Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 20:40 WIB

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Selasa, 20 Oktober 2026 20:16 WIB

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Selasa, 20 Oktober 2026 19:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
  • Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?
  • Ranking AFC Terbaru: Indonesia Meroket ke Posisi 16 Asia, Persib dan Borneo FC Jadi Kunci
  • Mengarungi Jadwal Horor 3 Pekan, Pelatih Persib Bongkar Resep Sederhana Jaga Stamina Pemain
  • Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok
  • Sempat Merasa Kesepian dan Frustrasi, Gakuto Notsuda Buka-bukaan Soal Cedera di Persib
  • Bukan Cuma Modal Cantik! Otak Encer & Latar Belakang Alda Callista Miss Indonesia 2026 Bikin Melongo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisah Dika, Bocah Banjaran Penangkap Ular: Nyali Besar Demi Uang Jajan

By SusanaSelasa, 30 Desember 2025 10:17 WIB3 Mins Read
Muhammad Nandika Saepulloh, bocah penangkap ular asal Banjaran. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di usianya yang masih sangat belia, Muhammad Nandika Saepulloh telah menunjukkan keteguhan hati yang jarang ditemui.

Bocah 11 tahun asal Banjaran, Kabupaten Bandung, ini mendadak menjadi perhatian publik setelah kisah kesehariannya berburu ular demi uang jajan dan membantu perekonomian keluarga viral di media sosial.

Dika, sapaan akrabnya menghabiskan hari-harinya menyusuri sawah, kebun, dan pematang yang lembap di sekitar tempat tinggalnya.

Berbekal keberanian, naluri bertahan, serta pengetahuan dasar tentang reptil, ia mencari ular yang bersembunyi di balik lumpur dan rerumputan. Aktivitas tersebut telah ia jalani selama kurang lebih lima bulan terakhir.

Dijual ke Tetangga, Penghasilan Capai Rp50 Ribu per Hari

Setiap ular yang berhasil ditangkap tidak disimpan lama. Dika menjual hasil buruannya kepada seorang tetangga bernama Moel, yang dikenal sebagai pawang ular sekaligus pemerhati satwa reptil. Jenis ular yang ditangkap pun beragam, mulai dari sanca, ular koros, hingga ular pucuk.

Pendapatan yang diperoleh Dika bervariasi. Dalam sehari, ia bisa mengantongi uang antara Rp10 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung jumlah dan jenis ular yang didapat.

Keberanian bocah sekolah dasar ini membuat warga sekitar takjub. Meski terlihat ekstrem, Dika tidak bertindak asal-asalan. Ia mendapat arahan langsung dari Moel tentang cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa, sekaligus memahami risiko yang mungkin terjadi.

“Kalau ular berbisa, saya tidak izinkan disentuh. Dia hanya boleh melihat dan belajar,” ujar Moel.

Ketertarikan Dika terhadap dunia ular bermula secara tak sengaja. Saat sedang memancing belut di sawah, ia melihat Moel tengah memandikan seekor ular kadut. Rasa penasaran membuatnya mendekat, mengamati, hingga akhirnya mencoba memegang ular tersebut di bawah pengawasan.

Uang hasil berburu ular tidak hanya dipakai Dika untuk jajan. Sebagian besar ia serahkan kepada sang ibu guna membantu kebutuhan rumah tangga dan mencukupi keperluan tiga adiknya. Ayah Dika bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya berjualan perabotan rumah tangga.

Di balik kegigihannya, tersimpan kisah lain yang menyentuh. Dika diketahui tidak lagi bersekolah. Ia seharusnya duduk di bangku kelas 5 SD, namun berhenti sekolah sejak kelas 4 setelah sempat berpindah sekolah. Dugaan perundungan disebut menjadi salah satu alasan ia enggan kembali ke sekolah.

Didatangi Panji Petualang dan Dede Inoen

Kisah Dika menarik perhatian pawang ular sekaligus konten kreator edukasi satwa, Panji Petualang, serta Dede Inoen. Keduanya turun langsung menemui Dika di Banjaran.

Panji Petualang memberikan edukasi penting terkait bahaya menangani ular sembarangan, terutama bagi anak-anak. Ia menegaskan bahwa ular merupakan satwa liar yang tidak mudah diprediksi.

Terima Beasiswa Pendidikan, Simpan Cita-Cita Jadi Polisi

Selain edukasi, Dika juga menerima bantuan santunan dan beasiswa pendidikan dari Tuku Emas Bandung. Bantuan tersebut diharapkan bisa membuka kembali akses pendidikan bagi Dika.

Di tengah keterbatasan hidup, Dika menyimpan mimpi sederhana namun mulia. Ia bercita-cita menjadi seorang polisi.

Kisah Dika bukan sekadar tentang keberanian menangkap ular, tetapi potret nyata keteguhan seorang anak yang berjuang demi keluarga, sekaligus pengingat bahwa masa depan anak-anak membutuhkan perhatian dan perlindungan bersama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Banyak Murid Belum Lancar Calistung, Disdik Cirebon Setuju Kebijakan ‘Tidak Otomatis Naik Kelas’

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.