Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026

Rabu, 4 November 2026 07:45 WIB

Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2

Rabu, 4 November 2026 07:34 WIB

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya

Rabu, 4 November 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menteri HAM Natalius Pigai soal Sayembara KDM: Semoga Hanya Guyonan, Kalau Serius Tidak Boleh

By Mulki AlbarRabu, 29 Juli 2026 12:31 WIB2 Mins Read
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi wacana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akan memberikan hadiah kepada masyarakat yang berhasil menangkap pelaku begal.

Pigai berharap pernyataan mengenai sayembara tersebut hanya sebatas guyonan dan tidak benar-benar diterapkan sebagai kebijakan. Menurutnya, pemberian hadiah kepada masyarakat untuk menangkap pelaku berpotensi menimbulkan tindakan main hakim sendiri.

Hal itu disampaikan Pigai saat ditemui awak media di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Selasa (28/7/2026).

“Saya pikir Pak Dedi Mulyadi cuma mungkin guyonan aja. Jangan salah lho, bisa saja guyonan media anggap serius,” ujar Pigai.

Menurut Pigai, aksi begal merupakan tindak kriminal yang harus ditangani oleh aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan. Masyarakat, kata dia, cukup memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui keberadaan pelaku.

Baca Juga:  Survei LSI: Dedi-Erwan Potensial Menang Fenomenal di Pilgub Jabar

“Kalau orang yang begal, begal itu memang tidak boleh. Kita harus sepakat bahwa perbuatan begal adalah kriminal. Yang benar itu adalah kriminal ditangani oleh aparat diberi wewenang oleh undang-undang,” katanya.

Pigai menilai pemberian imbalan kepada masyarakat untuk menangkap pelaku dapat berisiko apabila warga yang terlibat tidak memiliki kemampuan dalam melakukan penangkapan dan justru menggunakan kekerasan.

“Anda membayar untuk menangkap orang. Kalau nangkap gini, orang yang menangkap terlatih enggak? Kalau sipil yang tidak terlatih, mukul dong ya. Berdarah-darah. Apa diperbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan?” tegasnya.

Baca Juga:  Langgar Izin, Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak

Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan vigilantisme atau tindakan main hakim sendiri. Menurutnya, penegakan hukum harus tetap dilakukan melalui prosedur yang berlaku.

“Jangan memberi ruang kesempatan dan peluang untuk rakyat melakukan main hakim sendiri. Kembali serahkan kepada aparat yang memiliki kewenangan dan otoritas untuk melakukan proses penegakan hukum,” ujarnya.

Pigai menegaskan Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, setiap orang yang diduga melakukan tindak pidana harus diproses melalui mekanisme hukum, bukan dihukum oleh masyarakat di luar kewenangan yang diberikan undang-undang.

“Kita di negara Indonesia itu negara hukum, bukan negara kekuasaan. Kalau negara kekuasaan, semua pemegang otoritas berhak melakukan apa saja yang diinginkan. Kalau negara hukum, itu kepemimpinan itu diatur oleh hukum,” katanya.

Baca Juga:  Sering Bantu Warga, Dedi Mulyadi Merasa Sudah Jadi Gubernur

Meski mengkritisi apabila sayembara tersebut benar-benar diterapkan, Pigai tidak ingin pernyataannya dianggap sebagai upaya membenturkan dirinya dengan Dedi Mulyadi. Ia kembali menegaskan harapannya agar wacana tersebut memang hanya sebatas candaan.

“Kalau serius ya tidak boleh, tapi kalau guyonan enggak apa-apa. Guyonan aja tapi serius tidak boleh,” ucapnya.

“Ini rumahnya dia di Jawa Barat, tidak etis, tapi dugaan saya beliau guyonan, tidak serius. Semoga, semoga guyonan dan tidak serius. Jangan lagi benturkan ya,” tandas Pigai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.