain, Juju Juariah selaku adik kandung almarhum Jajang memastikakan, sang kakak tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

“Enggak (punya penyakit), termasuk orang sehat, baru dibawa ke rumah sakit itu kemarin saja,” ucap Juju saat ditemui di rumah duka, di RW 05 Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Sabtu (17/2/2024).

Baca Juga:  Kebakaran Rumah di Dekat Jalur Kereta Api Cikudapateuh Bandung, Perjalanan KA Sempat Dihentikan

Menurutnya, kondisi Jajang mulai menurun dua hari menjelang pencoblosan. Saat itu, keluhannya hanya tidak enak badan saja.

“H-2 Pemilu sudah mulai terasa tidak enak badan. Sudah gitu, pas hari Pemilu jam setengah 3 subuh, sudah tidak kuat sampai pulang, itu muntah juga mual,” ungkapnya.

“Setengah 3 subuh masih penghitungan suara, akhirnya lemes terus pulang. Sudah lemes, napasnya sesak sama diare, badan tuh, pada sakit,” tambahnya.

Karena kondisi Jajang yang tak kunjung membaik, akhirnya Jajang dibawa ke dokter umum untuk mendapatkan pengobatan pada Kamis (15/2/2024).

“Tapi gak ada reaksi obatnya tuh, seharian itu,” imbuhnya.

Pada Jumat (16/2/2024), Juju membawa Jajang ke Rumah Sakit Al-Islam untuk mendapatkan perawatan. Saat diperiksa di RS Al-Islam, kondisi Jajang sudah memburuk.

Baca Juga:  Perpustakaan Kota Bandung Hadirkan Fasilitas Modern dan Program Edukasi Lengkap

Selepas ashar, kondisi Jajang semakin memburuk dan detak jantungnya melemah. Dokter sempat berupaya menggunakan alat pacu jantung tapi nyawa Jajang tak tertolong.

Jajang meninggalkan seorang istri dan dua anak. Selama ini, Jajang dikenal sebagai pribadi yang baik dan begitu aktif dalam berbagai kegiatan di wilayah tempat tinggalnya.

“Dengan kejadian ini, ini udah takdirnya, udah menerima dengan ikhlas,” jelasnya.

Juju berharap, peristiwa wafatnya petugas KPPS tak terjadi lagi. Menurutnya, petugas KPPS yang bertugas harus diatur sedemikian rupa ritme kerjanya agar tak terlalu kelelahan.

“Paling sibuk KPPS. Saya menyaksikan banget, capek memang. Tambah dia (Jajang) tuh buka lahan baru di sini kan (tempat TPS). Itu kan banyak rumput, harus dia bersihkan dulu, memang sudah diforsir,” tandasnya.

Sebelumnya, KPU Jabar mengungkapkan sebanyak 6 orang anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan satu orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) meninggal dunia selama proses pemungutan suara berlangsung, Rabu (14/2/2024) kemarin. Mereka diduga mengalami kelelahan.

Baca Juga:  Terkuak! KPU Tak Lagi Bisa Sembunyikan 9 Informasi Ijazah Jokowi

“Total meninggal 6 orang KPPS dan satu orang PPS,” ucap Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat Hedi Ardhia, Jumat (16/2/2024).

Hedi mengatakan, anggota KPPS yang meninggal berasal dari daerah Kabupaten Garut 2 orang, Kabupaten Sukabumi 1 orang, Kabupaten Tasik 1 orang dan satu orang PPS. Kemudiam dua orang KPPS di Kabupaten Bogor.

Selain itu, terdapat 1.335 KPPS yang mendapatkan perawatan karena mengalami kelelahan. Termasuk dari anggota PPK 51 orang, PPS 336 orang dan Linmas 243 orang.

“Kami ikut berbelangsungkawa atas kepergian almarhum, terima kasih atas dedikasi dan pengabdian kepada negara. Secara kelembagaan KPU akan memberikan perhatian kepada keluarga korban,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung KPPS KPU meninggal dunia Pemilu 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Lapas Sumedang

Over Kapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 25 Napi ke Dua Daerah Ini

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.