Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia

Senin, 13 Juli 2026 18:10 WIB

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Senin, 13 Juli 2026 17:35 WIB

Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja

Senin, 13 Juli 2026 17:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia
  • Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut
  • Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja
  • Prancis Siap Redam Lamine Yamal! Konate Sebut Spanyol Kuat, Tapi Les Bleus Ingin ke Final
  • Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya
  • Igor Tolic Tersenyum! Kondisi Fisik Pemain Persib Meningkat Pesat
  • Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun
  • Bukan Sekadar Sepak Bola! Argentina vs Inggris Kembali Bentrok, Sejarah Kelam Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama Potensi Berharga Indonesia di Mata Dunia

By Putra JuangMinggu, 3 November 2024 01:00 WIB2 Mins Read
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat berharga bagi masyarakat dunia. Potensi itu adalah kerukunan umat beragama.

“Kita adalah salah satu negara paling besar, paling plural, tapi paling stabil dari segi politiknya, insya Allah dengan berbagai catatannya juga perekonomiannya, dibanding negara-negara lain, termasuk negara Islam. Kita umat Islam terbesar kedua di dunia, setelah Pakistan,” ucap Menag di Jakarta, dikutip Minggu (3/11/2024).

“Ini belum dipromosikan. Kita adalah kontributor paling bagus untuk diperkenalkan, yang paling stabil dari sudut pandang pola hidup beragama yang sangat toleran,” sambungnya.

Dijelaskan Menag, selama ini dirinya banyak menerima tokoh atau pemimpin negara luar yang ingin belajar dari pengalaman Indonesia merawat kerukunan umat beragama.

Baca Juga:  Demi Perbaikan Layanan Jemaah, Menag Evaluasi Pelaksanaan Ibadah Haji

“Mereka ingin mendapatkan pelajaran bagaimana Indonesia dengan umat beragama begitu banyak, kultur begitu rumit dan ramai, wilayahnya begitu luas, pulaunya begitu banyak, tapi bisa kompak,” sebutnya.

​​​​​​​Menag menyebut bahwa salah satu jendela untuk mengintip wajah Indonesia adalah situasi keberagamaan. Menurutnya, keberhasilan dalam mengelola keberagamaan, berkontribusi besar untuk pencitraan Indonesia.

“Kita juga tidak bisa membangun bangsa ini kalau situasinya tidak dalam keadaan tenang. Maka dari itu peranan Kementerian Agama itu sangat penting,” sebutnya.

Baca Juga:  Menag Pastikan Persiapan Haji 2025 Tak Terganggu Transisi Organisasi

Kerja Kementerian Agama, kata Menag, tidak bisa semua dilihat secara kasat mata. Sebab, salah satu yang menjadi garapan Kemenag adalah hati melalui pembinaan umat. Tujuannya, agar tidak ada jarak antara laku hidup masyarakat dengan ajaran agama yang dipeluknya.

“Makin berjarak masyarakat dengan ajaran agamanya, maka di situ ada kegagalan pembinaan umat. Tapi makin dekat antara masyarakat dengan ajaran agamanya, maka itu ada sebuah keberhasilan pembinaan umat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Intip Menu Makanan Jemaah Haji Selama di Madinah, Bercita Rasa Nusantara

Menag mengatakan, kriteria keberagamaan tidak hanya diukur dengan hal-hal yang bersifat formalitas. Lebih dari itu, ada nilai yang bersifat filosofi pada ajaran setiap agama serta bagaimana umat menerapkannya.

Oleh karena itu, tidak boleh ada jarak antara ajaran agama dengan pemeluknya.

“Semakin berjarak antara pemeluk dengan ajaran agama, maka itu ada masalah. Tantangan kami di Kemenag bagaimana menciptakan jarak yang lebih dekat lagi dan akhirnya bisa menyatu antara ajaran agama dan pemeluknya,” tandasnya​​​​​​​.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kerukunan Umat Beragama Menag Nasaruddin Umar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Teror Bom di Hari Pertama Sekolah: Polisi Buru Pelaku, Identitas Sudah Dikantongi

Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.