Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib

Kamis, 18 Juni 2026 20:04 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 19:45 WIB

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Kamis, 18 Juni 2026 19:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib
  • Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi
  • Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri
  • Waspada! Link Video Cut Salwa Diduga Jebakan Digital Berbahaya
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras
  • Farhan Soroti Jalan Berlubang di Pasteur Usai Ojol Tewas, Pemkot Janji Koordinasi Perbaikan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ma’ruf Amin Sebut Pemangkasan Hibah Pesantren di Jabar Sebagai Anomali

By Aga GustianaKamis, 14 Agustus 2025 20:43 WIB2 Mins Read
Mantan Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin
Mantan Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin. (Instagram/@kyai_marufamin).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mantan Wakil Presiden RI periode 2019–2024, Ma’ruf Amin, menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memangkas drastis anggaran hibah untuk pesantren pada 2025. Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan arah pembangunan nasional dan menyebutnya sebagai sebuah “anomali.”

“Di tingkat pusat, justru ada Undang-Undang tentang pesantren yang mendorong transformasi dan butuh dukungan anggaran. Kok malah di Jabar dipangkas? Itu anomali, tidak sejalan dengan kebijakan nasional,” ujar Ma’ruf saat menghadiri sebuah acara di Sukabumi, Kamis (14/8/2025).

Menurut Ma’ruf, peran pesantren saat ini sudah melampaui fungsi tradisional sebagai lembaga pendidikan agama. Pesantren, kata dia, juga membentuk tenaga profesional, wirausahawan, serta menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pendidikan umum ada di pesantren, mulai SMP, SMA, hingga pendidikan kejuruan dan vokasi. Bahkan ada pengembangan usaha berbasis pesantren, baik di sektor keuangan maupun lainnya. Dampaknya bisa meluas, bahkan di luar daerah di mana pesantren itu berdiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Bey Pastikan Perayaan Malam Tahun Baru di Jabar Aman dan Tertib

Ma’ruf menekankan pentingnya transformasi bagi daerah dengan jumlah pesantren besar, seperti Kabupaten Sukabumi. Pembinaan santri selama 24 jam, menurutnya, membentuk pola pikir, perilaku, dan wawasan yang luas bagi para santri.

“Kalau ini berhasil, maka masyarakat akan berubah. Proses pendidikan di pesantren itu terus menerus, ibarat kawah candradimuka. Harus sejalan dengan rencana pembangunan nasional,” tegasnya.

Baca Juga:  Konflik Yai Mim vs Sahara Belum Usai, Video Baru Picu Polemik di Media Sosial

Ia juga menilai pemangkasan hibah di Jabar mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap kontribusi pesantren bagi bangsa. “Mengubah perilaku masyarakat itu jauh lebih sulit daripada membangun jembatan. Pesantren punya peran strategis di sana,” ujarnya.

Anggaran Dipangkas Hingga 94 Persen

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memangkas dana hibah pesantren dari Rp153 miliar pada 2024 menjadi hanya Rp9,25 miliar pada 2025. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk dua lembaga: LPTQ Jabar sebesar Rp9 miliar dan Yayasan Mathlaul Anwar Ciaruteun Udik Bogor sebesar Rp250 juta.

Baca Juga:  Gelar Akad Nikah di Pendopo Garut, Ini Deretan Mas Kawin Maula Akbar untuk Putri Karlina

Dedi Mulyadi menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk memperbaiki tata kelola hibah. Menurutnya, selama ini bantuan sering jatuh pada pesantren yang sama atau lembaga yang memiliki kedekatan politik.

“Agar hibah tidak hanya jatuh pada pesantren yang itu-itu saja, atau hanya kepada lembaga yang punya akses politik. Ke depan, kita ingin distribusi yang lebih adil,” kata Dedi pada April 2025 lalu.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar telah berdiskusi dengan Kementerian Agama se-Jawa Barat untuk menyusun mekanisme baru penyaluran bantuan, agar lebih merata dan tepat sasaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Maruf Amin Pemangkasan Hibah Pesantren Pendidikan Pesantren Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri

Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan

Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras

Farhan Soroti Jalan Berlubang di Pasteur Usai Ojol Tewas, Pemkot Janji Koordinasi Perbaikan

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.