Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026

Rabu, 4 November 2026 07:45 WIB

Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2

Rabu, 4 November 2026 07:34 WIB

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya

Rabu, 4 November 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kurs Rupiah Anjlok ke Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Keuangan Beri Sinyal Bahaya?

By SusanaKamis, 4 Juni 2026 10:48 WIB3 Mins Read
ilustrasi bansos
Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Google Finance, kurs rupiah pada Kamis (4/6/2026) pagi berada di level Rp18.020 per dolar AS. Sementara itu, data Investing menunjukkan dolar AS menguat 0,28 persen ke posisi Rp18.015.

Dalam perdagangan harian, rupiah bergerak di kisaran Rp17.937 hingga Rp18.015 per dolar AS.

Pelemahan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena menandai level terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan sentimen pasar keuangan.

Bank Indonesia Pastikan Jaga Stabilitas Rupiah

Menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan BI akan terus hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga:  Purbaya Balas Tantangan Dedi Mulyadi: Cek Saja Sendiri, Jangan Nyuruh Saya Kerja

“Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal,” kata Ramdan dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, BI juga mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik serta menjaga kecukupan likuiditas valuta asing guna mendukung stabilitas pasar keuangan nasional.

BI Batasi Pembelian Valas dan Perluas Transaksi Mata Uang Lokal

Sebagai langkah penguatan stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia sejak 2 Juni 2026 telah memberlakukan ketentuan batas pembelian valuta asing (valas) terhadap rupiah tanpa underlying sebesar 25.000 dolar AS per pelaku per bulan.

Baca Juga:  Alasan Kesehatan di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI

Selain itu, BI terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Saat ini, kerja sama LCT telah dijalankan Indonesia dengan sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Ramdan menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional,” ujarnya.

Celios Soroti Respons Negatif Pasar

Pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS terjadi sehari setelah Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026).

Baca Juga:  Rupiah Terpuruk di Atas Rp17.900 per Dolar AS: Ini Penyebab Utama hingga Ancaman bagi Dunia Usaha

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai respons negatif pasar keuangan dan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan adanya kekhawatiran investor terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Bhima, reaksi pasar yang cenderung negatif mencerminkan adanya kekhawatiran terhadap aspek transparansi dan tata kelola program pemerintah.

“Reaksi dari pasar justru negatif. IHSG-nya justru crash dan rupiahnya konsisten terus melemah. Artinya, pasar melihat adanya persoalan mendasar terkait tata kelola program tersebut,” ujar Bhima.

Meski demikian, pergerakan nilai tukar rupiah tetap dipengaruhi berbagai faktor global dan domestik, termasuk kebijakan moneter Amerika Serikat, arus modal asing, kondisi fiskal, serta sentimen pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Indonesia dolar AS ekonomi Indonesia rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.