Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo

Jumat, 19 Juni 2026 21:40 WIB

Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir

Jumat, 19 Juni 2026 21:20 WIB

Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar

Jumat, 19 Juni 2026 21:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo
  • Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Bikin Nonton Bola Makin Nyata, Gadget Unik di Kepala Wasit Piala Dunia 2026 Ini Ternyata Punya Fungsi Canggih
  • Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya
  • Solusi HP Lemot: Cara Membersihkan Penyimpanan Android Tanpa Perlu Uninstal Aplikasi
  • Heboh Arti Warna Kontak WhatsApp, Benarkah Tanda Nomor Kita Dihapus atau Diblokir? Ini Faktanya!
  • Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Cair hingga Akhir Juni, Ini Cara Cek Nama Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 19 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nadiem Makarim: Dari Ikon Inovasi Pendidikan ke Tersangka Korupsi Chromebook

By Aga GustianaKamis, 4 September 2025 18:23 WIB3 Mins Read
Nadiem Makarim
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. (Foto: ANTARA/Yashinta Difa).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Nadiem Makarim pernah dipandang sebagai harapan baru bagi pendidikan Indonesia. Di mata publik, ia bukan sekadar mantan pengusaha sukses, melainkan sosok visioner yang diyakini mampu membawa inovasi revolusioner. Semua itu dimulai ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Muhadjir Effendi, dan melantiknya di Istana Negara pada 23 Oktober 2019.

Sebelumnya, Nadiem dikenal luas sebagai pendiri Gojek, startup transportasi dan layanan on-demand yang mengubah wajah bisnis digital di Indonesia dan Asia Tenggara. Kesuksesan Gojek membuat namanya dikenal bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di panggung internasional. Media asing seperti Bloomberg, Channel News Asia, Tech in Asia, hingga Reuters ramai memberitakan pengangkatan Nadiem, menyoroti harapan besar publik akan terobosan dalam dunia pendidikan.

“Mantan CEO Gojek diharapkan akan menghasilkan terobosan signifikan dalam program pendidikan Indonesia,” tulis salah satu portal media asing kala itu.

Baca Juga:  Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan

Harapan yang Tinggi, Kontroversi yang Mengguncang

Namun, harapan itu perlahan memudar. Kebijakan-kebijakan Nadiem yang dianggap progresif justru menimbulkan kontroversi luas. Salah satu yang paling ramai adalah penghapusan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam Standar Nasional Pendidikan melalui PP Nomor 57 Tahun 2021. Keputusan ini sempat membuat publik gusar karena Pancasila merupakan dasar pendidikan nasional.

Tak hanya itu, kebijakan lain yang kontroversial termasuk penghapusan skripsi sebagai syarat kelulusan, kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), ketidakwajiban mengikuti Pramuka, hingga SKB 3 Menteri terkait seragam sekolah. Satu per satu, kebijakan ini menimbulkan perdebatan sengit di tengah masyarakat, menodai citra Nadiem sebagai sosok pembaharu.

Harapan Pupus, Dugaan Korupsi Mengguncang

Harapan untuk memperbaiki pendidikan melalui inovasi teknologi kini harus menghadapi kenyataan pahit. Mantan Mendikbudristek itu belakangan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook oleh Kejaksaan Agung.

Baca Juga:  Kisah Haru Guru PPPK Sumedang: Terima Gaji Rp50 Ribu, Tersisa Rp15 Ribu Usai Potong BPJS

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti:

“Dari hasil pendalaman keterangan saksi-saksi dan alat bukti, sore ini telah ditetapkan tersangka baru dengan inisial NAM,” ujar Anang dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025).

Berita ini sontak mengejutkan publik. Seorang yang semula dipandang sebagai simbol inovasi kini menghadapi tuduhan serius, menimbulkan pertanyaan besar: apakah harapan memperbaiki pendidikan Indonesia melalui teknologi telah sirna?

Jejak Hidup Nadiem Makarim

Nadiem lahir di Singapura pada 4 April 1984 dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Pria yang meraih gelar MBA dari Harvard University ini memulai kariernya di McKinsey & Company, Jakarta, sebelum sempat bergabung dengan e-commerce Zalora pada 2011–2012.

Baca Juga:  Buron Korupsi KUR BRI Ciamis Ditangkap Usai 2 Tahun Lari hingga ke Luar Negeri

Keputusannya meninggalkan Zalora untuk membangun Gojek membuahkan hasil luar biasa. Nadiem juga pernah menjabat Chief Innovation Officer di Kartuku hingga 2014, sebelum fokus penuh mengembangkan Gojek, yang kini telah merambah pasar luar negeri seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand.

Dalam sebuah wawancara, Nadiem mengungkapkan:

“Banyak orang dulu meragukan bahwa ojek bisa se-profesional dan terpercaya seperti sekarang. Mengetahui pengendara secara personal membuat saya sadar sektor ini sungguh bernilai.”

Akhir Babak yang Mengejutkan

Kini, sosok yang semula digadang-gadang sebagai agen perubahan pendidikan harus menghadapi kenyataan pahit. Dugaan korupsi ini tidak hanya mengguncang kariernya, tetapi juga menjadi babak baru dalam catatan sejarah pendidikan Indonesia. Publik menanti perkembangan kasus ini dengan harapan keadilan ditegakkan, sementara impian untuk menciptakan pendidikan yang modern dan merata harus menunggu jalan baru.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Chromebook dugaan korupsi Gojek Kasus Kejagung Kontroversi Pendidikan Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Pendidikan Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan Dr Tifa Resmi Diamankan Polisi

Diduga Hilang Konsentrasi, Angkot Berisi Belasan Pelajar Terjungkal di Jalan Menanjak Jatinangor

Topeng Normalitas sang Buronan: Membaca Kelihaian Pelaku Penyekap Wanita Bandung yang Licin dari Kepungan Polisi

Padam Listrik

Pemadaman PLN Bikin Traffic Light Bandung Lumpuh, Ini Dampaknya

Begal

Detik-detik Mencekam Ojol Diburu Begal Bersenjata di Lengkong, Korban Luka Parah!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.