Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!

Sabtu, 19 September 2026 01:00 WIB
Timnas Indonesia

Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes

Jumat, 18 September 2026 21:00 WIB

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

Jumat, 18 September 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
  • Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar
  • Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak
  • Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?
  • Kedok Kerja Sama Berujung Kamar Kos: Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Pegawai Pelat Merah di Sukabumi
  • Eks Manchester United Muncul dalam Rumor Transfer Persib, Brandon Williams Segera Merapat?
  • Pesan Haru Jay Idzes Usai Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menteri HAM Natalius Pigai soal Sayembara KDM: Semoga Hanya Guyonan, Kalau Serius Tidak Boleh

By Mulki AlbarRabu, 29 Juli 2026 12:31 WIB2 Mins Read
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi wacana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akan memberikan hadiah kepada masyarakat yang berhasil menangkap pelaku begal.

Pigai berharap pernyataan mengenai sayembara tersebut hanya sebatas guyonan dan tidak benar-benar diterapkan sebagai kebijakan. Menurutnya, pemberian hadiah kepada masyarakat untuk menangkap pelaku berpotensi menimbulkan tindakan main hakim sendiri.

Hal itu disampaikan Pigai saat ditemui awak media di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Selasa (28/7/2026).

“Saya pikir Pak Dedi Mulyadi cuma mungkin guyonan aja. Jangan salah lho, bisa saja guyonan media anggap serius,” ujar Pigai.

Menurut Pigai, aksi begal merupakan tindak kriminal yang harus ditangani oleh aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan. Masyarakat, kata dia, cukup memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui keberadaan pelaku.

Baca Juga:  Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut 'Offside'

“Kalau orang yang begal, begal itu memang tidak boleh. Kita harus sepakat bahwa perbuatan begal adalah kriminal. Yang benar itu adalah kriminal ditangani oleh aparat diberi wewenang oleh undang-undang,” katanya.

Pigai menilai pemberian imbalan kepada masyarakat untuk menangkap pelaku dapat berisiko apabila warga yang terlibat tidak memiliki kemampuan dalam melakukan penangkapan dan justru menggunakan kekerasan.

“Anda membayar untuk menangkap orang. Kalau nangkap gini, orang yang menangkap terlatih enggak? Kalau sipil yang tidak terlatih, mukul dong ya. Berdarah-darah. Apa diperbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan?” tegasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Hapus Denda Pajak Kendaraan, Hadiah Lebaran untuk Warga Jabar

Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan vigilantisme atau tindakan main hakim sendiri. Menurutnya, penegakan hukum harus tetap dilakukan melalui prosedur yang berlaku.

“Jangan memberi ruang kesempatan dan peluang untuk rakyat melakukan main hakim sendiri. Kembali serahkan kepada aparat yang memiliki kewenangan dan otoritas untuk melakukan proses penegakan hukum,” ujarnya.

Pigai menegaskan Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, setiap orang yang diduga melakukan tindak pidana harus diproses melalui mekanisme hukum, bukan dihukum oleh masyarakat di luar kewenangan yang diberikan undang-undang.

“Kita di negara Indonesia itu negara hukum, bukan negara kekuasaan. Kalau negara kekuasaan, semua pemegang otoritas berhak melakukan apa saja yang diinginkan. Kalau negara hukum, itu kepemimpinan itu diatur oleh hukum,” katanya.

Baca Juga:  Komitmen Dedi Mulyadi Gunakan 100 Persen Pajak Kendaraan Bermotor untuk Pembangunan Jalan

Meski mengkritisi apabila sayembara tersebut benar-benar diterapkan, Pigai tidak ingin pernyataannya dianggap sebagai upaya membenturkan dirinya dengan Dedi Mulyadi. Ia kembali menegaskan harapannya agar wacana tersebut memang hanya sebatas candaan.

“Kalau serius ya tidak boleh, tapi kalau guyonan enggak apa-apa. Guyonan aja tapi serius tidak boleh,” ucapnya.

“Ini rumahnya dia di Jawa Barat, tidak etis, tapi dugaan saya beliau guyonan, tidak serius. Semoga, semoga guyonan dan tidak serius. Jangan lagi benturkan ya,” tandas Pigai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?

Kedok Kerja Sama Berujung Kamar Kos: Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Pegawai Pelat Merah di Sukabumi

PPPK Dinas PU di Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Puluhan Pohon Ganja di Rumah

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.