Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Selasa, 4 Agustus 2026 21:35 WIB

Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija

Selasa, 4 Agustus 2026 20:30 WIB

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

Selasa, 4 Agustus 2026 20:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
  • Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
  • Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?
  • Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final
  • Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai
  • Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Kolam Air Tertua Berusia 2 Miliar Tahun, Ada Tanda Kehidupan

By Aga GustianaSabtu, 11 Januari 2025 11:07 WIB3 Mins Read
Ilustrasi kolam air di dalam gua. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para ilmuwan dari Universitas Toronto, Kanada menemukan kolam kuno yang airnya masih menggelembung keluar dari tanah. Usai mengujinya, air dari kolam itu ternyata berusia 2 miliar tahun dan mendeteksi adanya kehidupan.

Melansir IFLScience, para ilmuwan yang dipimpin Profesor Barbara Sherwood Lollar itu menemukan kolam kuno saat menelusuri sebuah tambang di Ontario, Kanada pada 2016 silam.

Saat menjelajah lebih jauh ke dalam tambang, secara mengejutkan mereka menemukan sumber air tertua di bumi yang setidaknya berumur 2 miliar tahun dan airnya masih menggelembung keluar dari dalam tanah.

“Ketika orang-orang berpikir tentang air ini, mereka berasumsi bahwa itu pasti sejumlah kecil air yang terperangkap di dalam batu,” kata Prof Sherwood Lollar.

“Namun pada kenyataannya, air itu benar-benar mengalir keluar. Air ini mengalir dengan kecepatan liter per menit, volume airnya jauh lebih besar daripada yang diperkirakan siapa pun,” sambungnya.

Mereka menemukan usia air itu lewat penelitian dengan menggukur gas helium, argon dan xenon yang terperangkap di dalamnya.

Di samping itu, para peneliti juga menguji air dengan mencicipinya untuk menentukan usia air tersebut. Semakin asin rasanya, semakin tua usia airnya.

Meski mencicipi air kuno tidak cukup aman, tetapi Prof Sherwood Lollar menegaskan, “Secara ilmiah terlalu berharga untuk disia-siakan seperti itu.” Menguji dengan cara ini juga adalah hal biasa bagi para ilmuwan.

Ia pun mencelupkan jarinya ke air dan menempelkannya di ujung lidahnya. “(Rasa airnya) sangat asin dan pahit, jauh lebih asin daripada air laut,” ucap Prof Sherwood Lollar.

Tak hanya sampai di situ, para peneliti juga menemukan adanya tanda-tanda kehidupan dalam air di kolam tersebut. Di mana, jejak kimia yang ditinggalkan organisme bersel tunggal yang pernah hidup dalam air tersebut.

“Dengan melihat sulfat dalam air, kami melihat sidik jari yang menunjukkan adanya kehidupan. Dan kami dapat menunjukkan bahwa tanda dalam air pasti dihasilkan oleh mikrobiologi, dan yang terpenting pasti telah terbentuk dalam skala waktu yang sangat panjang,” ujar Prof Sherwood Lollar, mengutip BBC News.

“Mikroba yang menghasilkan tanda ini tidak mungkin melakukannya dalam semalam. Ini bukan sekadar tanda mikrobiologi modern. Ini pasti merupakan indikasi bahwa organisme telah hadir dalam air ini pada skala waktu geologis,” imbuhnya.

Fakta bahwa organisme mampu bertahan hidup dan berkembang dalam air yang sangat tua dan dalam di kerak bumi memiliki implikasi penting. Tak hanya memberi tahu tentang kehidupan purba di muka bumi pada miliaran tahun lalu, tetapi juga dapat membantu pencarian kehidupan di tempat lain di tata surya.

Penemuan kolam air pada 2016 ini menggeser rekor air tertua berusia 1,5 miliar tahun yang ditemukan pada 2013 silam oleh tim ilmuwan yang sama di tambang yang sama juga. Hanya saja penemuan air pada 2013 itu berada di kedalaman sekitar 2,5 km di bawah tambang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kanada kolam air tertua
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Saldo DANA Gratis Menanti! Ini Link DANA Kaget 4 Agustus 2026 dan Cara Klaimnya dengan Mudah

Logo HUT RI ke-81 Tahun 2026 Resmi, Ini Link Download dan Makna di Baliknya

Cek HP Sekarang! Bansos PIP Agustus 2026 Cair, Simak Rincian Nominal dan Cara Klaimnya

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.