bukamata.id – Jagat media sosial TikTok kembali diguncang oleh tren misterius yang memicu rasa penasaran masif di awal tahun 2026. Fokus perhatian warganet tertuju pada sebuah cuplikan singkat berdurasi 19 detik yang melibatkan sebuah botol minuman kemasan, Golda Coffee. Namun, di balik viralnya video tersebut, tersimpan risiko besar yang mengintai para pengguna internet yang kurang waspada.
Tren ini bermula ketika potongan video tanpa konteks mulai memenuhi FYP (For Your Page). Minimnya informasi dan absennya penjelasan detail dalam video tersebut justru menjadi bahan bakar utama yang membuat warganet berbondong-bondong mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Membedah Konten yang Menjadi Perbincangan
Berdasarkan penelusuran di platform TikTok, video tersebut menampilkan sosok wanita yang melakukan aktivitas tak lazim dengan sebuah botol kopi kemasan di depan kamera ponselnya. Karena dianggap tidak biasa, video berdurasi kurang dari setengah menit itu pun langsung memicu beragam spekulasi di kolom komentar.
Sifat algoritma TikTok yang sangat cepat menyebarkan konten membuat cuplikan ini terfragmentasi menjadi potongan-potongan pendek. Sayangnya, ketidakjelasan isi video asli inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Waspada Bahaya di Balik Link “Phising”
Fenomena video 19 detik ini ternyata menjadi celah bagi para pelaku kejahatan siber. Banyak kreator atau akun anonim yang sengaja mengunggah cuplikan video tersebut dengan iming-iming “Link Full Video” di kolom komentar atau profil mereka.
Warganet diimbau untuk sangat berhati-hati. Link yang disebarkan sering kali merupakan tautan palsu atau phishing yang bertujuan untuk:
- Pencurian Data Pribadi: Mengakses akun media sosial atau perbankan pengguna.
- Penyebaran Malware: Merusak sistem operasi pada smartphone atau perangkat komputer.
- Pencurian Saldo: Memanfaatkan akses data untuk menguras dompet digital.
Edukasi Keamanan Digital bagi Pengguna
Menanggapi hal ini, para ahli keamanan siber mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh konten viral yang bersifat sensasional. Rasa penasaran yang tinggi terhadap konten “misterius” sering kali menjadi pintu masuk bagi serangan siber yang merugikan secara finansial maupun privasi.
Penting bagi pengguna media sosial untuk selalu memverifikasi sumber informasi dan menghindari mengeklik tautan asing dari sumber yang tidak dikenal. Keamanan data pribadi jauh lebih berharga daripada sekadar memuaskan rasa ingin tahu terhadap tren sesaat di media sosial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











