Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Rabu, 4 November 2026 12:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Rabu, 4 November 2026 11:32 WIB

Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!

Rabu, 4 November 2026 10:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nadiem Makarim: Dari Ikon Inovasi Pendidikan ke Tersangka Korupsi Chromebook

By Aga GustianaKamis, 4 September 2025 18:23 WIB3 Mins Read
Nadiem Makarim
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. (Foto: ANTARA/Yashinta Difa).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Nadiem Makarim pernah dipandang sebagai harapan baru bagi pendidikan Indonesia. Di mata publik, ia bukan sekadar mantan pengusaha sukses, melainkan sosok visioner yang diyakini mampu membawa inovasi revolusioner. Semua itu dimulai ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Muhadjir Effendi, dan melantiknya di Istana Negara pada 23 Oktober 2019.

Sebelumnya, Nadiem dikenal luas sebagai pendiri Gojek, startup transportasi dan layanan on-demand yang mengubah wajah bisnis digital di Indonesia dan Asia Tenggara. Kesuksesan Gojek membuat namanya dikenal bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di panggung internasional. Media asing seperti Bloomberg, Channel News Asia, Tech in Asia, hingga Reuters ramai memberitakan pengangkatan Nadiem, menyoroti harapan besar publik akan terobosan dalam dunia pendidikan.

“Mantan CEO Gojek diharapkan akan menghasilkan terobosan signifikan dalam program pendidikan Indonesia,” tulis salah satu portal media asing kala itu.

Baca Juga:  Mengenal Survei Lingkungan Belajar 2025: Jadwal, Cara Pengisian, dan Pentingnya bagi Sekolah

Harapan yang Tinggi, Kontroversi yang Mengguncang

Namun, harapan itu perlahan memudar. Kebijakan-kebijakan Nadiem yang dianggap progresif justru menimbulkan kontroversi luas. Salah satu yang paling ramai adalah penghapusan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam Standar Nasional Pendidikan melalui PP Nomor 57 Tahun 2021. Keputusan ini sempat membuat publik gusar karena Pancasila merupakan dasar pendidikan nasional.

Tak hanya itu, kebijakan lain yang kontroversial termasuk penghapusan skripsi sebagai syarat kelulusan, kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), ketidakwajiban mengikuti Pramuka, hingga SKB 3 Menteri terkait seragam sekolah. Satu per satu, kebijakan ini menimbulkan perdebatan sengit di tengah masyarakat, menodai citra Nadiem sebagai sosok pembaharu.

Harapan Pupus, Dugaan Korupsi Mengguncang

Harapan untuk memperbaiki pendidikan melalui inovasi teknologi kini harus menghadapi kenyataan pahit. Mantan Mendikbudristek itu belakangan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook oleh Kejaksaan Agung.

Baca Juga:  Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti:

“Dari hasil pendalaman keterangan saksi-saksi dan alat bukti, sore ini telah ditetapkan tersangka baru dengan inisial NAM,” ujar Anang dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025).

Berita ini sontak mengejutkan publik. Seorang yang semula dipandang sebagai simbol inovasi kini menghadapi tuduhan serius, menimbulkan pertanyaan besar: apakah harapan memperbaiki pendidikan Indonesia melalui teknologi telah sirna?

Jejak Hidup Nadiem Makarim

Nadiem lahir di Singapura pada 4 April 1984 dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Pria yang meraih gelar MBA dari Harvard University ini memulai kariernya di McKinsey & Company, Jakarta, sebelum sempat bergabung dengan e-commerce Zalora pada 2011–2012.

Baca Juga:  Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Keputusannya meninggalkan Zalora untuk membangun Gojek membuahkan hasil luar biasa. Nadiem juga pernah menjabat Chief Innovation Officer di Kartuku hingga 2014, sebelum fokus penuh mengembangkan Gojek, yang kini telah merambah pasar luar negeri seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand.

Dalam sebuah wawancara, Nadiem mengungkapkan:

“Banyak orang dulu meragukan bahwa ojek bisa se-profesional dan terpercaya seperti sekarang. Mengetahui pengendara secara personal membuat saya sadar sektor ini sungguh bernilai.”

Akhir Babak yang Mengejutkan

Kini, sosok yang semula digadang-gadang sebagai agen perubahan pendidikan harus menghadapi kenyataan pahit. Dugaan korupsi ini tidak hanya mengguncang kariernya, tetapi juga menjadi babak baru dalam catatan sejarah pendidikan Indonesia. Publik menanti perkembangan kasus ini dengan harapan keadilan ditegakkan, sementara impian untuk menciptakan pendidikan yang modern dan merata harus menunggu jalan baru.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pendidikan Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.