Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner

Jumat, 28 Agustus 2026 20:05 WIB

Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini

Jumat, 28 Agustus 2026 20:03 WIB

Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger

Jumat, 28 Agustus 2026 19:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner
  • Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini
  • Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger
  • Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini
  • Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi
  • Persib Siap Tempur, Teja Paku Alam Ungkap Senjata Berbahaya Manila Digger
  • Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya
  • Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 29 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kontras Kehidupan Ciumbuleuit, Gedung Mewah dan Rumah Tua yang Hampir Runtuh

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 12 Agustus 2025 20:00 WIB2 Mins Read
Rumah tua di Ciumbuleuit. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan Ciumbuleuit dengan deretan gedung mewah, apartemen tinggi, dan kafe estetik, terselip kisah haru di balik sebuah rumah tua yang hampir rubuh.

Rumah itu milik Aye Sutisna (79), warga Kampung Kebon 7, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Bangunan sederhana yang dibangun sejak 1977 ini kini nyaris tak layak huni dan telah runtuh sebagian karena faktor usia dan minimnya perawatan.

Ironisnya, rumah tersebut sudah masuk dalam program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada 2023.

Semua dokumen seperti sertifikat tanah, Kartu Keluarga, hingga KTP sudah diserahkan ke RT, RW, dan kelurahan. Bahkan, tiga hari sebelum runtuh, petugas sempat datang untuk mendokumentasikan kondisi rumah. Namun, janji perbaikan sampai saat ini belum terealisasi.

Pada pagi hari, runtuhan plafon bagian depan rumah mengagetkan keluarga. Alvin, saudara Aye yang tinggal tak jauh dari lokasi, bercerita, “Kaget banget, langsung beberes supaya tidak ada paku jatuh yang bisa melukai anak-anak.”

Rumah yang dihuni oleh kakak laki-laki ayah Alvin ini sudah tidak direnovasi selama 48 tahun. Kayu penyangga telah lapuk, atap rapuh, dan ventilasi yang minim menyebabkan kondisi lembap. Dapur tradisional dengan tungku api menjadi satu-satunya ruang memasak.

Kini, Kakek Aye tinggal bersama satu anak dan tiga cucu dalam ruang sempit yang hanya memiliki satu kamar tidur tanpa kamar mandi. Pada malam hari, mereka tidur berdesakan di ruang yang sebagian atapnya sudah bocor.

Kesulitan ekonomi membuat Aye hanya bisa mengandalkan bantuan tetangga dan keluarga untuk kebutuhan sehari-hari. “Kalau makan seadanya, kadang cuma tahu, tempe, atau ikan asin,” katanya lirih.

Cucu pertamanya yang menjadi pengemudi ojek online berusaha membantu, namun penghasilannya belum cukup untuk memperbaiki rumah.

Kondisi rumah yang memprihatinkan turut memengaruhi kesehatan keluarga. Salah satu cucunya mengidap TBC, sedangkan Aye sendiri sudah lanjut usia dengan berbagai penyakit.

“Abah mah sudah tua, mungkin sebentar lagi meninggal. Saya berharap rumah ini bisa diperbaiki agar anak cucu punya tempat tinggal yang layak,” tuturnya.

Kisah Kakek Aye menggambarkan kontras nyata perkembangan Ciumbuleuit hari ini: di satu sisi penuh dengan gedung pencakar langit dan properti mewah, namun di sisi lain masih ada warga asli yang bertahan dalam kondisi rumah yang memprihatinkan, menunggu janji bantuan yang belum juga datang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini

Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi

Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya

Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah

Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari

Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.