Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League

Jumat, 18 September 2026 10:06 WIB

Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!

Jumat, 18 September 2026 09:51 WIB

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Jumat, 18 September 2026 09:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League
  • Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!
  • Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
  • Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972
  • Shin Tae-yong Buka Suara Jelang Persija vs Java United FC di Bali
  • Redmi Note 17 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 10.000 mAh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurban Aman dan Sehat, DKPP Kota Bandung Pastikan Pemeriksaan Hewan Dilakukan Ketat

By Putra JuangKamis, 21 Mei 2026 18:05 WIB3 Mins Read
Hewan Kurban. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat mulai dari sebelum hingga setelah penyembelihan.

Hal tersebut disampaikan dalam Talkshow Sonata bertema “Kurban Aman dan Sehat: Apa Saja yang Harus Disiapkan?” pada Kamis (21/5/2026).

Gin Gin menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni pemeriksaan antemortem dan post-mortem. Pemeriksaan antemortem dilakukan saat hewan masih hidup untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum dipotong. Setelah penyembelihan, tim DKPP kembali melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap organ dalam hewan.

“Pemeriksaan post-mortem biasanya lebih detail dibanding antemortem. Kami memeriksa bagian kepala, daging, hingga organ dalam seperti paru-paru, limpa, dan jantung untuk memastikan tidak ada penyakit yang berpotensi menular ke manusia,” ujar Gin Gin.

Ia menambahkan, apabila ditemukan bagian hewan yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, bagian tersebut akan dipisahkan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi maupun didistribusikan.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini: Waspada Hujan Ringan Sepanjang Hari

DKPP Kota Bandung juga menurunkan tim pemantau ke berbagai titik pemotongan hewan kurban selama Iduladha berlangsung. Menurut Gin Gin, pemeriksaan post-mortem menjadi salah satu tugas paling berat karena dilakukan secara bersamaan di banyak lokasi pemotongan.

“Teman-teman di lapangan bekerja cukup keras. Mereka sudah mulai bertugas sejak dua minggu sebelum hari H hingga beberapa hari setelah Iduladha,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gin Gin juga menjawab pertanyaan masyarakat terkait ciri hewan kurban yang layak. Salah satunya mengenai kondisi gigi domba atau kambing.

Ia menjelaskan, usia hewan kurban umumnya dapat dilihat dari kondisi giginya. Namun, hewan dengan kondisi ompong juga dinilai dapat mengurangi kelayakan karena termasuk indikasi cacat yang sebaiknya dihindari.

Selain itu, DKPP menganjurkan hewan kurban diistirahatkan terlebih dahulu sebelum disembelih. Hewan dianjurkan tidak diberi makan beberapa jam sebelum pemotongan agar kondisinya lebih baik.

Baca Juga:  Soal Penjagaan Ormas di Lahan SMAK Dago Bandung, Ini Kata PT Graha Multi Insani

“Minimal 12 sampai 24 jam sebelum dipotong, hewan sebaiknya diistirahatkan. Vaksinasi juga tidak dilakukan menjelang penyembelihan karena bisa memengaruhi kondisi hewan,” jelasnya.

Terkait penyakit hewan, Gin Gin mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski demikian, ia memastikan Kota Bandung hingga saat ini masih dalam kondisi aman dari kasus penyakit menular tersebut.

“Kota Bandung memang masuk kategori waspada karena lalu lintas hewan tinggi, tetapi Alhamdulillah sejauh ini tidak ditemukan kasus zoonosis yang mengkhawatirkan,” ujarnya.

Sebagai penanda hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan, DKPP memberikan kalung khusus pada hewan kurban sehat dan layak. Masyarakat juga dapat memindai barcode pada kalung tersebut untuk memastikan status kesehatan hewan.

Tak hanya pengawasan hewan, DKPP juga memberikan pelatihan pemotongan halal kepada para panitia kurban dan DKM di berbagai wilayah Kota Bandung. Pelatihan tersebut mencakup teknik penyembelihan, pengelolaan daging, hingga distribusi yang higienis dan sesuai syariat.

Baca Juga:  Wisata Budaya Bandung: Kenalkan Sejarah dan Kesenian Sunda

Gin Gin juga mengimbau masyarakat dan panitia kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dalam distribusi daging kurban. Ia mendorong penggunaan wadah ramah lingkungan seperti besek, daun, atau wadah yang dapat digunakan ulang.

“Kita harapkan pelaksanaan kurban berjalan tertib, higienis, aman, halal, dan tidak menimbulkan sampah berlebih,” katanya.

Selain itu, DKPP Kota Bandung mengatur lokasi penyembelihan hewan kurban agar tidak mengganggu ketertiban umum. Dalam surat edaran yang diterbitkan, lokasi penjualan hewan kurban disarankan berada minimal 200 meter dari permukiman warga.

“Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan dilakukan penertiban bersama kewilayahan dan Satpol PP,” tegas Gin Gin.

DKPP Kota Bandung memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Bandung. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilih hewan kurban yang sehat, aman, dan layak untuk dikurbankan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hewan kurban Idul Adha Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.