Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Uang! Ternyata Ini Alasan Kuat Sandy Walsh Mau Terima Kontrak 3 Tahun di Persib Bandung

Sabtu, 4 Juli 2026 13:47 WIB

Benarkah Persib ‘Hancurkan’ Karier Pemain Timnas? Menguliti Profil & Kredibilitas Arul El Pundit

Sabtu, 4 Juli 2026 13:04 WIB

Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal

Sabtu, 4 Juli 2026 12:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Uang! Ternyata Ini Alasan Kuat Sandy Walsh Mau Terima Kontrak 3 Tahun di Persib Bandung
  • Benarkah Persib ‘Hancurkan’ Karier Pemain Timnas? Menguliti Profil & Kredibilitas Arul El Pundit
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling
  • Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Bentrokan Akbar Argentina vs Mesir di Atlanta
  • Sah! Lionel Messi Resmi Jadi Pemain Tersubur Sepanjang Sejarah Piala Dunia
  • Dari SPG Jadi Mahasiswi Melbourne, Kisah Juang Kembar Anak Buruh Tani Tampar Balik Kritik Beasiswa Negara!
  • Drama 120 Menit! Gol Bunuh Diri Antar Argentina Depak Tanjung Verde Menuju 16 Besar Piala Dunia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kontras Kehidupan Ciumbuleuit, Gedung Mewah dan Rumah Tua yang Hampir Runtuh

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 12 Agustus 2025 20:00 WIB2 Mins Read
Rumah tua di Ciumbuleuit. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan Ciumbuleuit dengan deretan gedung mewah, apartemen tinggi, dan kafe estetik, terselip kisah haru di balik sebuah rumah tua yang hampir rubuh.

Rumah itu milik Aye Sutisna (79), warga Kampung Kebon 7, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Bangunan sederhana yang dibangun sejak 1977 ini kini nyaris tak layak huni dan telah runtuh sebagian karena faktor usia dan minimnya perawatan.

Ironisnya, rumah tersebut sudah masuk dalam program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada 2023.

Semua dokumen seperti sertifikat tanah, Kartu Keluarga, hingga KTP sudah diserahkan ke RT, RW, dan kelurahan. Bahkan, tiga hari sebelum runtuh, petugas sempat datang untuk mendokumentasikan kondisi rumah. Namun, janji perbaikan sampai saat ini belum terealisasi.

Pada pagi hari, runtuhan plafon bagian depan rumah mengagetkan keluarga. Alvin, saudara Aye yang tinggal tak jauh dari lokasi, bercerita, “Kaget banget, langsung beberes supaya tidak ada paku jatuh yang bisa melukai anak-anak.”

Rumah yang dihuni oleh kakak laki-laki ayah Alvin ini sudah tidak direnovasi selama 48 tahun. Kayu penyangga telah lapuk, atap rapuh, dan ventilasi yang minim menyebabkan kondisi lembap. Dapur tradisional dengan tungku api menjadi satu-satunya ruang memasak.

Kini, Kakek Aye tinggal bersama satu anak dan tiga cucu dalam ruang sempit yang hanya memiliki satu kamar tidur tanpa kamar mandi. Pada malam hari, mereka tidur berdesakan di ruang yang sebagian atapnya sudah bocor.

Kesulitan ekonomi membuat Aye hanya bisa mengandalkan bantuan tetangga dan keluarga untuk kebutuhan sehari-hari. “Kalau makan seadanya, kadang cuma tahu, tempe, atau ikan asin,” katanya lirih.

Cucu pertamanya yang menjadi pengemudi ojek online berusaha membantu, namun penghasilannya belum cukup untuk memperbaiki rumah.

Kondisi rumah yang memprihatinkan turut memengaruhi kesehatan keluarga. Salah satu cucunya mengidap TBC, sedangkan Aye sendiri sudah lanjut usia dengan berbagai penyakit.

“Abah mah sudah tua, mungkin sebentar lagi meninggal. Saya berharap rumah ini bisa diperbaiki agar anak cucu punya tempat tinggal yang layak,” tuturnya.

Kisah Kakek Aye menggambarkan kontras nyata perkembangan Ciumbuleuit hari ini: di satu sisi penuh dengan gedung pencakar langit dan properti mewah, namun di sisi lain masih ada warga asli yang bertahan dalam kondisi rumah yang memprihatinkan, menunggu janji bantuan yang belum juga datang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kondisi sosial Ciumbuleuit rumah tidak layak huni Bandung rumah tua Ciumbuleuit
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.