Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Rabu, 30 September 2026 02:00 WIB

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Rabu, 30 September 2026 01:00 WIB

Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia

Selasa, 29 September 2026 21:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
  • EMAS LAGI! Leo/Daniel Bikin Merah Putih Berjaya di Asian Games 2026
  • Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Mantan Murid saat Ambil Ijazah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Kolam Air Tertua Berusia 2 Miliar Tahun, Ada Tanda Kehidupan

By Aga GustianaSabtu, 11 Januari 2025 11:07 WIB3 Mins Read
Ilustrasi kolam air di dalam gua. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para ilmuwan dari Universitas Toronto, Kanada menemukan kolam kuno yang airnya masih menggelembung keluar dari tanah. Usai mengujinya, air dari kolam itu ternyata berusia 2 miliar tahun dan mendeteksi adanya kehidupan.

Melansir IFLScience, para ilmuwan yang dipimpin Profesor Barbara Sherwood Lollar itu menemukan kolam kuno saat menelusuri sebuah tambang di Ontario, Kanada pada 2016 silam.

Saat menjelajah lebih jauh ke dalam tambang, secara mengejutkan mereka menemukan sumber air tertua di bumi yang setidaknya berumur 2 miliar tahun dan airnya masih menggelembung keluar dari dalam tanah.

“Ketika orang-orang berpikir tentang air ini, mereka berasumsi bahwa itu pasti sejumlah kecil air yang terperangkap di dalam batu,” kata Prof Sherwood Lollar.

“Namun pada kenyataannya, air itu benar-benar mengalir keluar. Air ini mengalir dengan kecepatan liter per menit, volume airnya jauh lebih besar daripada yang diperkirakan siapa pun,” sambungnya.

Mereka menemukan usia air itu lewat penelitian dengan menggukur gas helium, argon dan xenon yang terperangkap di dalamnya.

Di samping itu, para peneliti juga menguji air dengan mencicipinya untuk menentukan usia air tersebut. Semakin asin rasanya, semakin tua usia airnya.

Meski mencicipi air kuno tidak cukup aman, tetapi Prof Sherwood Lollar menegaskan, “Secara ilmiah terlalu berharga untuk disia-siakan seperti itu.” Menguji dengan cara ini juga adalah hal biasa bagi para ilmuwan.

Ia pun mencelupkan jarinya ke air dan menempelkannya di ujung lidahnya. “(Rasa airnya) sangat asin dan pahit, jauh lebih asin daripada air laut,” ucap Prof Sherwood Lollar.

Tak hanya sampai di situ, para peneliti juga menemukan adanya tanda-tanda kehidupan dalam air di kolam tersebut. Di mana, jejak kimia yang ditinggalkan organisme bersel tunggal yang pernah hidup dalam air tersebut.

“Dengan melihat sulfat dalam air, kami melihat sidik jari yang menunjukkan adanya kehidupan. Dan kami dapat menunjukkan bahwa tanda dalam air pasti dihasilkan oleh mikrobiologi, dan yang terpenting pasti telah terbentuk dalam skala waktu yang sangat panjang,” ujar Prof Sherwood Lollar, mengutip BBC News.

“Mikroba yang menghasilkan tanda ini tidak mungkin melakukannya dalam semalam. Ini bukan sekadar tanda mikrobiologi modern. Ini pasti merupakan indikasi bahwa organisme telah hadir dalam air ini pada skala waktu geologis,” imbuhnya.

Fakta bahwa organisme mampu bertahan hidup dan berkembang dalam air yang sangat tua dan dalam di kerak bumi memiliki implikasi penting. Tak hanya memberi tahu tentang kehidupan purba di muka bumi pada miliaran tahun lalu, tetapi juga dapat membantu pencarian kehidupan di tempat lain di tata surya.

Penemuan kolam air pada 2016 ini menggeser rekor air tertua berusia 1,5 miliar tahun yang ditemukan pada 2013 silam oleh tim ilmuwan yang sama di tambang yang sama juga. Hanya saja penemuan air pada 2013 itu berada di kedalaman sekitar 2,5 km di bawah tambang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Harga Emas Antam Hari Ini 29 September 2026 Turun Rp17 Ribu, 1 Gram Jadi Segini

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.