Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Manis Musim Lalu, Beckham Putra Bidik Momen Gila: Persib Lolos ACL Two!

Senin, 24 Agustus 2026 19:40 WIB

4 Rekomendasi Wisata Alam di Bandung Barat: Pemandangan Spektakuler dan Udara Sejuk

Senin, 24 Agustus 2026 19:34 WIB

SIAPA YANG SURUH?! Misteri Pemblokiran Dana Demo Rp80 Juta, Aa Juju Ngamuk dan Tutup Akun Prioritas Bank Mandiri!

Senin, 24 Agustus 2026 19:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Manis Musim Lalu, Beckham Putra Bidik Momen Gila: Persib Lolos ACL Two!
  • 4 Rekomendasi Wisata Alam di Bandung Barat: Pemandangan Spektakuler dan Udara Sejuk
  • SIAPA YANG SURUH?! Misteri Pemblokiran Dana Demo Rp80 Juta, Aa Juju Ngamuk dan Tutup Akun Prioritas Bank Mandiri!
  • Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja
  • Mauro Zijlstra Bongkar Alasan Tinggalkan Persija, Ada Satu Target Besar di Arema FC
  • Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Portal Pendaftaran Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Formasinya
  • Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!
  • Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ortho-K: Terapi Malam yang Ubah Mimpi Buram Fattan Jadi Nyata

By Putra JuangSabtu, 19 Juli 2025 11:26 WIB4 Mins Read
VIO Optical Clinic.
Terapi Ortho-K di VIO Optical Clinic. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bagi Fattan, anak laki-laki berusia 10 tahun, kacamata bukan hanya alat bantu penglihatan, tapi juga sering kali jadi penghambat mimpi. Di usianya yang masih belia, Fattan bukan hanya pelajar di sekolah alam yang penuh aktivitas luar ruang, tapi juga sedang serius menekuni dua cabang olahraga sekaligus: taekwondo dan panahan.

Namun, dengan minus -4.00 dan silinder 0.75, dunia yang ia lihat terasa buram. Bahkan lebih dari itu, regulasi pertandingan taekwondo melarang penggunaan kacamata, membuatnya harus bertanding dengan keterbatasan penglihatan.

Saat berenang bersama teman-temannya di sekolah, ia juga sering tertinggal karena penglihatan yang tidak optimal. Sampai akhirnya, sang ayah menemukan solusi dari Instagram: terapi Ortho-K di VIO Optical Clinic.

Awalnya ragu, karena terdengar mustahil, bagaimana mungkin lensa dipakai saat tidur bisa memperbaiki minus di siang hari? Tapi setelah pemeriksaan menyeluruh dan konsultasi dengan dokter mata di VIO, rasa ragu berubah jadi harapan.

Kini, setelah 9 bulan menjalani terapi Ortho-K, Fattan tidak hanya bisa melihat dengan jelas tanpa kacamata, tapi juga siap bertanding, belajar, dan bermain tanpa batas. Pemeriksaan terakhir menunjukkan minus-nya sudah menjadi 0, dengan silinder tersisa hanya 0.5, hasil yang tidak hanya membuat keluarga Fattan terharu, tapi juga membuktikan bahwa solusi penglihatan terbaik bisa dimulai sejak dini, tanpa harus menunggu usia cukup untuk operasi LASIK.

Berdasarkan data pemeriksaan VIO Optical Clinic yang telah dipublikasikan di BCLA (British Contact Lens Association), 92,38% pasien dengan kondisi myopia rendah berhasil menahan laju pertambahan minusnya menggunakan lensa malam Ortho-K. Sebaliknya, pada pasien dengan myopia tinggi, persentase keberhasilannya hanya sebesar 18%.

Artinya, deteksi dini jauh lebih efektif daripada menunggu minus anak semakin tinggi. Di sinilah pentingnya pendekatan sejak awal, sebelum anak mengalami gangguan penglihatan yang lebih serius. Karena mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati.

Cerita Fattan bukanlah satu-satunya. Di Indonesia, semakin banyak anak mengalami miopi (mata minus) pada usia yang semakin muda.

Melihat fenomena ini, VIO Optical Clinic menginisiasi kampanye edukatif bertajuk “Permadani” (Periksa Mata dari Dini), yang mengajak para orang tua untuk tidak menunggu anak mengalami gangguan penglihatan terlebih dahulu, tapi mulai melakukan pemeriksaan sejak dini secara rutin.

“Semakin cepat kita mengenali risiko mata minus, semakin besar peluang untuk memperlambat atau bahkan menghentikan progresnya sebelum makin tinggi. Di usia anak-anak, mata masih berkembang, dan di sinilah intervensi terbaik bisa dilakukan,” kata dr. Mia Nursalamah, Sp.M, spesialis mata dari VIO Optical Clinic cabang Bandung yang turut hadir dalam acara ini, Sabtu (19/7/2025).

Sebagai langkah nyata dari gerakan Permadani, VIO Optical Clinic memperkenalkan inovasi terbarunya: MyoCheck Prediction. Berbeda dari sekadar alat cek mata biasa, MyoCheck Prediction memungkinkan orang tua untuk mengetahui potensi kenaikan minus anak hingga 10 tahun ke depan.

Dalam press conference ini, VIO menunjukkan secara langsung bagaimana teknologi ini bekerja. Melalui analisis data refraksi mata anak, MyoCheck Prediction bisa membantu menentukan jenis penanganan yang paling sesuai, mulai dari terapi Ortho-K, penggunaan kacamata khusus, hingga monitoring rutin.

Inovasi ini diharapkan bisa jadi panduan awal bagi orang tua untuk tidak hanya menunggu kondisi mata anak memburuk, tapi mulai mengambil tindakan sejak dini. Karena semakin cepat kita tahu risikonya, semakin besar peluang untuk mencegahnya.

Melalui pendekatan vision therapy dan monitoring rutin, terapi Ortho-K terbukti membantu anak-anak menjalani hari tanpa hambatan penglihatan. Lensa malam ini dipakai saat tidur dan bekerja dengan cara membentuk ulang permukaan kornea secara lembut, sehingga saat bangun tidur, anak bisa melihat dengan jelas tanpa perlu kacamata atau softlens seharian.

“Ortho-K bukan hanya tentang penglihatan yang lebih baik, tapi tentang kualitas hidup anak yang meningkat. Mereka bisa lebih percaya diri, lebih bebas beraktivitas, dan lebih fokus belajar,” ungkap dr. Mia.

Melalui cerita Fattan dan gerakan Permadani, VIO Optical Clinic mengajak seluruh orangtua untuk tidak menunda pemeriksaan mata anak. Karena tiap mata punya cerita, dan cerita itu bisa dimulai dari satu langkah sederhana: Periksa Mata dari Dini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

4 Rekomendasi Wisata Alam di Bandung Barat: Pemandangan Spektakuler dan Udara Sejuk

SIAPA YANG SURUH?! Misteri Pemblokiran Dana Demo Rp80 Juta, Aa Juju Ngamuk dan Tutup Akun Prioritas Bank Mandiri!

Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Portal Pendaftaran Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Formasinya

Kisah Tahun Gajah dan Lahirnya Nabi Muhammad SAW yang Menyimpan Pelajaran Berharga

Natanael Wiraatmaja, Ilmuwan Masa Depan Indonesia yang Menembus Orlando dan NASA

Mengenal Pembagian Desil 1 sampai 10: Syarat Penerima PKH, Sembako, hingga PBI JKN Terbaru

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.