Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Final Panas Eropa! Crystal Palace vs Rayo Vallecano, Siapa Raja Baru UEFA Conference League?

Rabu, 27 Mei 2026 11:00 WIB

Bocoran Umuh Muchtar! 90 Persen Skuad Persib Bandung Bertahan, Ini Rencana Besar Maung Bandung

Rabu, 27 Mei 2026 10:30 WIB

Heboh Dugaan ‘Permainan’ Seleksi Paskibraka 2026: Siswi Jenius Mendadak Dicoret di Babak Akhir, Ada Apa?!

Rabu, 27 Mei 2026 10:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Final Panas Eropa! Crystal Palace vs Rayo Vallecano, Siapa Raja Baru UEFA Conference League?
  • Bocoran Umuh Muchtar! 90 Persen Skuad Persib Bandung Bertahan, Ini Rencana Besar Maung Bandung
  • Heboh Dugaan ‘Permainan’ Seleksi Paskibraka 2026: Siswi Jenius Mendadak Dicoret di Babak Akhir, Ada Apa?!
  • Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Viral di TikTok, Simak Liriknya
  • Presiden Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Dibeli dari APBN Rp100 Miliar
  • Ide Ucapan Idul Adha 2026: Pilihan Kata Menyentuh untuk Status WhatsApp & IG
  • Momen Haru di Balik Juara, Empat Pilar Asing Resmi Pamit dari Persib Bandung?
  • Healing ke Negeri di Atas Awan? Yuk, Simak Panduan Wisata Tebing Keraton Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 27 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kolam Retensi Pasar Gedebage Diresmikan, Klaim Bantu Kurangi Potensi Banjir

By Putra JuangKamis, 6 Februari 2025 06:00 WIB2 Mins Read
Kolam Retensi Pasar Gedebage. (Foto: Humas Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara meresmikan Kolam Retensi Pasar Gedebage sebagai langkah strategis dalam mengurangi potensi banjir di kawasan Gedebage dan sekitarnya, Rabu (5/2/2025).

Kolam Retensi Pasar Gedebage menjadi kolam retensi ke-14 yang dibangun Pemkot Bandung. Berada di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), kolam ini memiliki luas 1.749 meter persegi dengan volume tampungan mencapai 7.515 meter kubik.

Dilengkapi dengan dua pompa berkekuatan total 300 liter per detik, kolam ini berfungsi menampung sementara air hujan sebelum dipompa ke sungai.

Koswara mengatakan, penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu, melibatkan berbagai sektor dari hulu ke hilir.

Baca Juga:  Geng Motor Kembali Resahkan Warga Bandung Usai Lakukan Pengeroyokan

“Apa yang dilakukan Pemkot Bandung sudah mengakomodasi konsep ini. Tinggal bagaimana konsistensi dan keberlanjutannya. Masih ada 17.000 meter kubik air dari Sub DAS Cinambo yang belum terkelola, tetapi kita bisa melihat dampak positifnya, seperti waktu surutnya genangan yang kini lebih cepat,” kata Koswara.

Koswara mengatakan, kolaborasi dengan Kabupaten Bandung dan wilayah lain dalam upaya penanganan banjir sangat penting. Menurutnya, penanganan banjir harus dilakukan bersama dan lintas sektor.

“Jika di hulu kondisi kritis, upaya di hilir akan sia-sia. Oleh karena itu, koordinasi antar daerah menjadi kunci utama dalam penyelesaian masalah ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Lalu Lintas Macet, Truk Terigu Terguling di Soekarno-Hatta Bandung

Saat ini, jumlah titik genangan di Kota Bandung yang sebelumnya mencapai 68 kini tinggal 6 titik. Pemkot Bandung juga berencana membangun tiga kolam retensi tambahan dalam waktu dekat untuk semakin mengurangi risiko banjir.

“Kami berharap kolam retensi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Gedebage dan sekitarnya, serta menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam pengendalian banjir di Kota Bandung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengungkapkan, pembangunan kolam ini merupakan bagian dari strategi besar pengendalian banjir di kawasan Gedebage.

Baca Juga:  HUT ke-53, Korpri di Kota Bandung Berikan Bantuan Sembako sebagai Wujud Kepedulian

“Gedebage adalah wilayah yang fenomenal dalam urusan banjir. Dengan tambahan kolam retensi ini, genangan air di Sub DAS Cinambo dapat berkurang, meskipun masih ada 17.000 meter kubik air yang perlu dikelola lebih lanjut,” ucap Didi.

Selain pembangunan kolam retensi di hilir, konservasi di hulu juga penting agar air hujan tidak langsung mengalir ke wilayah hilir.

“Kami sudah memasukkan rencana pembangunan area konservasi untuk menahan air hujan di lembah sebelum turun ke pemukiman. Ini merupakan langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Kolam Retensi Kota Bandung Pasar Gedebage Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Dugaan ‘Permainan’ Seleksi Paskibraka 2026: Siswi Jenius Mendadak Dicoret di Babak Akhir, Ada Apa?!

sapi

Presiden Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Dibeli dari APBN Rp100 Miliar

Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!

Bandung Kembali Dilanda Banjir, 772 KK Terdampak di Dayeuhkolot

Rupiah Masih Tertekan di Level Rp17.790, Cek Kurs Dolar di Bank Hari Ini

Alam Indonesia di Ambang Kiamat? Satwa Langka Menjerit, Surga Wisata Dunia Kini Rata dengan Tanah!

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Dulu Dipuja, Dokter Cantik Ini Kini Kurus Kering Digerogoti Penyakit Misterius? Ini Fakta Mengejutkannya!
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Link Full Video Bu Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video TKW Taiwan 3 vs 1 Durasi Full Viral di TikTok, Isinya Mencengangkan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.