Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood

Sabtu, 26 September 2026 07:44 WIB

Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026

Sabtu, 26 September 2026 06:19 WIB

Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah

Sabtu, 26 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks
  • Warga Bandung Merapat! Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipajang di PVJ, Ada Meet and Greet Legenda
  • 3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!
  • Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan
  • Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pakar Sebut Ada Tiga Motede untuk Identifikasi Sumber Gempa Megathrust

By Putra JuangSelasa, 20 Agustus 2024 21:47 WIB3 Mins Read
Dosen Eksplorasi Seismik, Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Firman Syaifuddin. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dosen Eksplorasi Seismik, Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Firman Syaifuddin menyatakan, sedikitnya ada tiga motede pendekatan untuk mengidentifikasi sumber terjadinya gempa Megathrust.

Motode yang pertama adalah dengan mengidentifikasi sumber gempa yang kemungkinan besar akan mempengaruhi lokasi pengamatan.

Yang kedua adalah dengan menentukan skenario parameter gempa dengan memilih parameter magnitudo maksimum dan lokasi terdekat dari sumber gempa yang terdekat dari sumber gempa yang diperkirakan akan memberikan dampak pada lokasi pengamatan.

“Parameter-parameter kira-kira maksimum magnitudonya berapa, kemudian kalau ada titik-titik dimananya, kemudian jarak dari titik pengamatan ke titik sumber berapa,” ucap Firman saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk ‘Waspada Gempa Megathrust’, Selasa (20/8/2024).

Sedangkan motode ketiga dengan menentukan parameter gerakan tanah di lokasi pengamatan lokasi pengamatan dengan menggunakan fungsi atenuasi.

Baca Juga:  Sumedang Diguncang Gempa, Dua Rumah Sakit Terdampak hingga Ratusan Pasien Dievakuasi

“Dari semua data itu kemudian dilakukan asssesment kemudian dihitung kira kira getaran yang mungkin terjadi seberapa besar kemudian kita bisa transformasi menjadi intensitas gempa yang selama ini menjadi standar dari intensitas gempa,” katanya.

Firman mengatakan, berdasarkan peta sumber bahaya gempa (Pusgen) tahun 2017 menyatakan bahwa ada sekitar 13 zona megathrust model potensi sumber gempa di Indonesia.

“Khusus pulau Jawa sebenarnya yang cukup dekat ada 4 mulai dari sumba di bagian timur, kemudian bagian lebih baratnya ada segmentis java, kemudian ada west central java yang lagi rame berkaitan dengan isu megathrust selat sunda di sebelah selatan dari selat sunda,” jelasnya.

Baca Juga:  Tawa Anak-anak di Tenda Pengungsian Nagekeo: Saat Presiden Prabowo Bawa Mainan dan Harapan Baru

Dalam penelian ini, kata Firman, yang dianalisa hanya tiga segmen mulai dari west central, west java sama sumba dengan alur pengolahan mulai dari mengumpulkan data dari Pusgen.

“Kira-kira maksimum magnitudo dari masing-masing segmen berapa, kemudian dari titik-titik yang dievaluasi berapa, kemudian yang paling penting adalah dapat mengetahui nilai Vs30 nanti berkaitan dengan penguatan getaran gempa si daerah-daerah yang mempunyai tanah yang lebih lunak di banding sekitarnya, kemudian dihitung jarak dari sumbernya,” bebernya.

Untuk kasus megathrust mengacu pada Pusgen 2017, Firman mengatakan pihaknya menggunakan tiga persamaan untuk menghitung atenuasi.

“Jadi kalau tadi ada tiga potensi sumber megathrust di selatan Jawa Timur kemudian ada tiga persamaan dari semua peta ini kemudian coba dijadikan satu peta sebagai hasil akhir dengan bobot yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Baca Juga:  Gempa Magnitude 5,0 Guncang Kabupaten Bandung, Sejumlah Bangunan Terdampak

“Untuk peta yang Bchydro bobotnya 0,2 kemudian untuk boore atkinson bobotnya 0,3 dan yang zhao et al bobotnya 0,5,” lanjutnya.

Firman mengatakan, penentuan bobot ini memang mengacu pada Pusgen 2017. Dia menambahkan, dari kesembilan peta ini kemudian dihasilkan satu peta Pga.

“Ini parameter getaran gempa tadi dari sisi Selatan Jawa Timur dari ketiga potensi sumber tadi memang cukup besar 1,2-1,95 ketika dikonversi ke MMI sekitar skala 9 tadi kalau dari skenario gempa Selat Sunda tadi kira-kira di 7-8 sebenarnya perbedaan ini tergantung beberap asumsi terkai dengan potensi sumbernya sendiri,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gempa Jawa Timur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.