bukamata.id – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin (1/6/2026), Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Jawa Barat memilih jalan aksi nyata. Bukan sekadar seremonial, ribuan kader PP di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat turun ke lapangan untuk menanam lebih dari 5.000 pohon secara serentak.
Langkah masif ini diambil sebagai respons konkret terhadap kondisi lingkungan di Jawa Barat yang kian memprihatinkan. Adapun jenis pohon yang ditanam cukup beragam, mulai dari tanaman buah seperti durian, rambutan, dan lengkeng hingga tanaman keras seperti rasamala dan jati yang disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing daerah.
Menjawab Rapor Merah Lahan Kritis
Ketua MPW Pemuda Pancasila Jabar, Dian Rahadian mengungkapkan bahwa aksi penghijauan ini didasari oleh data sosiologis yang mengkhawatirkan terkait wilayah hutan di Jabar.
“Sekitar 80 persen lahan hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam kondisi kritis. Berangkat dari persoalan besar inilah, seluruh kader bergerak. Kita harus menciptakan mata air untuk masa depan, jangan sampai yang kita wariskan kepada anak cucu justru air mata,” kata Dian di Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung.
Gerakan ini, lanjut Dian, merupakan kelanjutan dari program pelestarian lingkungan yang sudah diinisiasi sejak Februari lalu di kawasan Gunung Ciremai.
Ke depan, PP Jabar berkomitmen menyasar wilayah pesisir melalui penanaman mangrove serta kawasan pegunungan dengan pohon produktif (durian, rambutan, lengkeng) dan tanaman keras (rasamala, jati).
Kolaborasi Lintas Sektor & Desakan Target 30% Hutan Lindung
Aksi lingkungan PP Jabar ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kementerian Kehutanan, Perum Perhutani Divre Jabar-Banten, Dinas Kehutanan, Bank BJB, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah anggota DPR RI.
Tak hanya itu, apresiasi tinggi juga diberikan oleh Ketua Forum Penyelamat Hutan Jawa, Eka Santosa. Menurutnya, sudah saatnya organisasi kemasyarakatan (ormas) menggeser fokus gerakan ke arah isu-isu ekologis yang kian kompleks, seperti kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga darurat sampah.
Eka mengingatkan ada target besar yang harus dikejar bersama demi keselamatan Pulau Jawa.
“Saya memberikan apresiasi dan rasa hormat yang luar biasa atas kesadaran dan implementasi gagasan Pemuda Pancasila untuk masuk ke wilayah-wilayah yang rawan lingkungan,” kata Eka.
Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi contoh bagi organisasi kemasyarakatan lainnya untuk turut berperan dalam menjaga lingkungan hidup.
“Kita sudah saatnya kembali ke alam dan menghijaukan kembali serta menyelamatkan Jawa Barat. Target kita bersama adalah mencapai minimal 30 persen kawasan hutan yang berfungsi lindung, baik di Jawa Barat maupun Pulau Jawa,” ujarnya.
Eka mengingatkan bahwa kegagalan menjaga kawasan lindung akan berdampak pada generasi mendatang.
“Kalau itu tidak tercapai, maka yang kita wariskan adalah air mata kepada anak cucu kita, bukan mata air,” tegasnya.
Selain persoalan hutan, Eka juga menyoroti kondisi darurat sampah yang terjadi di Bandung Raya. Karena itu, pihaknya berkomitmen berkolaborasi dengan Pemuda Pancasila dan berbagai komunitas lingkungan untuk mengawal percepatan penanganan sampah di kawasan tersebut.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bandung, Asep Romy menyebut program penanaman pohon menjadi salah satu bentuk tanggung jawab organisasi terhadap lingkungan.
Menurutnya, gerakan penghijauan sangat penting untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mengurangi risiko bencana seperti longsor dan erosi.
“Program penanaman pohon ini merupakan salah satu bentuk penanggulangan terhadap longsor dan berbagai kerusakan lingkungan lainnya. Ini bentuk kesungguhan kami untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Asep.
Ia menegaskan bahwa Pemuda Pancasila ingin menunjukkan kontribusi positif melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Yang penting bagaimana caranya kita berbuat baik untuk kemaslahatan dan kepentingan masyarakat banyak,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










