Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Rabu, 12 Agustus 2026 06:00 WIB
Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Rabu, 12 Agustus 2026 05:00 WIB

Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat

Rabu, 12 Agustus 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya
  • PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos
  • Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat
  • Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!
  • Klaim Skin Senjata dan Bundel Gratis! Daftar Kode Redeem FF Terbaru Rabu 12 Agustus 2026
  • 4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!
  • Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Masalah Sampah Kian Parah, HMI Desak Pemkot Bandung Segera Bertindak

By Putra JuangSelasa, 17 Desember 2024 17:15 WIB4 Mins Read
Tumpukan sampah di Pasar Caringin Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung mengungkapkan keprihatinannya terhadap permasalahan sampah di Kota Bandung yang terus menjadi tantangan serius.

HMI Cabang Bandung menyerukan kepada pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan solusi yang konkret dan berkelanjutan.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Bandung, Fikri Ali Murtadho mengatakan bahwa persoalan sampah telah berdampak pada kualitas lingkungan hidup masyarakat Kota Bandung.

“Kota Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif dan destinasi wisata menghadapi ancaman serius dari permasalahan sampah yang belum tertangani dengan optimal,” ucap Fikri dalam keterangannya, Selasa (17/12/2024).

“Kami mendesak Pemkot Bandung dan seluruh elemen masyarakat untuk segera bertindak,” lanjutnya.

Fikri mengaku, pihaknya juga telah melakukan survei lapangan untuk melihat dan merasakan secara langsung kondisi daruratnya sampah Kota Bandung, salah satunya dengan mendatangi Pasar Induk Caringin.

“Karena kita menerima banyak keluhan dari masyarakat dan pedagang sekalipun, dan kemarin juga sempat viral di media sosial. Kita mendatangi lokasi 1 minggu yang lalu bertepatan pada tanggal 10 Desember 2024 dan kita juga melakukan wawancara secara langsung kepada pedagang untuk mendengar keluhan yang dirasakan oleh para pedagang di sana,” bebernya.

Berdasarkan kondisi yang dilihatnya, kata Fikri, bahwa sampah-sampah yang dihasilkan dari kegiatan jual beli Pasar Induk Caringin tidak dikelola dengan baik. Bahkan, ada beberapa titik sampah yang menggunung di tengah tengah pasar.

Padahal, sekeliling sampah tersebut ada para pedagang yang berjualan terkhusus bahan pokok. Hal tersebut sangat tidak memberikan kualitas lingkungan yang baik dan akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup warga Kota Bandung.

“Karena apa yang di beli di sana terkhusus bahan pokok itu akan dimakan oleh warga Kota Kandung khususnya,” ujarnya.

Kemudian juga sampah yang dihasilkan setiap harinya bisa mencapai puluhan ton yang tidak terbuang dan menggunung. Padahal, pedagang membayar uang kebersihan setiap harinya yang di pungut oleh pengelola sebesar Rp5000 – Rp8000 per harinya.

“Lantas tidak ada tanggung jawab yang serius yang dilakukan oleh pengelola. Kita rasa kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi dan kita mendesak pemerintah daerah untuk segera menanggulangi persoalan sampah yang ada di Pasar Caringin,” katanya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga menerima informasi terkait adanya tindakan jual paksa berbagai makanan ringan dan minuman terhadap pedagang oleh oknum tertentu yang dilakukan setiap hari.

“Berdasarkan orang yang kami temui perhari itu kegiatan tersebut bisa menghabiskan Rp80.000- Rp100.000 per harinya dan itu cukup merugikan para pedagang. Itu juga cukup mencuri perhatian kami selain dari pada masalah sampah,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya sangat menyayangkan masalah ini baru disorot dan ramai-ramai perangkat daerah memberi komentar setelah viral.

“Padahal kita, HMI sudah datang langsung ke lokasi sebelum viral dan sedang merumuskan untuk ikut berpartisipasi dalam mengatasi masalah sampah di Kota Bandung,” imbuhnya.

“Kami juga sangat menyayangkan sekarang pemerintah daerah hanya bisa berkomentar dan saling menyalahkan padahal hal ini perlu di tangani dengan cepat serta berkolaborasi dengan pihak manapun yang memiliki prinsip dan tujuan yang sama yaitu kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena itu, HMI Cabang Bandung menawarkan beberapa rekomendasi strategis untuk membantu mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung:

1. Edukasi Masyarakat tentang Pengelolaan Sampah

HMI mengusulkan program edukasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

2. Penguatan Infrastruktur Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kota Bandung perlu memperbanyak Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) dan memastikan TPS yang ada berfungsi secara optimal dengan melibatkan teknologi pengolahan sampah modern.

3. Peningkatan Partisipasi Pemuda

HMI mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa di Kota Bandung untuk berperan aktif melalui kegiatan sosial, seperti kampanye “Bandung Bersih” dan pelatihan pengelolaan sampah yang bekerja sama dengan berbagai lembaga.

4. Kolaborasi Multi-Stakeholder

HMI menyerukan adanya kolaborasi erat antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta untuk menciptakan solusi inovatif, seperti program bank sampah berbasis teknologi dan sistem daur ulang terpadu.

Selain itu, HMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat Bandung untuk bersatu padu dalam menghadapi persoalan sampah. Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, permasalahan ini dapat diatasi, sehingga Kota Bandung dapat kembali menjadi kota yang nyaman, bersih, dan layak huni.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Himpunan Mahasiswa Islam HMI HMI Cabang Bandung Kota Bandung Pemkot Bandung sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Ganti Pohon yang Ditebang di Jalan Riau, Pemkot Bandung Siapkan 10 Mahoni Setinggi 5 Meter

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.