Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq

Senin, 3 Agustus 2026 19:02 WIB

Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha

Senin, 3 Agustus 2026 14:10 WIB

Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga

Senin, 3 Agustus 2026 13:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq
  • Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha
  • Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga
  • Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Herdman Akui The Golden Star Jadi Ujian Terberat Garuda
  • Ditutup Sejak Awal 2026, Alun-alun Bandung Kembali Sambut Warga Jelang 17 Agustus
  • Alih Fungsi Futsal Jadi Padel Wajib Ubah Izin, Pemkot Bandung: Standar Bangunannya Berbeda
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Mariano Peralta Batal Debut di Persib vs Persija, Igor Tolic Ungkap Kondisi Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurban Aman dan Sehat, DKPP Kota Bandung Pastikan Pemeriksaan Hewan Dilakukan Ketat

By Putra JuangKamis, 21 Mei 2026 18:05 WIB3 Mins Read
Hewan Kurban. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat mulai dari sebelum hingga setelah penyembelihan.

Hal tersebut disampaikan dalam Talkshow Sonata bertema “Kurban Aman dan Sehat: Apa Saja yang Harus Disiapkan?” pada Kamis (21/5/2026).

Gin Gin menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni pemeriksaan antemortem dan post-mortem. Pemeriksaan antemortem dilakukan saat hewan masih hidup untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum dipotong. Setelah penyembelihan, tim DKPP kembali melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap organ dalam hewan.

“Pemeriksaan post-mortem biasanya lebih detail dibanding antemortem. Kami memeriksa bagian kepala, daging, hingga organ dalam seperti paru-paru, limpa, dan jantung untuk memastikan tidak ada penyakit yang berpotensi menular ke manusia,” ujar Gin Gin.

Ia menambahkan, apabila ditemukan bagian hewan yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, bagian tersebut akan dipisahkan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi maupun didistribusikan.

DKPP Kota Bandung juga menurunkan tim pemantau ke berbagai titik pemotongan hewan kurban selama Iduladha berlangsung. Menurut Gin Gin, pemeriksaan post-mortem menjadi salah satu tugas paling berat karena dilakukan secara bersamaan di banyak lokasi pemotongan.

“Teman-teman di lapangan bekerja cukup keras. Mereka sudah mulai bertugas sejak dua minggu sebelum hari H hingga beberapa hari setelah Iduladha,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gin Gin juga menjawab pertanyaan masyarakat terkait ciri hewan kurban yang layak. Salah satunya mengenai kondisi gigi domba atau kambing.

Ia menjelaskan, usia hewan kurban umumnya dapat dilihat dari kondisi giginya. Namun, hewan dengan kondisi ompong juga dinilai dapat mengurangi kelayakan karena termasuk indikasi cacat yang sebaiknya dihindari.

Selain itu, DKPP menganjurkan hewan kurban diistirahatkan terlebih dahulu sebelum disembelih. Hewan dianjurkan tidak diberi makan beberapa jam sebelum pemotongan agar kondisinya lebih baik.

“Minimal 12 sampai 24 jam sebelum dipotong, hewan sebaiknya diistirahatkan. Vaksinasi juga tidak dilakukan menjelang penyembelihan karena bisa memengaruhi kondisi hewan,” jelasnya.

Terkait penyakit hewan, Gin Gin mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski demikian, ia memastikan Kota Bandung hingga saat ini masih dalam kondisi aman dari kasus penyakit menular tersebut.

“Kota Bandung memang masuk kategori waspada karena lalu lintas hewan tinggi, tetapi Alhamdulillah sejauh ini tidak ditemukan kasus zoonosis yang mengkhawatirkan,” ujarnya.

Sebagai penanda hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan, DKPP memberikan kalung khusus pada hewan kurban sehat dan layak. Masyarakat juga dapat memindai barcode pada kalung tersebut untuk memastikan status kesehatan hewan.

Tak hanya pengawasan hewan, DKPP juga memberikan pelatihan pemotongan halal kepada para panitia kurban dan DKM di berbagai wilayah Kota Bandung. Pelatihan tersebut mencakup teknik penyembelihan, pengelolaan daging, hingga distribusi yang higienis dan sesuai syariat.

Gin Gin juga mengimbau masyarakat dan panitia kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dalam distribusi daging kurban. Ia mendorong penggunaan wadah ramah lingkungan seperti besek, daun, atau wadah yang dapat digunakan ulang.

“Kita harapkan pelaksanaan kurban berjalan tertib, higienis, aman, halal, dan tidak menimbulkan sampah berlebih,” katanya.

Selain itu, DKPP Kota Bandung mengatur lokasi penyembelihan hewan kurban agar tidak mengganggu ketertiban umum. Dalam surat edaran yang diterbitkan, lokasi penjualan hewan kurban disarankan berada minimal 200 meter dari permukiman warga.

“Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan dilakukan penertiban bersama kewilayahan dan Satpol PP,” tegas Gin Gin.

DKPP Kota Bandung memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Bandung. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilih hewan kurban yang sehat, aman, dan layak untuk dikurbankan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hewan kurban Idul Adha Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq

Usai Keluhan Lapangan Padel, Pemkot Bandung Siapkan Aturan Jam Operasional Tempat Usaha

Farhan Ingatkan Pengusaha: Jangan Cuma Legal, Harus Bangun Hubungan Baik dengan Warga

Ditutup Sejak Awal 2026, Alun-alun Bandung Kembali Sambut Warga Jelang 17 Agustus

Alih Fungsi Futsal Jadi Padel Wajib Ubah Izin, Pemkot Bandung: Standar Bangunannya Berbeda

Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.