Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 23:21 WIB

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Selasa, 4 Agustus 2026 21:35 WIB

Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija

Selasa, 4 Agustus 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
  • Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
  • Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?
  • Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final
  • Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ma’ruf Amin Sebut Pemangkasan Hibah Pesantren di Jabar Sebagai Anomali

By Aga GustianaKamis, 14 Agustus 2025 20:43 WIB2 Mins Read
Mantan Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin
Mantan Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin. (Instagram/@kyai_marufamin).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mantan Wakil Presiden RI periode 2019–2024, Ma’ruf Amin, menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memangkas drastis anggaran hibah untuk pesantren pada 2025. Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan arah pembangunan nasional dan menyebutnya sebagai sebuah “anomali.”

“Di tingkat pusat, justru ada Undang-Undang tentang pesantren yang mendorong transformasi dan butuh dukungan anggaran. Kok malah di Jabar dipangkas? Itu anomali, tidak sejalan dengan kebijakan nasional,” ujar Ma’ruf saat menghadiri sebuah acara di Sukabumi, Kamis (14/8/2025).

Menurut Ma’ruf, peran pesantren saat ini sudah melampaui fungsi tradisional sebagai lembaga pendidikan agama. Pesantren, kata dia, juga membentuk tenaga profesional, wirausahawan, serta menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pendidikan umum ada di pesantren, mulai SMP, SMA, hingga pendidikan kejuruan dan vokasi. Bahkan ada pengembangan usaha berbasis pesantren, baik di sektor keuangan maupun lainnya. Dampaknya bisa meluas, bahkan di luar daerah di mana pesantren itu berdiri,” jelasnya.

Ma’ruf menekankan pentingnya transformasi bagi daerah dengan jumlah pesantren besar, seperti Kabupaten Sukabumi. Pembinaan santri selama 24 jam, menurutnya, membentuk pola pikir, perilaku, dan wawasan yang luas bagi para santri.

“Kalau ini berhasil, maka masyarakat akan berubah. Proses pendidikan di pesantren itu terus menerus, ibarat kawah candradimuka. Harus sejalan dengan rencana pembangunan nasional,” tegasnya.

Ia juga menilai pemangkasan hibah di Jabar mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap kontribusi pesantren bagi bangsa. “Mengubah perilaku masyarakat itu jauh lebih sulit daripada membangun jembatan. Pesantren punya peran strategis di sana,” ujarnya.

Anggaran Dipangkas Hingga 94 Persen

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memangkas dana hibah pesantren dari Rp153 miliar pada 2024 menjadi hanya Rp9,25 miliar pada 2025. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk dua lembaga: LPTQ Jabar sebesar Rp9 miliar dan Yayasan Mathlaul Anwar Ciaruteun Udik Bogor sebesar Rp250 juta.

Dedi Mulyadi menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk memperbaiki tata kelola hibah. Menurutnya, selama ini bantuan sering jatuh pada pesantren yang sama atau lembaga yang memiliki kedekatan politik.

“Agar hibah tidak hanya jatuh pada pesantren yang itu-itu saja, atau hanya kepada lembaga yang punya akses politik. Ke depan, kita ingin distribusi yang lebih adil,” kata Dedi pada April 2025 lalu.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar telah berdiskusi dengan Kementerian Agama se-Jawa Barat untuk menyusun mekanisme baru penyaluran bantuan, agar lebih merata dan tepat sasaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Maruf Amin Pemangkasan Hibah Pesantren Pendidikan Pesantren Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

Jabar Peringkat Pertama Nasional Kasus PHK Sepanjang Januari-Juni 2026

Mencekam! Geng Motor Bersenpi dan Sajam Teror Warga Garut, Videonya Viral di Medsos

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.