Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Selasa, 15 September 2026 21:36 WIB

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Selasa, 15 September 2026 20:44 WIB

Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia

Selasa, 15 September 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
  • Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara
  • Persib Kontra FC Seoul di ACL Two, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live
  • Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ngeri! Dedi Mulyadi Bongkar Alur Dana APBD, Soroti Praktik ‘Pemenang Tender’ Tanpa Proyek

By SusanaSelasa, 28 Januari 2025 20:15 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, mengungkapkan alur dana pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta tantangan yang dihadapi saat proses distribusi anggaran sampai ke kontraktor.

Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk proyek pembangunan tidak digunakan sepenuhnya oleh kontraktor.

“Saya kasih tahu pada warga ya, kalau dari belanja pembangunan itu dianggarkan 10 miliar, itu tidak 10 miliarnya dipakai, kan pemahaman warga mah 10 miliar full, enggak,” ujarnya, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (28/1/2025).

Dedi menjelaskan bahwa anggaran pembangunan yang sudah disetujui akan dipotong biaya umum sebesar 5%. Sehingga, dari anggaran awal 10 miliar, hanya tersisa 9,5 miliar.

Baca Juga:  Konflik Yai Mim vs Sahara Belum Usai, Video Baru Picu Polemik di Media Sosial

Kemudian, setelah dipotong pajak dan penurunan harga dari proses tender, dana yang benar-benar bisa diterima kontraktor untuk pembangunan hanya sekitar 7 miliar.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu juga menambahkan bahwa hal tersebut sudah tergolong ideal.

“Kalau banting harganya 20%, ya kemudian dari 7 miliar itu dia ngambil keuntungan 15%, berarti yang diterapkannya cuma 55% dan itu sudah bagus,” jelasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut Transparansi Anggaran Bohong, Kenapa?

Namun, ia juga mengkritisi praktik di lapangan yang terkadang terjadi, di mana nilai dana yang diterima kontraktor bisa lebih rendah lagi, bahkan hanya 30-40%.

“Karena banyak yang ketika dipasang di lapangan tinggal 40%, bahkan ada yang 30%, kalau di daerah-daerah banyak yang disubkan,” ungkap Dedi.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena pemborong yang hanya menang tender tanpa benar-benar menjalankan proyek pembangunan.

Baca Juga:  Dana Tunda Bayar Proyek Rp621 Miliar, Pernyataan Gubernur dan Bappeda Jabar Tak Sinkron

“Yang penting menang tender, sudah tender dijual, dia ambil 5-10%, jadi ada pemborong yang tidak pernah ngeborong, itu banyak kejadian begitu,” kata Dedi.

Meski demikian, Dedi juga mengingatkan bahwa meskipun ada banyak kendala dalam pelaksanaan pembangunan, setidaknya ada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, seperti jalan yang dapat dinikmati oleh warga.

“Seburuk-buruknya dia punya pekerjaan manfaatnya ada, ada bukti jalan dinikmati oleh masyarakat, dibanding yang beli laptop, mobil dinas, dibanding yang pengadaan makanan dan minuman,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Dedi Mulyadi pembangunan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.