Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!

Jumat, 30 Oktober 2026 15:19 WIB

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswa Demo di Depan Gedung Sate, Protes Kenaikan Harga Pangan

By Putra JuangJumat, 22 Maret 2024 19:20 WIB2 Mins Read
Mahasiswa Demo di Depan Gedung Sate, Protes Kenaikan Harga Pangan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ratusan mahasiswa di Bandung Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Jumat (22/3/2024). Dalam unjuk rasa bertajuk ‘Bandung Lautan Api’ ini, massa aksi membawa 12 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.

Perwakilan aliansi mahasiswa yang juga Ketua BEM Kema Unpad 2024, Fawwaz Ihza Mahendra mengatakan, tema besar dari 12 tuntutan tersebut terkait persoalan harga pangan, demokrasi dan adili rezim jokowi.

“Kegiatan sore ini aksi unjuk rasa yang kami lakukan, kurang lebih ada 12 tapi memang tema-tema utamanya itu mengenai stabilitas harga bahan pokok yang kedua itu permasalahan demokrasi yang ketiga overprotect legalizm,” ucap Fawwaz.

Selain itu, pihaknya juga turut menyoroti sikap pemerintah yang selalu berbohong dalam setiap pernyataannya.

Baca Juga:  AHY dan Annisa Pohan Pemenang Busana Adat Terbaik di HUT ke-79 RI

“Kami memandang bahwa istana ini menjadi pembohong, kenapa? Karena mereka selalu menyatakan demi rakyat demi rakyat, bahwa mereka mengatakan demi rakyat tapi tidak pernah melakukan sebuah kebijakan yang pro rakyat,” tegasnya.

Fawwaz mengatakan, dampak kenaikan harga bahan pokok ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa saja, namun juga oleh masyarakat luas.

“Harga saat ini tak kunjung kembali ke harga normal dan kami melihat bukan hanya kawan-kawan mahasiswa saja yang merasakan naiknya bahan pokok, tapi kami melihat masyarakat di sekitar kampus merasakan harga bahan pokok ini menyulitkan mereka untuk melanjutkan hidup,” tuturnya.

Baca Juga:  Kantongi Nomor Urut Satu, Dandan-Arif: Langkah Awal Menuju Kemenangan di Pilwalkot Bandung

Berikut ini 12 tuntutan aksi mahasiswa Bandung Raya terhadap pemerintah:

1. Melaksanakan reforma agraria seiati dan industrialisasi nasional untuk mewujudian ketahanan pangan nasional dan stabilkan harga
bahan pokok serta tolak politisasi bantuan sosial.

2. Kembalikan independensi KPK

3. Cabut pasal tni polri yang dapat mengisi jabatan ASN

4. Cabut uu no. 6 tahun 2023 tentang cipta keria dan tolak psn yang merampas dan memonopoli tanah

5. Revisi uu no. 1 tahun 2023 tentang kump pada pasal-pasal yang membatasi kebebasan berekspresi

Baca Juga:  Bandung Kota Seribu Bintang, Rumah Bagi Institusi Militer dan Kepolisian

6. Jamin partisipasi masyarakat yang bermakna dalam sebuah proses pembentukan peraturan dan kebijakan publik

7. Berantas korupsi, kolusi dan nepotisme (kkni dan tolak politisasi yudisial

8. Tindak tegas pelanggaran etik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilihan umum (Pemilu)

9. Tindak tegas aparatur negara yang berpihak dan adili peserta pemilu yang mengunakan fasilitas negara

10. Cegah intervensi dan penyalahgunaan kekuasaan dalam pilkada

11. Tolak perpanjangan masa jabatan kepala desa 8 tahun

12. Mengutamakan riset dan data dalam perancangan kebijakan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gedung Sate jokowi Kota Bandung mahasiswa unjuk rasa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.