Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9

Selasa, 3 November 2026 10:27 WIB

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Selasa, 3 November 2026 10:02 WIB

Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?

Selasa, 3 November 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9
  • Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!
  • Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?
  • Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS
  • Skenario Lolos Kilat Persib Bandung di ACL 2: Bisa Segel Tiket Duluan Tanpa Tunggu Laga Akhir?
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ma’ruf Amin Sebut Pemangkasan Hibah Pesantren di Jabar Sebagai Anomali

By Aga GustianaKamis, 14 Agustus 2025 20:43 WIB2 Mins Read
Mantan Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin
Mantan Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin. (Instagram/@kyai_marufamin).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mantan Wakil Presiden RI periode 2019–2024, Ma’ruf Amin, menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memangkas drastis anggaran hibah untuk pesantren pada 2025. Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan arah pembangunan nasional dan menyebutnya sebagai sebuah “anomali.”

“Di tingkat pusat, justru ada Undang-Undang tentang pesantren yang mendorong transformasi dan butuh dukungan anggaran. Kok malah di Jabar dipangkas? Itu anomali, tidak sejalan dengan kebijakan nasional,” ujar Ma’ruf saat menghadiri sebuah acara di Sukabumi, Kamis (14/8/2025).

Menurut Ma’ruf, peran pesantren saat ini sudah melampaui fungsi tradisional sebagai lembaga pendidikan agama. Pesantren, kata dia, juga membentuk tenaga profesional, wirausahawan, serta menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pendidikan umum ada di pesantren, mulai SMP, SMA, hingga pendidikan kejuruan dan vokasi. Bahkan ada pengembangan usaha berbasis pesantren, baik di sektor keuangan maupun lainnya. Dampaknya bisa meluas, bahkan di luar daerah di mana pesantren itu berdiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Tolak Buru-Buru Status Darurat Sampah Bandung, Dedi Mulyadi: Jangan Bikin Panik!

Ma’ruf menekankan pentingnya transformasi bagi daerah dengan jumlah pesantren besar, seperti Kabupaten Sukabumi. Pembinaan santri selama 24 jam, menurutnya, membentuk pola pikir, perilaku, dan wawasan yang luas bagi para santri.

“Kalau ini berhasil, maka masyarakat akan berubah. Proses pendidikan di pesantren itu terus menerus, ibarat kawah candradimuka. Harus sejalan dengan rencana pembangunan nasional,” tegasnya.

Baca Juga:  BUMD Jabar dalam Cengkeraman Politik Akomodatif: Ketika Janji Dedi Mulyadi 'Tanpa Bagi-bagi Jabatan' Terpatahkan

Ia juga menilai pemangkasan hibah di Jabar mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap kontribusi pesantren bagi bangsa. “Mengubah perilaku masyarakat itu jauh lebih sulit daripada membangun jembatan. Pesantren punya peran strategis di sana,” ujarnya.

Anggaran Dipangkas Hingga 94 Persen

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memangkas dana hibah pesantren dari Rp153 miliar pada 2024 menjadi hanya Rp9,25 miliar pada 2025. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk dua lembaga: LPTQ Jabar sebesar Rp9 miliar dan Yayasan Mathlaul Anwar Ciaruteun Udik Bogor sebesar Rp250 juta.

Baca Juga:  Ternyata Ini Faktor yang Bikin MBG Cepat Basi dan Picu Keracunan

Dedi Mulyadi menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk memperbaiki tata kelola hibah. Menurutnya, selama ini bantuan sering jatuh pada pesantren yang sama atau lembaga yang memiliki kedekatan politik.

“Agar hibah tidak hanya jatuh pada pesantren yang itu-itu saja, atau hanya kepada lembaga yang punya akses politik. Ke depan, kita ingin distribusi yang lebih adil,” kata Dedi pada April 2025 lalu.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar telah berdiskusi dengan Kementerian Agama se-Jawa Barat untuk menyusun mekanisme baru penyaluran bantuan, agar lebih merata dan tepat sasaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Maruf Amin Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.