Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kunci Masa Depan Bandung, Farhan Yakini Pembangunan Berkelanjutan Harus Terukur dan Teruji

By Putra JuangKamis, 6 November 2025 13:15 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meyakini pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan terukur bagi masa depan Kota Bandung.

Setiap langkah pembangunan harus memiliki arah keberlanjutan yang bersifat struktural, agar tidak berhenti hanya karena adanya pergantian pemimpin atau kebijakan.

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Bandung Sustainability Summit 2025 yang digagas bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (6/11/2025).

“Satu hal yang luar biasa adalah kita mulai sadar bahwa apapun yang dibuat di Kota Bandung ini harus berkelanjutan. Keberlanjutan itu harus bersifat struktural, sehingga siapapun nanti yang memimpin, konsep pembangunan tetap berjalan secara konsisten,” ujar Farhan.

Baca Juga:  Rochi: Roti Isi Mochi Hits yang Siap Jadi Oleh-Oleh Andalan Kota Bandung

Menurutnya, Bandung Sustainability Summit menjadi forum penting karena membahas keberlanjutan bukan hanya sebagai ide atau wacana, melainkan juga sebagai pengukuran yang nyata dan terukur.

“Sustainability itu tidak hanya jadi kesepakatan bersama, tapi juga harus jadi ukuran yang bisa dihitung. Kita mulai dulu dari sektor infrastruktur, karena ini fondasi dari banyak hal lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, Farhan mengajak kalangan akademisi, terutama dari ITB, untuk menjadikan wilayah-wilayah di Kota Bandung sebagai living lab atau laboratorium hidup dalam pengembangan solusi berkelanjutan.

Baca Juga:  Ditembak Ku Aing! Viral Aksi Keji Pria Bunuh Kucing di Bandung

“Saya sekarang setiap hari berkantor di kelurahan lewat program Prakarsa Utama. Dari sana saya lihat, tiap RW punya permasalahan yang unik. Saya mengundang teman-teman akademisi untuk datang ke wilayah, bantu cari solusi. Dari 1.597 RW ini nanti kita jahit jadi sistem yang berkesinambungan,” tuturnya.

Ia mencontohkan, setiap wilayah di Bandung memiliki karakter geografis dan tantangan lingkungan yang berbeda.

Mulai dari Punclut di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, hingga Cimincrang yang berada di 680 MDPL, masing-masing memiliki karakter hidrometeorologi dan persoalan infrastruktur tersendiri.

Baca Juga:  4 Warga Terluka Akibat Kericuhan di Dago Elos, 7 Ditahan Polisi

“Ini yang menarik dari Bandung. Kondisi alam dan masyarakatnya beragam, jadi penyelesaiannya juga harus khas tapi tetap punya arah yang sama yaitu keberlanjutan,” tambah Farhan.

Hal tersebut juga berlaku untuk penanganan sampah di tiap kawasan. Farhan menjelaskan, setiap daerah memiliki karakter sampah berbeda, sehingga perlu penanganan yang tepat sesuai jenis dan sumbernya.

“Misalnya di kawasan Ciwastra dan Gedebage banyak sampah organik, sedangkan di Cigondewah lebih banyak limbah tekstil dan plastik. Semua itu harus diselesaikan dengan sistem yang berkelanjutan, bukan hanya solusi sesaat,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung Muhammad Farhan pembangunan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.